Hari Raya Idul Adha adalah momen penuh keberkahan yang ditunggu-tunggu umat Muslim setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Selain identik dengan ibadah kurban, umat Islam juga disunnahkan untuk melaksanakan sholat Idul Adha sebagai bentuk syukur dan pengingat atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Agar ibadah ini lebih bermakna dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, penting bagi kita memahami niat, tata cara pelaksanaan, hingga sunnah-sunnah yang dianjurkan saat sholat Idul Adha.
Advertisement
Apa Itu Sholat Idul Adha?
Sholat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Dilaksanakan pada pagi hari 10 Dzulhijjah, sholat ini terdiri dari dua rakaat dan disunnahkan dilakukan secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjid besar.
Bukan sekadar ibadah rutin tahunan, sholat Idul Adha juga menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan bentuk penghambaan tulus kepada Allah SWT.
Advertisement
Hukum dan Keutamaan Sholat Idul Adha
Para ulama sepakat bahwa hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkadah. Artinya, sangat dianjurkan untuk dikerjakan meskipun tidak wajib. Rasulullah SAW secara konsisten melaksanakan sholat ini selama hidupnya.
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa Rasulullah selalu mengerjakan dua sholat hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Bahkan, dalam hadis riwayat Abu Daud dari Ummu Athiyyah RA, Rasulullah menganjurkan semua muslimah, termasuk yang sedang haid, untuk keluar menyaksikan sholat Ied (meski tidak ikut melaksanakan).
Advertisement
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Waktu sholat dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk menyegerakan sholat Idul Adha dibandingkan dengan Idul Fitri, guna memberikan waktu lebih panjang untuk pelaksanaan ibadah kurban. Jika hari raya diketahui setelah tergelincir matahari, maka sholat boleh dilakukan keesokan harinya.
Advertisement
Niat Sholat Idul Adha
Niat merupakan unsur penting dalam setiap ibadah. Sholat Idul Adha juga harus diawali dengan niat, baik dilakukan sebagai imam, makmum, atau secara munfarid (sendiri).
Berikut bacaan niat sholat Idul Adha:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini imaaman lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala"
Untuk Makmum:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala"
Untuk yang Sholat Sendiri:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Ushalli sunnatan li 'iidil adha rak'ataini lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala"
Advertisement
Tata Cara Sholat Idul Adha Sesuai Sunnah
Berikut tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha dua rakaat secara ringkas namun lengkap:
Rakaat Pertama:
- Takbiratul ihram sambil mengangkat tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar”.
- Membaca doa iftitah.
- Melakukan takbir sebanyak 7 kali (selain takbiratul ihram), di sela-selanya dianjurkan membaca zikir seperti: “Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallaah, wallahu akbar.”
- Membaca Surat Al-Fatihah, dilanjutkan surat pendek (disunnahkan surat Al-A’la).
- Rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti sholat biasa.
- Bangkit ke rakaat kedua.
Rakaat Kedua:
- Setelah takbir bangkit, takbir ulang sebanyak 5 kali, diselingi zikir.
- Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat pendek (disunnahkan surat Al-Ghasyiyah).
- Melanjutkan gerakan rukuk, sujud, hingga salam penutup.
Setelah salam, sholat Ied diakhiri dengan khutbah Ied yang disampaikan oleh khatib. Khutbah ini terdiri dari dua bagian dan di antara keduanya diselingi duduk sejenak.
Advertisement
Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Saat Idul Adha
Agar ibadah semakin sempurna, berikut beberapa amalan sunnah yang sebaiknya dilakukan sebelum dan setelah sholat Idul Adha:
- Mandi sebelum berangkat ke tempat sholat. Ini adalah sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW untuk menyambut hari raya.
- Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian. Namun, tidak berlebihan dan tetap sesuai syariat.
- Tidak makan sebelum sholat. Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu, pada Idul Adha justru dianjurkan makan setelah sholat, utamanya dari hasil hewan kurban.
- Berjalan kaki menuju tempat sholat. Jika memungkinkan, sebaiknya berjalan kaki untuk meraih pahala lebih.
- Melalui rute yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat sholat. Ini juga merupakan sunnah Rasulullah SAW.
- Bertakbir secara berjamaah. Takbir dimulai sejak malam 10 Dzulhijjah hingga hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
- Menjaga kekhusyukan dan ketenangan. Meskipun suasana hari raya meriah, tetap jaga adab saat ibadah.
Sholat Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum spiritual untuk menyucikan hati, mempererat tali silaturahmi, dan menyambung ikatan sosial dalam masyarakat. Dengan memahami niat, tata cara, dan sunnah-sunnahnya, semoga kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih sempurna dan bermakna.
Selamat merayakan Idul Adha. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai bekal menuju ridha-Nya. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.