Dari Rp150 Ribu, Penjual Nasi Telur Krispi Ini Kaget Bisa Raih Omzet Puluhan Juta

Bagi masyarakat Yogyakarta mungkin sudah tidak asing dengan Warung Pojok Mbak Yuni. Warung makan yang buka sejak tahun 2007 ini bahkan selalu ramai pengunjung.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Dari Rp150 Ribu, Penjual Nasi Telur Krispi Ini Kaget Bisa Raih Omzet Puluhan Juta
Penjual Nasi Telur Krispi Ini Kaget Bisa Raih Omzet Puluhan Juta. YouTube Kawan dapur ©2023 Merdeka.com

Bagi masyarakat Yogyakarta mungkin sudah tidak asing dengan Warung Pojok Mbak Yuni. Warung makan yang buka sejak tahun 2007 ini bahkan selalu ramai pengunjung.

Seperti pada umumnya, awal buka bisnis ini pun hanya dengan modal yang kecil. Namun, kini omzet yang diperoleh cukup fantastis.

Melansir dari akun YouTube Kawan dapur, Jumat (6/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

Ciri Khas Nasi Telur Mbak Yuni

Warung Pojok Mbak Yuni memang selalu ramai pengunjung. Hal ini lantaran Nasi Telur ciri khasnya yang cukup lezat di lidah. Berbeda dengan Nasi Telur lainnya, sajian dari Warung Pojok ini memiliki ciri khas tersendiri.

"Ini berarti sekali goreng telurnya 4 tungku ya mas?," tanya yang merekam.

"Iya Mas 4, kalau nggak 4 tetap keteteran, nggak ke kejar," ujar pria yang menggoreng telur.

"Ini berarti yang spesial ini bedanya apa sih mas telurnya ini?," tanyanya.

"Ya kalau tempat-tempat lain kan nggak bisa kaya gini kan, telurnya cuma telur biasa. Kalau sini kan sensasinya ada yang keriting-keriting itu Mas," jelasnya.

Harga Nasi Telur

Mbak Yuni menceritakan perjalanan bisnisnya yang dari kecil hingga sekarang menjadi besar. Dulu, Ia memasak beras sebanyak 2 kilogram, namun sekarang bisa lebih dari 1 kwintal.

"Awalnya ya dari nol. Beras 2 kilogram terus naik 4 kilogram terus naik, naik, naik 10-12 kilogram, 25 kilogram," ujar Mbak Yuni."Sekarang Alhamdulillah sudah 1 kwintal lebih," sambungnya. "Kalau telurnya Bu?," tanyanya."Telurnya itu ya 60 kilogram lebihkan ya ndak tahu toh mas," jawabnya."Nasi telur Rp11 ribu," ungkapnya.

Hasil dari Produk Gagal

Menariknya, Nasi Telur Mbak Yuni ini sebenarnya merupakan hasil dari produk gagal. Hal ini diungkapkan langsung oleh Mbak Yuni.

"Ya dulu aku punya ide aku kepengin buat telur yang kaya masakan padang. Nah terus tak campur-campur to, lah nggak jadi, malah jadinya telur kaya gini ini,""Awalnya dari gagal ya bu?," tanyanya."Iya, gagal produk," ujar Mbak Yuni."Sekarang malah terlaris ya Bu," katanya."Iya, betul begitu," jawabnya.

Punya Karyawam 20-an Orang

Bisnis Nasi Telur ini awalnya hanya dilakukan bersama sang suami. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Ia mampu mempekerjakan karyawan sekitar 20-an orang.

"Kalau sekarang ada berapa ini bu karyawannya?," tanyanya."Karyawan ada 20 an," jawabnya.

Modal Rp150 Ribu

Seperti pada umumnya, awal buka bisnis ini pun hanya dengan modal yang kecil. Diungkapkan, modal pertamanya hanya Rp150 ribu.

"Saya nggak nyangka kalau mau jadi ini. Berjalan gitu kaya air mengalir. Jadinya kan saya nggal muluk-muluk kalau mau jadi begini itu nggak nyangka Mas," ungkap Mbak Yuni."Pertama ya modalnya Rp150 ribu. Iya mulai tahun 2007, kecil kan 2 kilogram nasi, telurnya setengah kilogram gitu Mas," jelasnya.

Rekomendasi