Dulu Dihina Jual Makanan Kelinci, Kini PKL 'Sarapan Bule' Sukses Omzet Rp3 Juta/hari

Cerita Pedagang Kaki Lima (PKL) pernah dicibir kini jualannya beromset jutaan rupiah per hari

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Dulu Dihina Jual Makanan Kelinci, Kini PKL 'Sarapan Bule' Sukses Omzet Rp3 Juta/hari
Cerita Bisnis Sukses PKL. Youtube/Indorasa 28 ©2022 Merdeka.com

Bisnis kuliner merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Tak heran, jika para pebisnis kuliner memiliki peluang cukup besar untuk berkembang.

Banyak orang kini mulai melakukan inovasi bisnis kuliner yang bisa menarik minat pembeli dari berbagai kalangan. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) satu ini.

Ia berhasil menciptakan inovasi hidangan sarapan 'ala bule' yang dikemas lebih ekonomis. Meski hanya berjualan di pinggir jalan, ia mampu meraup omset hingga jutaan rupiah per hari. Simak ulasannya:

Jual Sarapan Ala Bule

Melansir dari unggahan video di kanal Youtube Indorasa 28, membagikan kisah seorang pria yang berhasil menciptakan inovasi ide jualan tak biasa. Berbekal pengalamannya yang pernah bekerja di hotel, pria tersebut kemudian terinspirasi untuk menjual menu sarapan 'ala bule' dengan harga yang lebih ekonomis.

"Idenya dulu pernah bekerja di hotel terus kebetulan mau jualan malam tapi kok hujan terus akhirnya tak ganti pagi. Biasanya orang si menyebutnya English Breakfast atau American Breakfast," kata pedagang tersebut.

Mengadaptasi sarapan ala orang-orang luar negeri, pria tersebut berjualan menu sarapan berupa roti yang dikombinasikan dengan telur dan sosis lengkap dengan salad.

Pernah Dicibir


Meski pernah dicibir karena dianggap berjualan 'pakan kelinci', pria tersebut justru berhasil membuktikan jika dagangannya itu banyak diminati oleh masyarakat. Setiap harinya, pria yang berjualan di area Lapangan Olah Raga Gulun Kota Madiun, Jawa Timur itu bahkan kini bisa menghabiskan sampai 20 kilogram telur.

"Tapi emang (makanan) ini di sini masih awam banget pengenalanannya dulu agak susah. Kalau sekarang sabtu dan minggu itu bisa (habis) 20 kilogram lebih telur," ungkapnya.

Bahkan, karena ide jualannya yang tak biasa itu beberapa stasiun televisi sudah pernah meliputnya. "Sering dicibir apalagi sama temen sendiri, istilah jawa-nya. Ini kan (makanan) banyak sayuran-sayuran terus dibilang gini 'makanan kelinci saja mana laku' tapi sekarang Alhamdulillah sudah di liput juga di banyak TV," ungkap pria tersebut.

Kini Punya Omset Jutaan

Meski hanya berjualan dengan gerobak di pinggir jalan, pedagang tersebut mengaku bahwa ia bisa mendapatkan omset mencapai jutaan rupiah setiap harinya. Bahkan, saat akhir pekan omsetnya bisa naik sampai dua kali lipat. "Kalau hari biasa omset kurang lebih Rp1,5 juta bisa lebih. Kalau hari Sabtu dan Minggu itu biasanya Rp3 juta sampai Rp3,5 juta," ungkap pedagang tersebut.

Mengaku mengeluarkan modal awal berjualan sebesar Rp5 juta, jika dihitung setiap minggunya pedagang tersebut bisa mengumpulkan uang mencapai Rp10 juta. Dengan begitu, inovasi bisnis kuliner tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu inspirasi ide bisnis yang cukup menjanjikan.

Rekomendasi