Pemerintah Belanda di masa lalu membawa puluhan ribu masyarakat Jawa untuk diboyong dan bekerja di Suriname.
Hal itu kemudian membuat sebagian masyarakat Suriname saat ini masih mahir berbahasa Jawa.
Sebuah video memperlihatkan suasana pasar di Suriname yang menjual jajanan khas Indonesia, bahkan, para pedagangnya berinteraksi dengan menggunakan bahasa Jawa. berikut ulasannya.
Advertisement
Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Budi Sarwono memperlihatkan suasana pasar Suriname yang memiliki pemandangan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.
Pasalnya, sebagian besar pedagang di sana masih mahir berbahasa Jawa dengan logat Jawa yang sangat fasih.
"Jamu nggeh ditumbas kantun kalih niku (jamu ya dibeli tinggal dua itu)," ujar salah satu penjual jamu yang sedang bertransaksi.
Advertisement
Di pasar Suriname juga masih menjual berbagai jenis makanan khas Indonesia yang unik. Seperti jenang gendul, cenil, lemper, onde-onde, dan lain sebagainya.
Sebagian besar pedagang di sana merupakan keturunan asli Jawa yang sudah masuk generasi ke-3.
Salah seorang pedagang bernama Marinem yang menjual jajanan pasar khas Indonesia itu pun sudah berusia 76 tahun dan masih aktif berjualan jajanan khas Jawa.
Advertisement
Pada periode tahun 1890-1939, masyarakat Jawa dibawa oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk berangkat ke Suriname.
Migrasi tersebut terjadi setelah penghapusan perbudakan di negara Amerika Selatan, sehingga Belanda membawa orang-orang Jawa ke Suriname sebagai buruh kontrak.