Penyebab panas dalam biasanya terjadi karena panas yang ekstrem, makanan tertentu, atau faktor lainnya. Istilah panas dalam banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Meski sejatinya, dalam dunia medis tak ada istilah panas dalam.
Panas dalam merupakan kondisi yang bukan termasuk penyakit, melainkan kumpulan gejala dari penyakit di tenggorokan, atau gejala awal dari infeksi virus maupun bakteri. Biasanya ditandai dengan rasa sakit, kering, atau gatal di tenggorokan.
Nyeri di tenggorokan adalah salah satu gejala yang paling umum. Kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi, atau faktor lingkungan. Meski tak nyaman, panas dalam ini akan hilang dengan sendirinya.
Simak mengenai penyebab panas dalam yang patut dicegah berikut ini, seperti dihimpun dari Healthline, Jumat (4/2).
Advertisement
Jenis Panas Dalam dan Gejalanya
Sakit panas dalam di tenggorokan ini terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada tenggorokan yang merasa sakit, yaitu:
- Faringitis: memengaruhi daerah tepat di belakang mulut.
- Tonsilitis: pembengkakan dan kemerahan pada amandel, jaringan lunak di bagian belakang mulut.
- Laringitis: pembengkakan dan kemerahan pada kotak suara, atau laring.
Gejala sakit tenggorokan dapat bervariasi tergantung pada penyebab panas dalam itu. Biasanya gejala yang menyertai berupa:
- gatal
- terasa panas
- kering
- iritasi
- sakit saat menelan
- sakit saat berbicara
- bagian amandel memerah
- bercak putih atau nanah (dalam beberapa kasus)
Seiring dengan gejala yang disebutkan di atas, bisa berkembang dengan gejala penyerta seperti berikut:
- hidung tersumbat
- pilek
- bersin
- batuk
- demam
- panas dingin
- pembengkakan kelenjar di leher
- suara serak
- pegal-pegal
- sakit kepala
- kesulitan menelan
- kehilangan nafsu makan
Advertisement
Penyebab Panas Dalam
1. Alergi
Saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan. Umumnya tubuh akan melepaskan bahan kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan iritasi tenggorokan seperti panas dalam.
Kelebihan lendir di hidung bisa menetes ke bagian belakang tenggorokan. Ini disebut postnasal drip dan dapat mengiritasi.
2. Kurang Asupan Vitamin dan Mineral
Ketika mengalami panas dalam hingga sariawan, tak sedikit yang beranggapan bahwa kita kekurangan asupan vitamin C. Hal itu memang tidak salah, namun penyebab panas dalam juga dipicu saat tubuh kekurangan asupan vitamin B12 dan zat besi.
Penyebab panas dalam bahkan dikaitkan dengan kekurangan beberapa nutrisi seperti asam folat, seng, serta kalsium, sebagai pemicunya. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebutuhan nutrisi harian dengan selalu menjaga konsumsi makanan dengan kadar gizi seimbang.
Contoh pencegahannya, Anda bisa mendapatkan vitamin B12 di berbagai jenis ikan, daging, telur, hingga produk olahan susu. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan zat besi, Anda bisa memperolehnya dari hati, kacang-kacangan, bayam, tahu, dan kentang.
3. Udara Terlalu Kering
Udara lingkungan yang kering bisa menyedot kelembapan dari mulut dan tenggorokan. Sehingga menyebabkan tenggorokan Anda terasa kering dan gatal.
Advertisement
4. Kurang Asupan Air Mineral
Penyebab panas dalam selanjutnya bisa dipicu karena tubuh Anda kurang minum air putih. Kekurangan cairan dalam tubuh akan menimbulkan dehidrasi. Selanjutnya berkembang menjadi masalah kesehatan lain, seperti panas dalam, serta kondisi bibir yang berubah jadi kering bahkan pecah-pecah.
Alangkah baiknya atur pasokan cairan yang dibutuhkan tubuh Anda sesuai berat badan. Setidaknya konsumsi 8 gelas setiap harinya. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari panas dalam dan sariawan yang mengganggu.
5. Asap, Bahan Kimia, dan Iritan Lain
Banyak bahan kimia dan zat lain yang berbeda di lingkungan mampu mengiritasi tenggorokan dan membuat panas dalam, termasuk, polusi udara, produk pembersih, asap rokok dan tembakau, serta bahan kimia lainnya.
6. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun
Penyebab panas dalam berikutnya bisa terjadi karena sistem imunitas mengalami penurunan. Imun yang menurun disebabkan oleh banyak hal pemicu, salah satunya saat tubuh kekurangan zat besi.
Contoh saat tubuh kekurangan zat besi, maka kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah putih akan melemah ketika melawan infeksi. Hal ini akan berimbas jadi penyebab panas dalam dan terkadang disertai sariawan.
Sistem kekebalan tubuh yang menurun juga bisa terjadi saat Anda kekurangan tidur. Sehingga tubuh merasa kurang fit, lalu memicu munculnya gejala panas dalam. Setidaknya luangkan waktu untuk beristirahat yang cukup, sekira 6 sampai 8 jam di malam hari.
Advertisement
7. Pola Makan Tidak Sehat
Penyebab panas dalam juga bisa dipicu saat Anda mengonsumsi makanan secara asal-asalan. Terdapat sejumlah makanan yang mampu mengiritasi mulut.
Umumnya penyebab panas dalam karena terlalu banyak konsumsi minuman atau makanan yang pedas dan panas. Hal ini akan menimbulkan sensasi panas juga di tenggorokan. Sebab, sebagian orang kerap mengalami reaksi iritasi di permukaan lidah atau tenggorokan saat mengomsumsi makanan tertentu.
Ditambah lagi, jika Anda tidak gemar makan sayuran. Enggan menyantap buah dan sayur merupakan penyebab panas dalam. Padahal buah dan sayur mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda, seperti serat dan vitamin.
8. Infeksi Bakteri
Penyebab panas dalam hingga radang tenggorokan bisa munculnya karena adanya infeksi bakteri. Biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A yang berakibat sakit amandel.
Advertisement
Cara Mengatasi Panas Dalam
1. Konsumsi Air Jahe, Madu dan Lemon
Ramuan herbal yang terbuat dari jahe, lemon dan madu dipercaya mampu melegakan sakit tenggorokan. Karena mengandung antibakteri yang ringan.
Cara memanfaatkannya, cukup dengan satu sendok teh masing-masing bubuk jahe dan madu, 1/2 gelas air panas, dan 1/2 sari lemon yang diperas. Seduh bubuk jahe dengan air hangat, tambahkan jus lemon dan madu, lalu kumur.
2. Penuhi Cairan Tubuh
Minumlah air putih yang banyak sebagai pencegahan dan mengobati panas dalam. Bahkan cairan tubuh yang tercukupi akan membantu mengatasi bibir pecah-pecah dan tenggorokan kering.
3. Kumur Air Garam
Cara mengatasi maupun mencegah panas dalam bisa dengan mencoba berkumur air garam. Langkah mudahnya, Anda cukup siapkan segelas air putih hangat dan campurkan 1,5 sendok teh garam. Kumur di tenggorokan selama 10-15 detik. Ulangi 1-3 kali sehari untuk meredakan rasa sakit.
4. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sayur dan buah memiliki segudang manfaat luar biasa bagi tubuh. Selain mencukupi kebutuhan harian, kandungan nutrisinya akan menjaga sistem imun tubuh Anda. Sekaligus mengatasi panas dalam dan sariawan, bahkan mengatasi sembelit serta beragam keluhan sakit lainnya.