Siapa yang tak tahu dengan kerajaan Majapahit. Kerajaan yang bisa mempersatukan nusantara itu merupakan salah satu kerajaan terbesar di tanah air di masa lampau.
Salah satu rajanya yang terkenal adalah Brawijaya V. Dia adalah raja terakhir Majapahit yang menyimpan banyak versi perihal kematian dan akhir pemerintahannya.
Namun, versi terkuat adalah yang mengatakan bahwa makam Brawijaya V terletak di Mojokerto yang berada sekitar 200 meter dari kolam Segaran.
Sebuah video memperlihatkan makam kuno yang berada di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Makam itu disebut sebagai makam Brawijaya V. Berikut ulasannya.
Advertisement
Komplek Pemakaman Kuno Disebut Makam Brawijaya V
Dalam video yang diunggah oleh channel Youtube Megaluh Tv memperlihatkan kompleks pemakaman kuno yang ada di Mojokerto.
Di sana terdapat beberapa makam lain yang memiliki hubungan dengan Kerajaan Majapahit, seperti Putri Cempa (istri Brawijaya V), Eyang Supo (pembuat pusaka Majapahit) dan lain sebagainya.
Tidak hanya makam, di komplek pemakaman ini juga terdapat tempat pemujaan yang dahulu dipakai oleh Brawijaya V untuk bersemedi.
Advertisement
Makam Brawijaya V
Setelah melewati lorong dan makam-makam sang kerabat, makam Brawijaya V pun dikatakan terletak di kompleks pemakaman ini.
Makamnya bersebalahan langsung dengan istrinya, Putri Cempa. Nisan pada makan tersebut dibungkus rapi dengan kain putih.
Ketika dibuka, terdapat sebuah batu yang berukiran angka tulisan jawa kuno. Dikatakan bahwa batu nisan Brawijaya V tertulis ia wafat pada tahun 1448 Saka atau 1526 Masehi.
Advertisement
Kisah Wafatnya Brawijaya V
Meskipun tidak diketahui secara pasti kematian Brawijaya V. Namun, ada beberapa kisah yang menceritakan akhir dari masa pemerintahan raja Majapahit tersebut.
Kisah itu tidak lepas dari cerita pertemuannya dengan Sunan Kalijaga. Brawijaya V ditemui Sunan Kalijaga di Blambangan dan kemudian lahirlah sebuah dialog.
Dialog itu mengatakan bahwa Sunan Kalijaga diminta untuk mengasuh anak cucunya. Anak cucu Brawijaya V adalah sosok penting karena nantinya akan menurunkan pemimpin-pemimpin tanah Jawa.
Advertisement
Versi Brawijaya V Masuk Islam
Dikatakan bahwa Brawijaya V adalah raja terakhir Majapahit yang sudah masuk Islam. Ia masuk Islam karena ingin menikahi Putri Cempa dari Kamboja.
Ia selanjutnya berguru ke Sunan Ampel dan menyepi ke sebuah desa terpencil. Di desa tersebut Brawijaya V menutupi identitasnya sebagai seorang raja.
Brawijaya V berpesan bahwa ketika ia wafat, ia ingin dimakamkan di Majapahit. Ia juga meminta agar makamnya diberinama Sastrawulan. Sastra memiliki arti tulisan, sedangkan wulan berarti pelita dunia.