Profil Brigjen TNI Orang Dekat Terawan, Kumpulkan Dokter Se-Indonesia Tandingi IDI?

Profil Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto orang dekat Terawan yang menjadi ketua PDSI.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Profil Brigjen TNI Orang Dekat Terawan, Kumpulkan Dokter Se-Indonesia Tandingi IDI?
Deklarasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). ©2022 Merdeka.com

Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) mendeklarasikan diri sebagai salah satu organisasi profesi kedokteran. Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto diketahui menempati posisi ketua PDSI. Lebih lanjut, dokter Jajang menjelaskan visi PDSI menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kesejawatan dan berwawasan Indonesia untuk dunia demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Meski berisikan dokter-dokter Indonesia, organisasi ini tidak ada kaitannnya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, PDSI ini disebut-sebut dapat berpotensi sebagai tandingan IDI. Lantas bagaimana profil Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto orang dekat Terawan yang menjadi ketua PDSI?

Melansir dari berbagai sumber, Kamis (28/4), simak ulasan informasinya berikut ini.

Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto membuat gebrakan baru dengan mendirikan Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). Ini merupakan salah satu organisasi profesi kedokteran.

Meski sama-sama menaungi dokter-dokter Indonesia, organisasi ini tidak berkaitan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). PDSI bahkan telah mengantongi SK Kemenkumham nomor AHU-003638.AH.01.2022 tentang pengesahan pendirian.

"Pada hari ini Rabu 27 April 2022 bertempat di Timur Room hotel Borobudur Jakarta Indonesia izinkan kami dengan kerendahan hati untuk mendeklarasikan berdirinya Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) sesuai dengan SK Kemenkumham nomor AHU-003638.AH.01.2022 tentang pengesahan pendirian," kata Ketua PDSI Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto.

Dokter Jajang mengatakan, visi PDSI menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kesejawatan, serta berwawasan Indonesia untuk dunia demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Lebih lanjut, Brigjen TNI ini menjelaskan PDSI memiliki tiga misi. Pertama yaitu mengayomi dokter dengan bersinergi bersama rakyat dan pemerintah dengan membentuk organisasi yang profesional. Kedua adalah meningkatkan taraf kesehatan rakyat Indonesia dan kesejahteraan anggota. Dan yang ketiga yakni mendorong inovasi anak bangsa di bidang kesehatan berwawasan Indonesia untuk dunia."Dengan demikian, PDSI berdiri atas cita-cita luhur para pendahulu di bidang ilmu kedokteran dengan mengutamakan nilai-nilai kebangsaan, kekeluargaan, sopan-santun, dan senantiasa mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran," ujar Jajang di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (27/4).

Sementara itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai PDSI adalah kelompok pemerhati kesehatan yang berpikiran konservatif."Kelompok ini adalah kelompok pemerhati kesehatan dan berpikiran konservatif yang menentang perubahan pendidikan kedokteran masa depan di Indonesia," kata Ketua Dewan Pertimbangan IDI, Prof dr Ilham Oetama Marsis kepada merdeka.com, Rabu (27/4).Menurut Prof Marsis, boleh saja sekelompok orang membentuk organisasi dan mendapatkan SK Kemenkumham meskipun tugas dan fungsinya tidak jelas. Prof Marsis juga mengingatkan PDSI mengenai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2004 tentang Tenaga Kesehatan (UU Tenaga Kesehatan). UU ini menegaskan setiap jenis tenaga kesehatan hanya dapat membentuk satu organisasi profesi. "Beda dengan IDI yang melekat dengan Undang-Undang Praktik Kedokteran 2004 dan Keputusan MK (Mahkamah Konstitusi)," imbuhnya.Ketua Terpilih PB IDI, Slamet Budiarto mengatakan PDSI berhak mengklaim telah mendapatkan SK Kemenkumham. Namun, dia mengingatkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan IDI sebagai satu-satunya organisasi profesi kedokteran yang sah di Indonesia."UU Praktik Kedokteran dan MK dua kali mengesahkan IDI sebagai organisasi tunggal," tegasnya kepada merdeka.com, Rabu (27/4)."Tapi apabila tidak mau berdiskusi secara kesejawatan dan hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan mendirikan organisasi tandingan, maka dipersilahkan keluar dari IDI. IDI adalah aset negara dan masyarakat Indonesia, sehingga harus dijaga keberadaannya," tegasnya lagi.

Terlepas dari itu semua, sosok Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto sukses mencuri perhatian. Jajang berprofesi sebagai dokter dengan latar belakang militer. Dia sudah banyak berkutat dalam Korps Kesehatan Militer selama berkarier menjadi seorang tentara. Jajang juga dikenal sebagai dokter spesialis bedah. Jenderal bintang satu ini bahkan pernah menjabat sebagai Kepala Kesdam II/Sriwijaya.

Dokter lulusan Magister administrasi rumah sakit (MARS) ini rupanya dikenal dekat dengan Mantan Menkes Letjen Purnawirawan Terawan Agus Putranto. Jajang diketahui pernah mengurus RSPAD Gatot Subroto bersama Terawan sebagai Direktur Pembinaan Penunjang Umum. Kebersamaan mereka ternyata terus berlanjut.Saat Terawan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kesehatan, Jajang menempati posisi sebagai staf khusus. Kini, Jajang didapuk sebagai Ketua Umum PDSI saat dideklarasikan di Hotel Borobudur

Rekomendasi