8 Tips Lakukan Meditasi Bagi Penderita ADHD

Tips lakukan meditasi untuk penderita ADHD yang bisa dicoba.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
8 Tips Lakukan Meditasi Bagi Penderita ADHD
Ilustrasi meditasi. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Naphat Rojanarangsiman

ADHD atau Attention-Deficit Hyperactivity Disorder, adalah gangguan yang ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, serta kesulitan memperhatikan. Meskipun ADHD umumnya menyerang pada masa kanak-kanak, gejala yang ditimbulkan dapat menetap hingga masa remaja dan dewasa.

Hingga saat ini, diketahui belum ada pengobatan pasti yang bisa menyembuhkan ADHD. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bisa membantu pengidap ADHD agar bisa beradaptasi dengan penyakitnya. Salah satunya lewat meditasi.

Walau hanya terlihat sebagai kegiatan duduk diam. Meditasi adalah proses yang bagus untuk melatih otak agar fokus. Meski terlihat sulit bagi penderita ADHD untuk melakukan meditasi, namun cara ini cukup bermanfaat.

Untuk itu, Merdeka.com merangkum tips yang dapat membantu Anda atau anak Anda belajar melakukan meditasi untuk mengelola perilaku terkait ADHD dilansir dari laman Healthline, Rabu (9/6/2021):

Apa itu ADHD?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa ADHD atau Attention-deficit hyperactivity disorder, adalah gangguan jangka panjang yang umumnya menyerang anak-anak dan ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, serta kurangnya perhatian. Terdapat 3 subtipe ADHD yang bisa diderita, diantaranya:

  • Dominan hiperaktif-impulsif. Pada tipe ini, pengidap umumnya memiliki masalah hiperaktivitas dan perilaku impulsif
  • Dominan inatentif. Pada tipe ini, pengidap umumnya memiliki gejala tidak dapat memperhatikan dengan baik
  • Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif. Pada tipe ini, pengidap mengalami gejala hiperaktif, impulsif, dan tidak dapat memperhatikan dengan baik

Untuk gejalanya sendiri, biasanya akan lebih mudah dikenalinya pada saat masih berusia anak-anak atau remaja. Sedangkan pada orang dewasa lebih sulit dikenali. Umumnya, gejala ADHD yang dialami pengidap saat dewasa berawal dari masa kanak-kanak. Gejala umum dari ADHD antara lain:

1. Mudah terdistraksi, pelupa, tidak menghiraukan lawan bicara, tidak mengikuti petunjuk, tidak dapat menyelesaikan pekerjaan atau tugas di sekolah, mudah teralihkan, kehilangan fokus, memiliki masalah dengan keteraturan, serta menghindari tugas yang membutuhkan perhatian yang panjang

2. Hiperaktif, terlalu bersemangat dan berbicara berlebihan. Seseorang yang menderita ADHD biasanya cenderung tidak dapat duduk tenang dalam waktu lama, dan selalu memberi jawaban sebelum pertanyaan diselesaikan.

3. Impulsif. Gejala ini ditandai dengan perilaku berisiko tanpa memikirkan konsekuensi dari tindakannya.

Seperti diketahui jika ADHD belum bisa disembuhkan secara total. Namun, dengan penanganan tepat sedini mungkin maka akan membantu pengidapnya beradaptasi dengan penyakit dan membuatnya memiliki kualitas hidup lebih baik. Upaya yang bisa dilakukan ialah dengan terapi psikologi, pelatihan interaksi sosial, Tes CBT, obat-obatan, juga meditasi.

Tips Lakukan Meditasi Bagi Penderita ADHD

Bagi penderita ADHD yang cenderung memiliki sikap hiperaktif, tentu merupakan tantangan tersendiri jika akan melakukan meditasi. Namun, beberapa tips berikut bisa diterapkan untuk membantu berjalannya meditasi dengan baik. Tentukan Waktu Pasti untuk MeditasiPertama, tentukan waktu yang pas bagi Anda untuk rutin melakukan meditasi. Beberapa orang menemukan bahwa bermeditasi di pagi hari dapat membantu mengurangi stres hari itu. Jika Anda memiliki masalah kesulitan tidur, bermeditasi tepat sebelum tidur mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk Anda.Tidak ada waktu yang salah untuk bermeditasi. Mencari tahu kapan Anda dapat menyesuaikannya dengan rutinitas Anda adalah hal yang paling penting. Yang terpenting lakukanlah secara rutin. Tentukan Posisi Paling Nyaman Tidak ada satu pose khusus yang memungkinkan meditasi lebih mudah daripada yang lain. Beberapa orang menyukai pose tradisional, seperti posisi lotus bersila. Tetapi Anda dapat dengan mudah memilih untuk bermeditasi duduk di kursi favorit Anda atau berbaring di tempat tidur. Apa pun posisi yang Anda pilih, pastikan itu cukup nyaman untuk Anda pertahankan selama latihan meditasi Anda.Pakai Baju Nyaman Selain posisi, pastikan juga Anda memakai pakaian yang nyaman selama meditasi. Pilih pakaian yang longgar dan tidak panas. Serta pastikan pakaian yang digunakan bersih agar tidak mengganggu saat tengah meditasi.

Matikan Ponsel

Tempatkan diri Anda di lokasi yang tenang yang bebas dari gangguan, termasuk peringatan dari perangkat elektronik, seperti pesan teks dan email masuk.Jika memungkinkan, tutup pintunya atau pergilah ke tempat di mana Anda bisa sendirian tanpa gangguan selama meditasi.Perhatikan pernapasan AndaMengatur pernapasan merupakan hal yang sangat penting dalam meditasi. Mulailah dengan bernapas masuk dan keluar secara alami, perhatikan bagaimana hal itu membuat tubuh Anda terasa rileks. Saat Anda siap, tarik napas dalam-dalam, sekali lagi perhatikan bagaimana perasaan tubuh Anda. Apakah perut Anda naik? Apakah dada Anda terasa penuh?Tahan napas selama beberapa detik, lalu hembuskan dengan lembut selama yang dibutuhkan napas. Perhatikan bagaimana perasaan tubuh Anda saat melepaskan napas.

Biarkan Pikiran Mengembara

Sifat pikiran adalah untuk berpikir dan itu akan terjadi bahkan selama meditasi. Ketika Anda melihat pikiran Anda mengembara menjauh saat meditasi, cukup akui pikiran itu dan kembalikan perhatian Anda pada napas Anda. Cukup kembalikan perhatian Anda ke saat ini dengan berfokus pada pernapasan.Tenang Itu RelatifYang dimaksud tenang itu relatif ialah bagaimana Anda bisa mengatur pola nafas selama meditasi. Contoh bila Anda tinggal di perkotaan dan dekat dengan jalanan sibuk meditasi tetap bisa berhasil jika Anda mampu mengabaikan kebisingan dan fokus pada pola pernapasan. Jika mau, Anda juga dapat menghilangkan kebisingan dengan bermeditasi dengan musik lembut atau menggunakan aplikasi meditasi terpandu.Akhiri Sesi PerlahanSetelah melakukan meditasi, berikan waktu selama beberapa menit pada tubuh Anda untuk kembali dan menangkan diri. Jika mata Anda tertutup, bukalah. Luangkan waktu sejenak untuk memperhatikan apa yang terjadi di lingkungan Anda. Perhatikan bagaimana perasaan tubuh Anda.

Luangkan waktu sejenak untuk mengakui emosi dan pikiran Anda.

Rekomendasi