Saking Dinginnya Kota ini Dijuluki 'Neraka Es', Mobil Dimatikan Oli Beku

Potret Kota Yakutsk di Siberia yang dijuluki 'Neraka Es'.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Saking Dinginnya Kota ini Dijuluki 'Neraka Es', Mobil Dimatikan Oli Beku
Saking Dinginnya Kota ini Dijuluki 'Neraka Es'. YouTube Ruhi Çenet Bahasa Indonesia ©2023 Merdeka.com

Mungkin bagi sebagian orang asing dengan Kota Yakutsk. Ibu Kota Republik Sakha ini adalah sebuah wilayah otonom di Rusia yang berada sekitar 280 mil dari Kutub Utara. Tempat ini pun sangat terisolasi dari bagian dunia lainnya.

Saking dinginnya, kota ini bahkan dijuluki sebagai 'Neraka Es'. Menariknya, mobil-mobil pun tidak pernah dimatikan karena dapat membuat oli membeku. Lantas bagaimana potret Kota Yakutsk di Siberia yang dijuluki 'Neraka Es'?

Melansir dari akun YouTube Ruhi Çenet Bahasa Indonesia, Kamis (2/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

Cuaca di Yakutsk, Siberia sangat dingin dan kering. Meski begitu, kota ini dihuni oleh sekitar 300 ribu jiwa.

"Suhu udara di antartika di antara -14.8 derajat Fahrenheit atau -20 derajat Celcius. Di sini -58 derajat Fahrenheit atau -47 derajat Celcius," ujarnya.

"Suhu udara terendah yang pernah terukur di wilayah ini adalah -71,2 derajat Celcius," sambungnya.

Saking dinginnya, warga di sana tidak bisa menggunakan kacamata berbingkai logam. Hal ini lantaran, logam dapat menempel pada kulit manusia. Jika tetap digunakan, daging mereka bisa robek saat melepaskannya.

"Orang-orang tidak bisa memakai kacamata berbingkai logam di sini," ujarnya."Karena logam bisa menempel pada kulit mereka. Jika mereka ingin melepas kacamata mereka, daging mereka bisa robek," jelasnya.

Siapa sangka, kota yang terletak di Siberia ini dulunya merupakan tempat pengasingan. Meski sudah dihuni oleh banyak orang, kota ini tetap dijuluki sebagai 'Neraka Es' karena suhu dinginnya yang luar biasa.

"Selama era Soviet, orang-orang yang menentang gagasan Stalin diasingkan ke wilayah Republik Sakha. Mereka adalah politisi, pengusaha dan lain-lain," ungkapnya."Jadi tempat ini dulunya adalah tanah pengasingan, sekarang ada kehidupan kota di sini. Namun kita bisa menyebut kehidupan di sini sebagai 'Neraka Es', mendorong batas-batas kemampuan tubuh manusia. Tidak peduli seberapa tebal pakaian kita, tidak akan cukup untuk menjadikan tubuh kita hangat," lanjutnya.

"Jika memiliki mobil di sini, kalian memiliki masalah besar. Musim dingin berlangsung 6-7 bulan di sini, pada waktu itu kalian tidak bisa mengemudikan mobil kalian," jelasnya."Jika kalian bersikeras, kalian tidak akan pernah bisa mematikan mobil kalian," tambahnya."Alasan mengapa mesinnya dibiarkan terus menyala, karena jika dimatikan, ia akan sepenuhnya tertutup es dan oli mesin akan membeku," ujarnya.

Warga Yakutsk dikatakan tidak bisa bertani atau bercocok tanam. Sehingga mereka banyak mengonsumsi ikan. Menariknya, ikan-ikan maupun daging-daging yang di jual akan dipajang di depan kios. Hal ini lantaran suhu di luar jauh lebih dingin dibanding dengan kulkas.

"Di tempat ini di mana orang-orang tidak bisa bertani atau bercocok tanam, mereka mengonsumsi ikan. Salah satu fitur terpenting dari pasar ini adalah mereka memajang ikan di kios-kios umum, bukan kulkas," ujarnya."Karena suhu di luar jauh lebih dingin dari pada kulkas mana pun. Sepotong daging yang tertinggal di luar tidak akan rusak selama berbulan-bulan," lanjutnya.

Saking dinginnya, kota ini bahkan dijuluki sebagai 'Neraka Es'. Menariknya, mobil-mobil pun tidak pernah dimatikan karena dapat membuat oli membeku.Berikut videonya.

Rekomendasi