Baru-baru ini publik dihebohkan dengan agenda Munas HIPMI yang ricuh. Ricuhnya agenda itu viral di media sosial dan memancing perhatian dari berbagai pihak.
Menanggapi hal itu, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, juga memberikan pendapat terkait ricuhnya Munas HIPMI di Solo.
Ia ketika meninjau lokasi ricuhnya Munas mengatakan bahwa jika ada dinamika agar segera diselesaikan secara kekeluargaan. Simak ulasannya.
Advertisement
Munas HIPMI Ricuh
Pada Selasa (22/11) Munas HIPMI ricuh. Munas yang diselenggarakan di salah satu hotel di kota Solo tersebut kemudian meresahkan berbagai pihak.
Kericuhan itu terjadi lantaran ada perbedaan pendapat yang muncul pada saat rapat itu dilakukan. Perbedaan itu kemudian memanas dan berubah menjadi perseteruan.
Satu pihak menginginkan rapat untuk dilanjutkan, dan pihak yang lain minta agar rapat ditunda. Hal itulah yang menjadi sebab lahirnya dinamika dan kemudian kericuhan.
Advertisement
Gibran Turun Tangan
Menanggapi hal itu, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka pun turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Gibran bersama dengan Polisi datang langsung ke hotel dan mengecek lokasi TKP Munas HIPMI yang ricuh.
Selain mengecek bersama dengan polisi, ia juga memberikan tanggapan ketika ditanya.
“Pleno diselesaikan di siang hari, atau sore nanti,” ujar Gibran.
Advertisement
Jika Ada Dinamika Segera Diselesaikan
Selain memberikan tanggapan terkait peristiwa ricuhnya Munas HIPMI, Gibran juga meminta kepada peserta Munas untuk bisa menyelesaikan dinamika dengan cara kekeluargaan.
“Bisa berjalan dengan lancar semua, kalau ada dinamika, ya, segera diselesaikan,” terang Gibran.
Advertisement
Tidak Ingin Ada Kejadian Jelek
Gibran mengatakan jika Solo adalah tuan rumah dari berbagai kegiatan yang sejenis. Oleh karena itu ia tidak ingin ada kejadian-kejadian jelek di Solo.
“Kalau ada Munas, atau Muktamar atau apapun, ya diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” ujar Gibran.
“Kita nggak ingin ada kejadian-kejadian jelek di Solo. kita hanya jadi tuan rumah saja. Kita ingin semuanya selesai,” pungkas Gibran.