Pantai Parangkusumo menjadi saksi bisu dari berdirinya Kerajaan Mataram Islam di masa lalu. Tak ayal kawasan di pantai ini kental dengan unsur religi dan budaya yang masih awet hingga sekarang.
Masyarakat dan pengunjung yang datang sering melakukan ritual khusus terutama saat bulan Sura di kalender penanggalan Jawa. Namun pada hari biasa, pantai ini akan ramai dikunjungi pada Selasa dan Jumat Kliwon.
Salah satu tempat yang terkenal sakral di pantai ini adalah Cepuri Parangkusumo. Konon tempat tersebut adalah awal mula pertemuan Panembahan Senopati dengan penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul.
Penampakan Cepuri hanya berupa dua batu hitam besar di dalam ruang terbuka yang dikelilingi tembok. Menurut cerita, di tempat itulah pendiri Mataram Islam melakukan perjanjian dengan Kanjeng Ratu Kidul. Berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Penampakan Cepuri Parangkusumo
Melansir dari video milik kanal Youtube MAS BANYUMAS Jumat (6/1), Cepuri Parangkusumo menjadi saksi bisu pertemuan Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya dengan Kanjeng Ratu Kidul saat ingin mendirikan Kerajaan Mataram Islam.
Cepuri Parangkusumo merupakan sebuah bangunan berupa tembok seluas 80 meter persegi dan memiliki dua batu hitam besar di dalamnya.
Dua batu tersebut konon merupakan tempat keduanya bertemu saat Danang Sutawijaya melakukan pertapaan.
Banyak pengunjung yang datang ke tempat tersebut untuk melakukan ritual atau sekadar berdoa karena dianggap menjadi tempat yang mustajab untuk berdoa. Tak mengherankan jika banyak bunga dan tempat menaruh sesaji di sekitar Cepuri Parangkusumo.
Advertisement
Pertemuan Panembahan Senopati & Ratu Pantai Selatan
Menurut informasi dari Abdi Dalem di video tersebut, dahulu lokasi Cepuri berada di tengah lautan dan dikelilingi air.
Pertemuan keduanya tak lain karena keinginan Danang Sutawijaya untuk mendirikan Kerajaan Mataram Islam.
Saat tengah bersemedi, Panembahan Senopati bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul yang bersedia membantu. Namun ada syarat yang harus dipenuhi yaitu ada ikatan batin antara Raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul.
Dua batu gilang hitam yang ada di dalam Cepuri diketahui menjadi tempat duduk keduanya. Batu besar menjadi tempat duduk Danang Sutawijaya bersemedi, dan batu kecil menjadi tempat Kanjeng Ratu Kidul berdiri.
Advertisement
Perjanjian Terikat Panembahan Senopati & Kanjeng Ratu Kidul
Tekad mendirikan Kerajaan Mataram Islam oleh Panembahan Senopati dengan mengikuti syarat yang diberikan sang ratu akhirnya dipenuhi.
Kontrak politik dengan kepercayaan perkawinan antara Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul hingga kini masih diteruskan oleh raja-raja dinasti Mataram terutama Kesultanan Yogyakarta sampai sekarang.
Guna menghormati Kanjeng Ratu Kidul, Kraton Mataram masih melakukan Tradisi labuhan. Konon Pantai Parangkusumo adalah lokasi adanya pintu gerbang menuju ke Kraton Laut Kidul.
Berikut video selengkapnya.