Bagi umat Islam, cara menjamak sholat fardhu wajib diketahui dengan baik. Dalam Agama Islam, Allah SWT memberikan kemudahan yang luar biasa bagi umat-Nya untuk menunaikan ibadah.
Ada berbagai keringanan yang dapat dipilih umat Islam untuk menunaikan ibadah sholat wajib. Salah satunya yakni dengan cara menjamak sholat.
Terkadang, ada berbagai urusan atau sesuatu hal yang menyebabkan kita rentan meninggalkan sholat. Sebagai solusinya, Allah SWT menghadirkan cara menjamak sholat yang patut untuk dipelajari dan dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu.
Secara garis besar, cara menjamak sholat fardhu tersebut yakni sama halnya dengan meringkas atau memperpendek jumlah rakaat sholat. Secara etimologi, jamak berarti mengumpulkan atau menghimpun.
Lantas, bagaimana cara menjamak sholat beserta syarat hingga bacaannya? Simak rangkuman berikut ini yang berhasil dilansir berbagai sumber.
Advertisement
Dalil Sholat Jamak
Meringkas sholat bukan berarti berlaku bagi semua sholat lima waktu. Melansir dari laman NU, sholat yang dapat dijamak yakni terbagi menjadi dua jenis.
Pertama, jamak taqdim yakni meringkas waktu sholat Dzuhur dan Ashar atau sholat Maghrib dan Isya' dalam satu waktu di awal sholat pertama. Kedua, jamak ta'khir yakni meringkas sholat Dzuhur dan Ashar atau sholat Maghrib dan Isya' dalam satu waktu di akhir sholat kedua.
Ada pun dalil yang mengatur cara sholat jamak serta diperbolehkannya menunaikan sholat dengan cara diringkas yakni sebagai berikut,
"Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Dzuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Dzuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Dzuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib." (HR. Abu Daud).
Sama halnya dengan hadits riwayat sebelumnya, Rasulullah dalam hadits riwayat Muslim juga diceritakan pernah menggabungkan sholat tatkala sedang menempuh perjalanan tanpa rasa takut. Berikut bunyinya,
"Yahya bin Yahya bercerita kepada saya dan berkata: saya menceritakan kepada Malik hadits dari Abu Zubair, dari Said bin Zubair, dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW pernah menggabungkan antara shalat Zhuhur dan shalat Ashar ataupun Maghrib dan Isya’dalam satu waktu dalam keadaan tanpa rasa takut maupun sedang dalam perjalanan." (HR. Muslim).
Advertisement
Syarat Diperbolekan Sholat Jamak
Terdapat beberapa keadaan yang diperbolehkan bagi umat Islam untuk melaksanan sholat dengan cara dijamak. Berikut beberapa sebab yang diperbolehkan berdasarkan dari kesepakatan ulama:
1. Hujan
Berdasarkan hadits, Rasulullah diketahui pernah menjamak sholat ketika hujan lebat. Hal ini mendasari ulama, umat Islam dapat menjamak sholat tatkala hujan turun.
"Sesungguhnya Nabi saw menjamak shalat Maghrib dengan shalat Isya’ di suatu malam yang sedang hujan lebat." (HR. Bukhari).
2. Musafir
Kedua, umat Islam diperbolehkan untuk menjamak sholat tatkala sedang dalam perjalanan. Bepergian yang dimaksud adalah seseorang yang tengah melakukan perjalanan ke tempat lain karena suatu kepentingan.
3. Saat Berada di Arafah & Muzdalifah
Ketiga, saat seorang muslim sedang menunaikan haji dan berada di Padang Arafah dan Muzdalifah, maka ia diperbolehkan untuk menjamak sholat. Umumnya, sholat Dzuhur boleh diringkas dengan Ashar ketika di Padang Arafah, sementara itu sholat Maghrib dan Isya' boleh dilakukan dengan jamak ta'khir di Muzdalifah.
Advertisement
Tata Cara Menjamak Sholat: Jamak Taqdim
1. Syarat
Melansir dari laman NU, terdapat 4 syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk menjalankan jamak taqdim. Pertama, harus mendahulukan sholat yang pertama. Kedua, bacaan niat. Ketiga berurutan. Dan terakhir, saat mengerjakan sholat yang kedua masih berada di dalam perjalanan.
2. Niat
- Sholat Dzuhur dengan Sholat Ashar
"Ushollii fardhol dhuhri arba'a roka'aatin majmuu'an ma'al ashri jam'a taqdiimi lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat digabung dengan sholat Ashar jamak taqdim karena Allah Ta'aala."
- Sholat Maghrib dengan Sholat Isya'
"Ushollii fardhol maghribi tsalaatsa roka'aatin majmuu'an ma'al isya'i jam'a taqdiimi lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat digabung dengan sholat Isya jamak taqdim karena Allah Taaala."
Tata Cara Menjamak Sholat: Jamak Ta'khir
1. Syarat
Sama halnya dengan jamak ta'dim, jamak ta'khir juga memiliki syarat tertentu. Pertama, cara menjamak sholat ta'khir harus dilakukan dalam waktu sholat kedua. Yang kedua, seorang muslim harus mengerjakan salat kedua saat masih berada di dalam perjalanan.
2. Niat
- Sholat Ashar dengan Sholat Dzuhur
"Ushollii fardhol ashri arba'a roka'aatin majmuu'an ma'al dhuhri jam'a takhiir lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku niat sholat fardhu Ashar empat rakaat digabung dengan sholat Dzuhur jamak ta'khir karena Allah Ta'aala."
- Sholat Isya' dengan Sholat Maghrib
"Ushollii fardhol isya'i arba'a roka'aatin majmuu'an ma'al maghribi jam'a takhiiri lillaahi ta'aalaa."
Artinya:"Aku niat sholat fardhu 'Isya empat rakaat digabung dengan sholat Maghrib jamak ta'khir karena Allah Ta'aala."