Awas Penipuan Bermodus Tawarkan Lelang Kemenkeu, Pelaku Catut Nama & Foto Orang Lain

Hati-hati penipuan kerap terjadi melalui media sosial. Baru-baru ini terungkap percobaan penipuan bermodus menawarkan barang lelang yang mencatut nama Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI).

Rita
Oleh Rita - Reporter
Awas Penipuan Bermodus Tawarkan Lelang Kemenkeu, Pelaku Catut Nama & Foto Orang Lain
Penipuan pakai identitas orang lain. ©2021 Merdeka.com

Hati-hati penipuan kerap terjadi melalui media sosial. Baru-baru ini terungkap percobaan penipuan bermodus menawarkan barang lelang yang mencatut nama Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI).

Parahnya, pelaku mencatut identitas dan foto orang lain. Tentu saja hal ini amat merugikan orang yang dicatut identitas dan fotonya.

Seorang warga DKI Jakarta bernama Mardanih baru saja mengalaminya. Nama dan fotonya dicatut pelaku yang mencoba melakukan penipuan.

Peristiwa ini bermula saat korban dihubungi temannya bernama Fajri, Selasa (5/10) kemarin. Saat itu sang teman menanyakan apakah korban memiliki nomor telepon dan WhatsApp lain selain yang diketahuinya.

"Saya bilang saya cuma punya satu nomor telepon dan WhatsApp yang disimpannya. Enggak ada yang lain," katanya, Rabu (6/10).

Sang teman kemudian menjelaskan bahwa ada seseorang yang menghubungi ponsel ibunya melalui WhatsApp dengan nomor +6281279479741 dan mengaku sebagai korban. Pelaku menggunakan nama dan foto korban dalam profil WhatsAppnya.

Pelaku mengira nomor yang dihubungi masih dipegang oleh teman korban. Padahal sudah sejak lama nomor tersebut diberikan kepada sang ibu untuk digunakan.

Kepada sang ibu, pelaku kemudian mengaku teman anaknya. Pelaku menawarkan barang-barang hasil lelangan dari Kementerian Keuangan.

"Ibu teman saya lalu langsung lapor ke teman saya. Teman saya terus coba hubungi pelaku lewat video call tapi enggak diangkat. Lalu di WhatsApp sama teman saya dan dibalas,"

"Teman saya minta supaya pelaku mengangkat video call. Tapi pelaku menolak dengan dalih hal itu dilarang dalam acara pelelangan internal Kemenkeu," katanya.

Sadar pelaku bukanlah temannya, Fajri lantas langsung menghubungi dirinya dan menceritakan kejadian tersebut. Bukti screenshoot profil WhatsApp pelaku yang mencatut foto dan nama korban juga dikirim. Begitu juga screenshoot chatting dengan pelaku dan barang-barang lelang Kemenkeu yang ditawarkan.

Usai mendapat kabar dari temannya, korban lantas mencoba menghubungi pelaku lewat nomor WhatsApp lain. Namun, pelaku tak menjawab dan meresponsnya.

Korban kemudian menginfokan kepada teman-temannya melalui media sosial agar tak mengubris jika ada orang yang mengatasnamakan dirinya menawarkan atau meminta sesuatu. Sebab itu bukanlah dirinya.

Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke Paroli Siber Dittipidsiber Bareskrim Polri lewat patrolisiber.id.

"Sebagai antisipasi bahwa itu memang bukan saya. Saya harap polisi segera membongkar kejadian seperti ini, karena ini bahaya betul buat banyak orang dan juga korban. Karena identitas dan foto orang yang tak tahu apa-apa dipakai oleh pelaku seenaknya," katanya.

Halaman
Rekomendasi