Bagi sebagian generasi muda, berternak menjadi suatu pekerjaan yang seringkali jarang diminati. Meski demikian, berternak justru dipandang Fuad Paturohman sebagai salah satu peluang besar untuk mendatangkan keuntungan.
Bahkan, ia rela melepas kenyamanan sebagai seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk sesuatu hal yang tak pasti.
Awal merintis usaha di bidang peternakan pun juga menjadi jalan yang tak mudah. Banyak kesulitan hingga cibiran dari orang lain lantaran pilihannya kala itu.
Namun, hal itu justru membuat semangatnya terus membara hingga mengantarkannya sukses di usia yang masih begitu muda. Lantas, seperti apa ceritanya? Melansir dari kanal YouTube Jagadtani TV, Jumat (3/12), berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Awal keputusan nekat dari Fuad kala itu memang cukup kuat. Sejak masih berstatus sebagai pegawai BUMN, Fuad pun telah menjajal dunia ternak kambing namun masih sebagai perantara atau calo.
"Awalnya itu saya dari pedagang, kalau sekarang istilahnya calo, itu waktu tahun 2013," ungkapnya.
"Saat itu, saya masih bekerja di perusahaan di Jakarta. Dulu memang saya bekerja di BUMN, tahun 2012 saya masuk. Setelah saya masuk kerja, ada jalan lah saya masuk ke dunia kambing," terangnya.
Advertisement
Sama halnya dengan yang lain, Fuad pun juga pernah menganggap usaha ternak kambing sebagai pekerjaan yang remeh. Namun, ia segera berpikiran terbuka dengan mencoba peruntungan untuk terus mendapatkan penghasilan dari usahanya kala itu.
"Dulu ya saya menganggap, apa sih cuma seekor kambing gitu. Terus saya akhirnya mulai penasaran dengan harga-harga kambing, harus dapat cuan nih," katanya.
"Karena kalau berternak belum merasakan cuan, ya nggak mau sekali-sekali berternak," tuturnya.
Advertisement
Sering mendapatkan keuntungan berlipat membuat Fuad semakin ketagihan untuk terjun langsung dan mengembangkan usahanya. Setelah itu, muncul motivasi baginya untuk kemudian berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai BUMN.
Namun, keputusan itu tak datang seketika. Berulang kali mempertimbangkannya, Fuad lantas nekat untuk keluar dan fokus pada usaha menjadi peternak kambing meski menemui jalan yang tak mudah.
"Memutuskan resign itu sulit dan memulai di dunia kambing ini juga sulit, gak mudah," ceritanya.
Advertisement
Salah satu rintangan yang dihadapi Fuad di masa awal-awal statusnya sebagai seorang peternak, ia kerap mendapatkan pandangan negatif. Beberapa kawan yang bertandang ke kandang seringkali mengejek kondisi usahanya tersebut.
Namun, ia justru pantang menyerah. Hal itu berhasil diubahnya menjadi cambuk penyemangat untuk terus mengembangkan usaha ternak kambing miliknya sendiri.
"Dulu juga sering dicibir sama teman kalau ke sini, apa ini kandang begini. Tapi ya itu saya jadikan motivasi malah untuk semoga bisa berkembang lagi," katanya.
"Di tahun ketiga saya menggeluti dunia dagang, hasilnya itu saya sisihkan, pasti saya sisihkan. Sebagian saya tabung lalu saya buat kandang, dulu bilik bambu," sambungnya.
Advertisement
Perlahan namun pasti, usaha peternakan Fuad menemui titik terang. Usahanya semakin berkembang dan bahkan ia telah mendapatkan keuntungan berlipat di usianya yang masih relatif muda.
Salah satu hal yang menjadi pijakan dasar baginya untuk beralih menjadi peternak kambing yaitu lantaran keyakinan diri. Ia percaya, usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.
"Ini adalah salah satu sunnah Rasulullah yaitu menggembala hewan, kambing. Dan banyak sejuta manfaat dari ternak kambing ini. Buat milenial ya, usaha kambing ini bukan usaha tahunan, ini bisa menjadi konsumsi bulanan, mingguan. Jangan pernah menyerah," tegasnya.