Perjuangan Ayah Antar Pria Ini jadi Tentara, Tak Sempat Lihat Anak Sukses

Dia didampingi sang ayah saat melakukan latihan fisik. Berkat hal itu, ia berhasil menjadi seorang tentara.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Perjuangan Ayah Antar Pria Ini jadi Tentara, Tak Sempat Lihat Anak Sukses
Perjuangan Ayah Antar Pria Ini jadi Tentara. Instagram @tentara.idn ©2022 Merdeka.com

Perjuangan ayah bagi buah hatinya memang tak bisa tergantikan dengan apapun. Seperti kisah seorang prajurit TNI berikut ini.

Dia didampingi sang ayah saat melakukan latihan fisik. Berkat hal itu, ia berhasil menjadi seorang tentara.

Namun, ada hal lain yang rupanya tak tersampaikan kepada sang ayah. Ayah telah pergi untuk selamanya, tak sempat melihatnya sukses. Berikut ulasannya,

Kedekatan dari seorang prajurit TNI dengan sang ayah berikut ini tak bisa diremehkan. Hal itu terlihat dari sebuah video yang diunggah pada akun Instagram @tentara.idn.

Di dalamnya, nampak deretan perjuangan seorang ayah yang terus mendukung putranya saat hendak mengikuti seleksi TNI. Benar saja, berkat hal itu, sang putra pun berhasil menggapai asa.

"Dulu papa selalu dampingi saya pas lagi latihan guys. Beliau semangat banget kalau buat anaknya, apapun itu," tulisnya.

"Sampai lah menjalani tes hingga tingkat pusat dan syukur alhamdulillah diberikan kelulusan," sambungnya.

Keberhasilannya kala itu membuat dirinya terpaksa harus meninggalkan orang-orang terkasih, termasuk sang ayah. Saat pendidikan, dia pun lantas berharap bakal mengucap terima kasih kepada sang ayah.

"Dan saya punya cita-cita pulang ke rumah untuk hormat menghadap beliau dengan bangga karena posisi waktu itu beliau masih menjadi prajurit TNI aktif," tulisnya.

"Saya ingin mencium kakinya, memeluknya, membalas budi semua yang telah beliau berikan kepada saya selama saya berjuang," tambahnya.

Kini, harapan tersebut tak bakal terjadi. Sang ayah telah lebih dulu berpulang sebelum ia sempat kembali.

"Tapi takdir berkata lain, ternyata Allah lebih sayang dengan beliau," ungkapnya.

Rasa pahit kehilangan sang ayah pun benar-benar begitu terasa. Kala itu, ia pun tak bisa mengantar kepergian sang ayah lantaran terikat karantina pendidikan militer.

"Dan waktu papa saya meninggal, saya masih dalam karantina pendidikan dan tidak diperbolehkan untuk pulang," sambungnya.

Video

Berikut video selengkapnya,

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by TENTARA INDONESIA 👮 (@tentara.idn)

Baca Juga Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, TNI Tanam Kedelai-Tebu
Halaman Berikutnya Panduan Pencairan PIP 2026, Mulai dari Syarat, Cara Cek Penerima, hingga Besaran Bantuan
Rekomendasi