Sholat Tasbih di Malam Lailatul Jaiza, Ketahui Niat, Tata Cara dan Keutamaannya

Nabi Muhammad SAW bahkan menyarankan mengerjakan sholat tasbih pada hari Jumat, serta dapat dilakukan sekali setiap hari tersebut. Sesuai dengan namanya, sholat ini mengandung bacaan tasbih yang berjumlah 300 kali.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Sholat Tasbih di Malam Lailatul Jaiza, Ketahui Niat, Tata Cara dan Keutamaannya
ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Sholat tasbih merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan oleh para ulama, terutama di malam Lailatul Jaiza. Pada malam tersebut dipercaya bahwa seluruh doa dan amalan baik yang dilakukan umat Islam akan diterima, bahkan dikabulkan oleh Allah SWT.

Meski begitu, sholat tasbih dapat ditunaikan kapan saja. Terlepas dari malam Lailatul Jaiza, sholat tasbih bisa dilakukan setidaknya sekali seumur hidup, sebulan sekali, atau setahun sekali.

Nabi Muhammad SAW bahkan menyarankan mengerjakan sholat tasbih pada hari Jumat, serta dapat dilakukan sekali setiap hari tersebut. Sesuai dengan namanya, sholat ini mengandung bacaan tasbih yang berjumlah 300 kali.

Patut diketahui, ini merupakan sholat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang diajarkan kepada Sayyidina Abbas ibn Abdul Muthalib.

Berikut tata cara sholat tasbih beserta bacaan niat dan keutamaannya, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (13/8).

Sholat tasbih dapat diamalkan setiap hari atau setiap malam. Jika tidak sanggup maka sekali seminggu, kalau masih tidak bisa, dapat dilakukan sebulan sekali atau satu tahun sekali. Setidaknya kerjakan sholat tasbih sekali seumur hidup.

Sholat tasbih dapat ditunaikan pada siang atau malam hari, selama tidak di waktu yang dilarang untuk sholat.

- Jika dikerjakan pada siang hari, hendaklah mengerjakan 4 rakaat dengan sekali salam.

- Jika pada malam hari, hendaknya 4 rakaat namun menggunakan 2 kali salam.

Dikutip dari NU Online, dalam kitab Al-Adzkâr, Imam Al-Nawawi menjelaskan pendapatnya tentang tata cara dan waktu sholat tasbih.

"Bila sholat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat)."

Tata cara sholat Tasbih telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW kepada bapak saudaranya, Abbas seperti hadis berikut.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sembahyanglah empat (4) rakaat. Engkau bacakan pada setiap rakaat, Surah al-Fatihah dan diikuti dengan membaca surah. Selepas itu bacalah (tasbih): Allahhu akbar, walhamdulillahi, wasubhana Allah 15 kali sebelum engkau ruku. Kemudian ruku dan baca (tasbih) 10 kali.

Kemudian angkat kepala kamu (iktidal) dan baca (tasbih) 10 kali. Kemudian sujud, bacalah (tasbih) 10 kali. Kemudian angkat kepala engkau (duduk antara dua sujud) dan bacalah (tasbih) 10 kali.

Kemudian sujud dan bacalah (tasbih) 10 kali dan sebelum engkau bangun berdiri (10 kali tasbih). Maka kesemua itu 75 (tasbih) pada setiap rakaat, dan jumlah semuanya pada 4 rakaat sebanyak 300 kali." (HR. Tirmidzi)

Berdasarkan penjelasan hadis tersebut, disimpulkan tata cara sholat tasbih sebagai berikut:

1. Pelaksanaan sholat tak jauh berbeda dengan sholat lainnya, baik syarat maupun rukun. Sementara letak perbedaan ada tambahan bacaan kalimat tasbih dalam jumlah tertentu. Membaca niat dan takbiratul ikhram.

Bacaan Niat:
Niat sholat tasbih empat rakaat dengan satu salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi arba'a rak'ātin lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku menyengaja salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala."

Niat sholat tasbih empat rakaat dengan dua kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT."

2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku' terlebih dahulu membaca kalimat tasbih, subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar sebanyak 15 kali. Kemudian melakukan ruku'.

3. Pada saat ruku', sebelum bangun untuk i'tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali.

4. Pada saat i'tidal sebelum turun untuk sujud, terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.

5. Selanjutnya saat sujud yang pertama, sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian duduk di antara dua sujud.

6. Pada saat duduk di antara dua sujud, sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali.

7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.

8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung berdiri memulai rakaat yang kedua, tapi duduk terlebih dahulu untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.

1. Tasbih Adalah Kalimat yang Dicintai Allah

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT menyukai tasbih, maka perbanyaklah bertasbih.

"Suatu hari Rasulullah ditanya apakah ucapan yang paling unggul? Rasulullah menjawab:'Yang dipilih Allah swt terhadap para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan: Subhanallahi wa bihamdihi." (HR. Muslim)

2. Diampuni Dosanya

"Dari Abdullah bin Abbas radliyallâhu 'anhu bahwa Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib:

"Wahai Abbas, pamanku, tidakkah aku memberimu? Tidakkah aku memberi tahumu? Tidakkah aku lakukan kepadamu? Sepuluh perkara bila engkau melakukannya maka Allah ampuni dosamu; yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tak dilakukan karena kesalahan dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan...," (HR. Abu Dawud)

3. Memberatkan Timbangan Amal

Sejatinya tak ada yang dapat menjamin perbuatan buruk akan lebih ringan daripada baiknya. Maka melalui tasbih ini diyakini mampu memberatkan timbangan amal.

Rasulullah bersabda, "Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal dan keduanya disukai oleh Allah, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim'." (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Miliki Perkebunan Kurma di Surga Kelak

Kehidupan setelah kematian, untuk bisa menetap di surga merupakan impian sebagian besar orang. Apalagi ditambah dengan memiliki perkebunan kurma di surga-Nya nanti.

"Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahil azhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga."(HR. Tirmidzi)

5. Menghadapi Persoalan Penting

Hidup tak selamanya berjalan mulus. Acap kali masalah besar menghadang dan terasa tak sanggup menyelesaikan. Melalui tasbih dan doa ini, seperti teladan Rasul SAW, supaya dipermudah menyelesaikan masalah dengan perasaan lebih tenang.

"Diriwayatkan dari Abu Hurairah, RA bahwa jika Rasulullah SAW menghadapi persoalan penting, maka beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan: Subhanallahil azhim, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qoyyum (Wahai Rabb Yang Maha Hidup)." (HR.Tirmidzi)

Rekomendasi