Di berbagai daerah di Indonesia, masih banyak ritual-ritual adat yang sampai sekarang masih dilestarikan. Salah satunya ritual Ma Nene di Toraja.
Ritual ini adalah ritual mengganti pakaian jenazah dengan cara dikeluarkan dari peti dan diberdirikan.
Ritual ini dilakukan 3 tahun sekali dan menjadi salah satu hal sakral bagi masyarakat Toraja. Berikut adalah potretnya.
Advertisement
Sebuah video diunggah channel Youtube Bedu Ima memperlihatkan sebuah ritual yang dilakukan masyarakat Toraja.
Ma Nene jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti kembali ke nenek. Ini adalah ritual mengganti pakaian dari jasad keluarga yang sudah meninggal dan kemudian dikeluarkan dari peti atau disebut 'patane'.
"Di sini, jenazah-jenazah itu dikeluarkan dari tempat yang disebut patane terus dibawa keluar dan dijemur kemudian setelah agak kering gak lembap terus dimasukkan kembali setelah ganti baju," kata perempuan dalam video tersebut.
Advertisement
Ritual Ma Nene merupakan simbol dari rasa rindu. Artinya, keluarga akan mendatangi kembali jenazah keluarga, baik nenek, kakek, atau anak yang sudah meninggal.
Karena kecintaan yang amat dalam itulah para keluarga melakukan ritual perjumpaan dengan mayat keluarga untuk meluapkan rasa rindu.
Para keluarga biasanya akan menentukan waktu bersama untuk datang dan melakukan ritual Ma Nene bersama-sama dengan sudah mempersiapkan baju ganti dan alat untuk membersihkan jasad keluarga.
Advertisement
Ritual Ma Nene diawali dengan mengeluarkan jenazah yang berada di dalam peti dari patane. Satu patane bisa berisi puluhan peti mati, tergantung ukurannya. Setelah dikeluarkan, peti akan dibuka untuk menjemur jenazah.
Setelah kering, jenazah akan dikeluarkan dari peti dan dibersihkan. Beberapa jasad yang masih mengering utuh akan diberdirikan dan diganti pakaian oleh anggota keluarganya.
Setelah digantikan dan dibersihkan, jasad akan dikembalikan ke dalam peti, ditutup dan peti kembali dimasukkan ke dalam patane.