Ayah Sadis Habisi Nyawa Empat Anak, Satu Masih Hidup Jadi Korban Kebejatannya

Kebengisan sang ayah tega membunuh keempat buah hatinya yang lain.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Ayah Sadis Habisi Nyawa Empat Anak, Satu Masih Hidup Jadi Korban Kebejatannya
Kisah Pilu Gadis 14 Tahun Diperkosa dan Dilarang Sekolah Ayah. Kanal YouTube TRANS TV Official ©2021 Merdeka.com

Kisah pilu hadir dari remaja berinisial SI. Putri ketiga dari lima bersaudara ini berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur.

Usianya masih belia dan sepatutnya mengenyam dunia pendidikan. Cita-citanya seakan pupus lantaran kebiadaban ayah kandungnya sendiri.

Sejak usia 14 tahun, SI dipaksa melayani ayahnya berinisial S (42). Bahkan SI dan ibunya diancam dibunuh bila melawan atau melaporkan.

Rasa takut dan kalut kerap kali menyelimuti keduanya. Sang istri tak luput dari kekerasan dan ancaman.

Tak berhenti di situ, kebengisan sang ayah yang tega membunuh empat buah hatinya yang lain. Bahkan aksi kejinya itu dilihat langsung oleh SI.

Simak kisah lengkapnya berikut ini.

Karena Tak Mau Berhubungan, Dilarang Sekolah


Sang ibu diancam bila melaporkan aksi bejat suaminya tersebut. Tak segan pelaku S membakar seragam SI lantaran menolak untuk berhubungan intim. Bahkan membuang sejumlah buku pelajaran.

Hal itu dilakukannya selama satu tahun, sejak Juni 2014. Kasusnya mencuri perhatian publik, usai video kesaksiannya diunggah di kanal YouTube TRANS TV Official.

Membunuh Anak Pertama

Kala itu S dan istrinya dikaruniai buah kasih pertamanya. Sayangnya biduk rumah tangga keduanya seakan menemukan jalan buntu.

S mengaku kesal dengan suara tangisan bayi di rumah. Istrinya menerima perlakuan kasar lantaran tak bisa menenangkan bayinya tersebut.

Akhirnya saat sepi, S membekap bayi pertamanya yang masih berusia satu bulan itu dengan bantal. Hingga menghembuskan napas terakhirnya.

"Langsung emosi naik, ingat masa lalu. Saya tutup bantal hidung sama mulut (bayi). Kesal kalau dengar dia nangis itu. Seperti saya dulu kecil, apabila nangis, jengkel kata saya," kata S.

Bunuh Anak Kedua & Keempat dengan Alasan Sama

Kapolsek Sungai Kunjang kala itu, Kompol Siswantoro menyampaikan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh S.

Anak kedua yang masih bayi juga menjadi korban pembunuhan ayahnya sendiri. Masih dengan alasan yang sama. Tapi caranya dengan dicekik.

"Jadi masing-masing di tahun 1997, dia lakukan, dia bunuh anaknya itu dengan cara dibekap pakai bantal. Alasannya karena ia tidak tahan mendengar tangisan, seperti trauma masa kecil. Kemudian di tahun 1998, dia ulangi kembali. Tapi caranya dia cekik menggunakan kedua tangannya," kata Siswantoro.

Sementara SI selamat karena sang ayah harus bekerja di Tarakan, Kalimantan Timur dalam kurun waktu lama. Sepulang dari merantau, S dikaruniai lagi anak keempat. Tapi sayang, bayi mungil itu harus menjadi korban ketiganya.

"Kemudian di tahun 2001, dia bekap mulut dan hidung anaknya menggunakan tangan sendiri. Sampai anaknya hilang suara dan meninggal," sambungnya.

Anak Kelima Dibunuh

Satu per satu nyawa anaknya direnggut sendiri. Seakan S sudah hilang akal, tega melakukan hal biadab.

Bahkan tragisnya lagi, aksi pembunuhan terhadap putri kelima disaksikan langsung oleh SI.

Kala itu SI masih berusia 8 tahun. Sedangkan istrinya dipaksa menjaga jenazah si bayi, selama S pergi hingga pagi tiba.

"Tragisnya, di tahun 2008 SI melihat langsung bagaimana bapaknya membunuh adiknya yang kelima, bernama Sahrul. Ditenggelamkan, kemudian setelah dimasukkan ke dalam tong yang berisi air," papar Siswantoro.

Aksi Bejat Menodai Anak Sendiri

Juni 2014 menjadi pengalaman paling kelam bagi SI. Kala itu perutnya sedang sakit. S pun menghampiri dan menawarkan untuk mengurut.

Tak disangka S langsung melampiaskan nafsunya dan memerkosa putri ketiganya tersebut. Hal itu dilakukannya selama satu tahun.

"Enggak tahu ini, mungkin iblis merasuki atau pengaruh saya stres," ungkap S.

Prestasi belajar SI perlahan menurun, bahkan sering melamun dan pingsan di sekolah. Kecurigaan kerabat dan temannya mulai memuncak.

Akhirnya pada Maret 2015 terbongkar. SI dipaksa menceritakan penyebab perubahannya. Ia mengaku sudah satu tahun dipaksa menjadi pemuas sang ayah.

Sebagai korban pelecehan seksual, kini SI harus menjalani perawatan psikologis. Termasuk sang ayah yang diduga mengalami kecenderungan psikopat dan hiperseks.

Rekomendasi