Seorang bocah bernama Tasripin memiliki kisah yang menyayat hati pada tahun 2013 silam. Masih berusia 12 tahun Taspirin sudah harus bekerja menjadi buruh tani sejak kecil menghidupi ketiga adiknya.
Presiden ke-enam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan sempat mengulurkan bantuan secara langsung kepadanya. Sudah 8 tahun berlalu, kini Tasripin sudah bertumbuh menjadi seorang remaja.
Ingin tahu seperti apa sosoknya saat ini? Berikut potret terbarunya.
Advertisement
Diketahui, Tasripin berhasil menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis pada tahun 2019 lalu. Kepala MTs Pakis, Isrodin menuturkan, Tasripin kini tengah melanjutkan pendidikan di SMK Ma'arif Cilongok.
Sementara adiknya yang bernama Dandi kini kelas VIII di MTs Pakis. Dua adiknya lainnya diketahui masih Sekolah Dasar (satu tinggal di pesantren dan satunya tinggal bersama Tasripin).
"Tasripin sekarang sekolah SMK Ma'arif Cilongok kelas XI. Dandi adiknya kelas VIII sekolah di MTs Pakis. Adiknya yang 2 masih sekolah dasar (Daryo sekolah plus pesantren tinggal di pesantren, yg paling kecil Riyanti tinggal bareng Tasripin). Tasripin keseharian masih tinggal hidup dengan adik-adiknya," kata Isrodin saat dihubungi merdeka.com, Senin (19/4).
Advertisement
Tasripin juga memiliki kegiatan lain selain bersekolah. Apabila ia tak sedang disibukkan dengan waktu belajarnya, ia masih tetap bertani atau juga kerap diminta untuk mengantar jemput orang.
"Biasa sekolah, kalau lagi enggak sekolah ya kadang-kadang kerja, bertani dan disuruh orang antar jemput. Saya sering ketemu (Tasripin), kadang juga masih suka bantu-bantu kerja di MTs Pakis kalau ada pekerjaan," sambungnya.
"Tasripin saat membantu penyaluran hewan qurban MTs Pakis kepada masyarakat," kata Isrodin menyertakan informasi soal foto Taspirin.
Advertisement
Ketika ditanya soal biaya sekolah dari Tasripin, Isrodin mengaku bahwa uang jaminan untuk pendidikan Tasripin dan adik-adiknya masih ada dan digunakan untuk pendidikan. Sedangkan kebutuhan hariannya masih mandiri hingga saat ini.
"Kalau SMK ya enggak gratis. Kalau yang gratis di MTs Pakis. Iya kan uang jaminan untuk pendidikan masih dan digunakan hanya untuk kebutuhan pendidikan. Untuk kebutuhan masak dll masih mandiri," pungkasnya.
Advertisement
Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Hariyanto mendatangi rumah Tasripin di Desa Gunung Lurah Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Tangisan haru membuncah di sudut mata Tasripin saat segepok uang bantuan Presiden SBY diserahkan oleh Hariyanto.
"Ini dari Bapak Presiden, digunakan sebaik-baiknya. Sekolah yang rajin ya," ujar Hariyanto saat menyerahkan segepok uang yang terbungkus dalam amplop coklat itu, Jumat (19/4).
Hariyanto diutus khusus Presiden SBY untuk melihat kondisi Tasripin. Dia datang dari Jakarta menggunakan kereta api.