Momen Jenderal AH Nasution Turun Pesawat Disambut Para Jenderal Rusia, Membanggakan

Momen Jenderal AH Nasution disambut para Jenderal Rusia.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Momen Jenderal AH Nasution Turun Pesawat Disambut Para Jenderal Rusia, Membanggakan
Momen Jenderal AH Nasution Disambut Para Jenderal Rusia. Instagram nofriyanti_herwinda ©2021 Merdeka.com

Sosok Jenderal AH Nasution begitu dikenal di negara-negara luar, salah satunya Uni Soviet. Nasution memiliki pengaruh karena pemikirannya yang positif untuk bangsa.

Seperti dalam video ini, Jenderal AH Nasution tampak disambut oleh para jenderal Rusia saat turun dari pesawat. Bahkan, mereka mengatakan Jenderal AH Nasution sebagai tamu istimewa.

Lantas bagaimana momen Jenderal AH Nasution disambut para jenderal Rusia?

Melansir dari akun Instagram nofriyanti_herwinda, Kamis (23/9), simak ulasan informasinya berikut ini.

Video kunjungan Jenderal AH Nasution ke Moskow menjadi viral di media sosial. Kunjungan yang dilakukan pada tahun 1962 ini menunjukkan bagaimana Jenderal Nasution disambut hangat di Uni Soviet.

"Pada hari ini juga di Bandara Vnukovo, Moskow. Kami kedatangan satu lagi tamu lain," ujar pria yang menjelaskan situasi dalam video.

"Moskow kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah menteri pertahanan Indonesia yaitu Jenderal Nasution," lanjutnya berbahasa Rusia.

Jenderal AH Nasution juga dianggap sebagai tamu istimewa bagi Uni Soviet. Bahkan, Menteri Pertahanan Indonesia ini disambut para Jenderal Rusia usai turun dari pesawat.

"Ini adalah kunjungan yang kedua kali bagi Jenderal Nasution ke Uni Soviet," ungkapnya."Jenderal Nasution mengatakan bahwa kami telah banyak menerima bantuan dari Uni Soviet," tutupnya.

Melansir dari laman resmi kemlu.go.id, puncak "kemesraan" hubungan Indonesia-Uni Soviet terjadi pada tahun 1956-1962. Tercermin dari adanya kedekatannya hubungan kedua kepala negara dengan saling kunjung.

Pada tanggal 28 Agustus-12 September 1956 Presiden Soekarno berkunjung ke Moskow. Kemudian pada Februari 1960 Perdana Menteri Nikita Khuschev berkunjung ke Indonesia.

Dari saling kunjung ini membuahkan hasil cukup baik. Tercapai kesepakatan-kesepakatan peningkatan hubungan dan kerjasama di berbagai bidang. Mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, kemanusiaan maupun militer. Seperti pengucuran bantuan dana, pembangunan berbagai proyek dan pemasokan peralatan militer dari Uni Soviet untuk Indonesia. Proyek pembangunan bantuan dari Uni Soviet pun digalakan. Seperti pembangunan Rumah Sakit Persahabatan, Stadion Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, pembangunan jalan, jembatan dan lapangan terbang di sejumlah daerah di Indonesia.

Lalu pembangunan pabrik baja dan fasilitas-fasilitas lainnya. Uni Soviet juga memiliki peranan dalam pembebasan Irian Barat.

Berikut videonya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Nofri Yanti Herwindaaa (@nofriyanti_herwinda)

Baca Juga Inggris Uji Coba Rudal Jarak Jauh Nightfall, Siap Dipasok ke Ukraina
Halaman Berikutnya Sebelum Ditanam, Kenali 12 Tanaman Hias Beracun yang Perlu Dijauhkan dari Anak dan Hewan
Rekomendasi