5 Fakta Terbaru Kematian Brigadir J, Sopir Istri Kadiv Propam Tewas Ditembak

Insiden bermula saat Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam Polri dan menodongkan senjata ke istri atasannya tersebut.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
5 Fakta Terbaru Kematian Brigadir J, Sopir Istri Kadiv Propam Tewas Ditembak
Ilustrasi Polisi. ©2021 Merdeka.com

Kasus kematian Brigadir Polisi (Brigpol) J yang ditembak oleh Bharada E diduga karena adanya pelecehan dilakukan Brigadir J terhadap istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Peristiwa itu terjadi di rumah jenderal bintang dua Polri itu, Jumat (8/7) lalu.

Brigpol J dan Bharada E merupakan anggota Brimob Polri yang bertugas pengamanan dan pengawalan di Propam Mabes Polri.

Insiden bermula saat Brigadir J disebut Mabes Polri memasuki kamar pribadi Kadiv Propam Polri dan menodongkan senjata ke istri atasannya tersebut.

Simak informasi selengkapnya berikut ini, Selasa (12/7).

Diketahui, jabatan Bharada E adalah Anggota Brimob yang bertugas di Divisi Propam sebagai pengawal Kadiv Propam. Sementara Brigadir J juga anggota Brimob yang bertugas di Propam dan ditugaskan sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata," ungkap Ramadhan.

Hasil olah TKP, lanjut Ramadhan, kejadian itu diketahui terjadi pada Jumat (8/7) lalu. Sejumlah saksi telah diperiksa, di antaranya istri Kadiv Propam Dan Bharada E yang menembak Brigadir J.

Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Brigadir J juga menodongkan pistol ke kepala istri Irjen Ferdy dan melakukan tindak pelecehan.

"Jadi gini, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar. Pelecehan," kata Ramadhan saat konferensi pers di Mabes Polri, Senin (11/7).

Lalu, Istri Kadiv Propam berteriak akibat pelecehan yang diduga dilakukan Brigadir J. Teriakannya meminta tolong lantas didengar oleh Bharada E di lantai atas rumah, yang kemudian turun dan memeriksa sumber teriakan.

Kehadiran Bharada E membuat Brigadir J panik. Pertanyaan yang dilontarkan Bharada E kepada Brigpol J justru direspons tembakan oleh Brigadir J yang telah berdiri di depan kamar.

Bharada E pun membalas tembakan yang dilepaskan Brigadir J. Terjadilah baku tembak antara sopir istri dengan pengawal Kadiv Propam tersebut.

"Pertanyaan Bharada E direspons oleh Brigpol J dengan melepaskan tembakan pertama kali kearah Bharada E," tutur Ramadhan.

"Brigadir J itu sopir (Istri Kadiv Propam), jadi melakukan tugas mengamankan tapi dia sopir-lah gitu. Memang dia (Brigadir J dan Bharada E) bagian dalam penugasan propam tersebut, semuanya keduanya staf Propam Mabes Polri," terang Ramadhan.

Dari hasil olah TKP, Brigadir J mengeluarkan tembakan sebanyak 7 kali. Sementara Bharada E membalas melepaskan tembakan sebanyak 5 kali.

Di lain sisi, pada saat insiden terjadi posisi Kadiv Propam tak berada di lokasi. Saat kejadian, Irjen Ferdy Sambo tengah melakukan tes PCR Covid-19.

"Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test," kata Ramadhan.


Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ©2022 Merdeka.com/istimewa

Ramadhan menambahkan, Irjen Ferdy Sambo baru mengetahui insiden baku tembak usai ditelepon oleh istrinya yang histeris akibat kasus tersebut.

"Kadiv Propam pulang ke rumah karena dihubungi istrinya yang histeris. Kadiv Propam sampai di rumah dan mendapati Brigadir J sudah meninggal dunia," papar Ramadhan.

Atas insiden ini, Irjen Ferdy Sambo segera melapor ke Kapolres Jakarta Selatan, hingga akhirnya dilakukan olah TKP oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

"Sehingga Kadiv Propam langsung menghubungi Kapolres dan selanjutnya dilaksanakan olah TKP," tandasnya.

Rekomendasi