Mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno mengungkapkan secara gamblang perihal mutasi dan promosi jabatan yang ada di polisi.
Dia mengatakan bahwa seorang polisi yang ingin dimutasi atau mendapatkan promosi seharusnya tidak perlu mempertimbangkan seberapa dekat dia dengan atasan.
Hal itu ia sampaikan ketika berbincang dengan mantan Ketua KPK di salah satu siniar yang diunggah di channel Youtube Abraham Samad.
Advertisement
Promosi Jabatan Tak Perlu Melihat Foto
Oegroseno dalam momen tersebut menilai bahwa selama ini di tubuh Polri masih ada kekurangan terutama perihal promosi jabatan.
Dia mengatakan bahwa promosi jabatan yang dahulu dia alami dengan mempertimbangkan seberapa dekat polisi tersebut dengan atasan, sehingga perlu untuk melihat foto orang yang bersangkutan.
“Saya masih ngalami seperti itu masih ada nanti ditanya, ini fotonya mana ini, nanti dilihat. Masa mau nentukan jabatan harus lihat fotonya dulu. Oh iya ini saya pernah sama-sama, ya nggah usah,” ujar Oegroseno.
Advertisement
Harus Ada Sistem
Oegroseno juga mengungkapkan bahwa di tubuh Polri harus ada sistem yang mengatur sedemikian rupa perihal mutasi dan promosi.
Ketika sebuah sistem bisa dijalankan dengan baik maka akan ada kepercayaan dari anggota polisi, tentang baik tidaknya dia dalam bekerja. Semua akan diatur oleh sistem.
“Mungkin kalau mutasi sudah tidak perlu lihat orang lagi, kalau sistem itu jalan, jadi kalau mutasi yang jelas orang itu percaya, internalnya sendiri itu percaya bahwa nasib saya juga akan ditentukan oleh sistem yang ada di polisi. Jadi bukan karena pendekatan like and dislike,” ungkap Oegroseno.
Advertisement
Berharap Kapolri Mengubah Sistem
Harapan Oegroseno kepada Kapolri Listyo Sigit untuk bisa mengubah sistem dan membuat sistem yang dimaksud demi perbaikan di tubuh Polri.
Hal itu ia sampaikan bahwa kebutuhan terhadap sistem itu bisa mempermudah Polisi dalam menjalankan tugasnya.
“Ya saya harapkan kepemimpinan Pak Listyo Sigit sekarang ini ada kemauan untuk merubah itu. Sehingga pekerjaan-pekerjaan yang selama ini membuang energi cukup banyak sudah diganti dengan sistem gitu aja,” kata Oegroseno.