Bukan hanya prestasinya saja, sisi lain para jenderal polisi juga banyak menarik perhatian masyarakat. Salah satunya yaitu kisah cinta mantan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani. Berbeda dari yang lain, Jusuf melakukan pendekatan dengan cara unik.
Karena keunikan itulah yang membuat sang istri terpikat. Menariknya, sosok sang istri bukan orang sembarangan. Lantas bagaimana kisah cinta mantan Wakapolri Jusuf Manggabarani bersama sang istri?
Simak ulasannya berikut ini.
Advertisement
Panggilan Rambut Jagung
Mantan Wakapolri Jusuf Manggabarani bertemu pertama kali dengan sang istri, Sumiati di Karang Asem. Saat itu, Jusuf sedang melayat ke seorang polisi yang meninggal dunia karena bunuh diri.
Di waktu yang sama, Sumiati juga datang melayat membawa karangan bunga sebagai SPRI Kapolda.
Cara pendekatan yang dilakukan Jusuf kepada sang pujaan hati cukup unik. Bagaimana tidak, Jusuf tidak mengatakan pujian ataupun mengajak kenalan. Mantan Wakapolri ini justru mengejek wanita pujaan hatinya dengan panggilan "Hai rambut jagung, kurang gizi".
Mendengar panggilan tersebut Sumiati sempat terheran. Dia bertanya dalam hati 'siapa laki-laki itu?' Kok sok kenal sok dekat (SKSD). Namun, Sumiati yang berprofesi sebagai Polwan ini tidak mudah diganggu.
Apalagi saat itu dia tengah berada di rumah duka pada tahun 1977. Kala itu, Jusuf baru saja menyelesaikan sekolah pelopornya dan berusia 24 tahun.
Advertisement
Atur Strategi Demi Bertemu Kembali
Tak disangka, pertemuan tersebut lantas membuat Jusuf jatuh cinta. Dia kemudian putar otak atur strategi untuk bisa bertemu kembali dengan wanita pujaan hatinya. Dengan dibantu rekan-rekannya, akhirnya Jusuf membuat skenario pertandingan voli. Terlebih diketahui Sumiati memang dikenal piawai dalam olahraga itu."Lho, mana tim mainnya?" tanya Sumiati dikutip dalam buku 'Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara'.
Polwan angkatan I 1976 itu pun mulai menaruh curiga. Ternyata lawan Sumiati yaitu Tim Brimob dan Jusuf berada di dalamnya. Selama pertandingan itu pun Sumiati kerap disoraki, khususnya ketika beradu bola dengan Jusuf. "Cocok-cocok, pas-pas." Sumiati makin heran.Usai pertandingan tak menyenangkan itu, Sumiati hendak pulang. Karena sudah jatuh hati, Jusuf menarik tangan Sumiati untuk diantarnya pulang. "Saya yang antar pulang," kata Jusuf."Aduh terima kasih pak. Saya sudah ada yang mengantar," jawab Sumiati.
Kalimat Sumiati sopan dan dia mendudukkan Jusuf sebagai bapak karena statusnya sebagai perwira. Tetapi bukan Jusuf jika menyerah begitu saja. Dia tetap meraih tangan Sumiati untuk diantarnya pulang. "Naik sini!" Tubuh Sumiati pun digiring ke motor besar yang sudah disiapkan Jusuf.
Advertisement
Sikap Jusuf di Mata Sumiati
Pasca kejadian itu, hubungan keduanya semakin dekat. Sumiati tak kuasa menolak ajakan Jusuf untuk pergi menonton di bioskop. Sebelum masuk ke dalam studio, Sumiati berinisiatif membeli camilan."Eh jangan yang ini. Yang ini saja, jangan yang Silver Queen, mahal," tegas Jusuf."Lho kenapa pak? Saya mau Silver Queen," kata Sumiati."Enggak ada uangnya. Beli yang ini saja yang murah," jawab Jusuf.Alih-alih kesal, Sumiati justru terkesan dengan sikap Jusuf tersebut. Dia melihat adanya kejujuran, lugas, polos dan apa adanya dalam diri Jusuf. Hatinya pun seketika bergetar dan mulai berpikir sosok yang akan pendampingi Jusuf akan menjadi orang beruntung. Sejak saat itu Sumiati tak bisa melepaskan bayang-bayang akan wajah Jusuf. Dia selalu ingat penjelasan Jusuf yang mengaku uangnya hanta Rp1.000. Separuh sudah dibelikan tiket menonton, Rp50 untuk parkir, kalau beli Silver Queen Rp 500 sudah tidak cukup lagi."Dak ada lagi uangku," Sumiati begitu ingat kata-kata yang dilontarkan Jusuf. Sumiati tak bisa mengingkari jika dirinya jatuh cinta kepada sosoknya.
Advertisement
Sempat Terpisah Jarak
Karena tugas, dua insan yang tengah jatuh cinta ini harus berpisah. Jusuf ditugaskan di Timor Timur untuk menjalankan Operasi Wibawa. Mereka hanya bertegur sapa melalui surat berbulan-bulan. Hingga akhirnya Jusuf dan Sumiati kembali bertemu di pasar tradisional Bali.Mereka lantas mencurahkan rasa kangen yang tak tertahankan. Tak disangka, sejoli ini pun bersanding di pelaminan dengan jalan dari Sang Pencipta. Rumah tangga keduanya pun harmonis hingga sekarang. Jusuf dan Sumiati dianugerahi empat orang anak.Sepanjang perkawinan, Jusuf bahkan tidak pernah mengatakan 'aku cinta padamu Sumiati'. Sesekali Jusuf akan menyapa sang istri dengan panggilan mesra, 'Mba Sum'. Mba Sum kerap memanggil balik, 'bapak, bos atau komandan'."Kalau saya panggil mama wah ketawa dia," ungkap Jusuf.