Viral Wanita Bela PKI Tak Jahat & Tak Salah, Sebut Soeharto Licik & Kejam

Seorang wanita dengan tenang membela PKI yang menurutnya tidak jahat dan tidak salah.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Viral Wanita Bela PKI Tak Jahat & Tak Salah, Sebut Soeharto Licik & Kejam
Viral Wanita Bela PKI Tak Jahat & Tak Salah. Instagram @tnilovers18 ©2021 Merdeka.com

Kisah Partai Komunis Indonesia (PKI) selalu menjadi perbincangan yang tak pernah lekang oleh zaman. Jejaknya masih mengakar kuat di benak masyarakat Tanah Air. Kebengisan, kekejaman hingga perasaan takut masih dirasakan oleh saksi hidup korban PKI.

Namun, seorang wanita dengan tenang membela PKI yang menurutnya tidak jahat dan tidak salah. Wanita ini justru menyebut jika Soeharto beserta zaman Orde Baru licik dan kejam.

Melansir dari akun Instagram tnilovers18, Kamis (11/2), berikut ulasannya:

Seorang wanita dengan santai mengatakan PKI tidak jahat dan tidak merugikan. Dia justru menyebut komunisme di Indonesia itu hanya untuk membuat takut rakyatnya. Bahkan wanita tersebut mengatakan itu merupakan kelicikan dan kejahatan Soeharto.

"PKI Partai Komunis Indonesia. Apakah komunisme itu jahat, kejam? Tentunya tidak. Kalian bisa lihat dalam negara Vietnam. Negara Vietnam ini termasuk negara 10 besar solo traveler atau biasanya orang-orang yang suka travelling satu sendiri-sendiri tuh mereka tujuannya adalah Vietnam. Karena di Vietnam itu negaranya tuh nyaman, terus asyik, terus kulinernya juga enak Ya Allah. Aku jadi kangen kan sama Vietnam, jadi kulinernya tuh enak banget endul banget. Jadi di Vietnam itu negara komunisme tapi mereka menerapkan sistemnya komunisme tapi bahagia-bahagia saja. Bisa melawan corona, di sana tidak ada pandemi bandingkan sama di Indonesia. Jadi komunisme itu cuma untuk menakut-takutin rakyat, itulah liciknya Soeharto. Aku bukan dendam sama Soeharto, enggak ya. Cuma ini membahas, mengulang lagi supaya kita tuh tahu gitu loh kenyataannya seperti apa kejahatan Soeharto seperti itu. Jadi komunisme itu tidak jahat, tidak merugikan," kata pemilik akun TikTok dianfransiskasari.

Tak hanya itu, dia juga menyuruh masyarakat khususnya anak-anak untuk tak hanya mengandalkan google saja. Dia juga mengimbau untuk tidak menjadikan buku sejarah sebagai sumber pengetahuan. Sebab, buku sejarah menurutnya ditulis oleh para pemenang dan penguasa. Dia juga menceritakan betapa kejamnya Soeharto terhadap PKI pada zaman Orde Baru.

"Nah adik-adik di sini harus belajar lagi dari berbagai sumber, jangan satu google saja tapi berbagai sumber. Jangan copy paste dari buku sejarah, karena buku sejarah zaman dulu ditulis oleh pemenang, ditulis oleh penguasa. Tahun 1965 yaitu PKI dibantai, PKI itu padahal enggak salah dibantai. Bayangin dibantai, dibombardir, kejamnya Orba itu, dikambinghitamkan. Sebuah partai dikambinghitamkan, saat mereka dibantai keluarga-keluarganya menangis sambil menyanyikan lagu Genjer-Genjer. Karena mayat enggak ada harganya, saat itu juga orang-orang tetangganya enggak ada yang nolong. Karena bagi mereka tetangga-tetangga itu tahunya itu PKI dengan isu rakyat dibentrokkan seperti itu. Kejam kan zaman Soeharto dan zaman Orba. Sekarang pun juga kejam sekali, mereka memfitnah membikin hoax. Setiap pemerintah satu langkah akan maju, mereka para cendana mau menjatuhkan dengan menyebar-nyebar hoax menyebar berita ketakutan," lanjutnya di part kedua.

Sontak saja video wanita tersebut langsung viral di media sosial. Terlebih saat mengetahui jika dia membela PKI secara terang-terangan. Beragam komentar hujatan pun langsung dilayangkan untuk wanita tersebut. "Ini ngambil sumber dari mana ya? Ngeri juga nih Sosmed klo orang2 macam ini dibiarkan eksis dan terus menghasut generasi muda. Katanya jangan ngambil sumber dari buku sejarah. Ok masih ada tuh saksi hidup kekejaman PKI, bahkan monumennya juga ada. Apakah dia ini ngambil sumber dari anak cucu2 PKI? Ataukah dia sendiri merupakan bagian dari mereka? Semoga pihak berwajib segera mengambil tindakan. @tnilovers18," tulis akun tnilovers18 dalam keterangan video."paling ga sampe seminggu udah pke baju orange ada nomer punggung 🤭," tulis akun andriepurno."Iyaa min tolong secepat nya itu manusia dikondisikan, dia ingin mencuci otak generasi muda dgn menggiring opini yg jahat itu soeharto dan blg soeharto dalang dibalik matinya 6 jendral," tulis akun abd.agimm."Fixs ANAK PKI NIH," tulis akun mhammadnan15."Jgn samain komunis sama negara lain dong, liat sejarah komunis di indonesia gmnaa? Perang saudara yg cuman terjadi di indonesiaa, pembantaian 6 jenderal 1 perwira dalam 6 jam 1 malam," tulis akun pasekkosala_.

Rekomendasi