Bisnis Sejak Remaja, Dr Tirta Ungkap Sempat Jualan Gorengan Demi Bayar Buku Kuliah

Berikut video pengakuan dokter Tirta yang sempat berjualan gorengan demi bisa membeli buku kuliah.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Bisnis Sejak Remaja, Dr Tirta Ungkap Sempat Jualan Gorengan Demi Bayar Buku Kuliah
Dr. Tirta Ungkap Sempat Jualan Gorengan. YouTube @Karni Ilyas Club ©2020 Merdeka.com

Nama dokter Tirta kian naik daun di tengah pandemi Covid-19 ini. Dokter sekaligus pengusaha ini dikenal sebagai relawan Covid-19. Ini merupakan sebagai bentuk pengabdiannya sebagai seorang dokter kepada masyarakat.

Siapa sangka di balik gelar dokter yang tersemat di namanya, terdapat pengorbanan yang luar biasa. Untuk membeli buku kuliah di Fakultas Kedokteran, dokter Tirta sempat berjualan gorengan. Dari sini juga lah, pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi mulai belajar bisnis.

Penasaran dengan cerita perjuangan dokter Tirta saat kuliah? Melansir dari akun YouTube Karni Ilyas Club, Selasa (22/12/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

Dokter yang Jadi Pengusaha

Dokter Tirta mengatakan jika dirinya merupakan dokter yang menjadi pengusaha. Hal ini dikatakan langsung olehnya saat ditanya mengenai profesi oleh Karni Ilyas.

"Lah Tirta sendiri profesinya apa sebenarnya? Pengusaha, dokter, sukarelawan, apa lagi saya enggak tahu, aktivis sosmed. Kalau orang tanya apa profesi Anda? Jawabannya apa?," tanya Karni Ilyas.

"Saya kalau ditanya sekelas Bang Karni deg-degan juga ya. Beda levelnya kaya Om Deddy Corbuzier, kalau Om Deddy senang saya. Kalau ini kaya terintimidasi. Saya selama 6 tahun belum pernah se deg-degan ini. Kalau ditanya saya ini profesi utama tetap saya jawab adalah seorang dokter yang jadi pengusaha," jawab dokter Tirta.

"Dokter yang jadi pengusaha?," ulang Karni Ilyas.

"Iya, dokter yang jadi pengusaha," kata dokter Tirta memastikan.

Buku Kedokteran Mahal

Dokter Tirta rupanya mulai cari uang sejak remaja. Hal ini dibenarkan oleh sang dokter. Ada alasan tersendiri kenapa dirinya mulai belajar cari uang sejak awal kuliah. Sebab, buku kedokteran yang harus dimilikinya begitu mahal.

"Jadi dokternya dulu baru jadi pengusaha? Atau? Saya dengar waktu sekolah sudah mulai cari uang lagi," kata Bang Karni."Iya betul. Jadi saya masuk ke FK UGM 2009, sebelum masuk ke FK UGM saya keterima di FK Undip. Terus saya masuk FK UGM itu kan bukunya mahal banget. Jadi dari 2009 semester 1 pas usia 18, saya sudah belajar dagang," ungkap dokter Tirta.

Jual Gorengan hingga Sepatu Bekas

Apapun dijual oleh dokter Tirta. Mulai dari gorengan, jam tangan, gelang hingga sepatu bekas. Dari sepatu bekas inilah dokter Tirta akhirnya bisa membayar uang semesteran. Hingga pada akhirnya dia keterusan untuk bisnis di bidang sepatu.

"Apapun saya jual. Dari gorengan, jual gorengan itu kecil-kecil sampai saya jual power balance, jam monol, aksesoris sampai akhirnya sepatu bekas. Nah di sepatu bekas, saya belajar cuci. Dari situ semester kebayar, keterusan sampai sekarang," ungkap dokter Tirta."Jadi kalau enggak ada dokter, enggak ada usaha. Kalau enggak ada usaha, saya enggak jadi dokter. Makanya saya selalu bilang emang inilah yang terjadi, saya selalu bilang dua-duanya. Dokter dan pengusaha. Kebetulan punya follower banyak gitu Bang," kata Dokter Tirta.

Harga Satu Buku 100 Dolar

Karni Ilyas penasaran dengan pekerjaan orang tua dokter Tirta sebab seolah tak mampu membeli buku. Mendengar hal itu, dokter Tirta blak-blakan menceritakan pekerjaan orang tuanya. Tak hanya itu, lulusan FK UGM ini juga mengungkapkan harga buku yang harus dibelinya saat itu."Sampai enggak ada untuk beli buku itu orang tua kerja apa?," tanya Karni Ilyas.

"Bapak saya dulu petani di Boyolali, daerah Sambi, Boyolali. Terus dia setelah lulus Sarjana Ekonomi, ngajar jadi dosen di Bengkulu. Terus habis itu pulang jadi karyawan Bank. Nah ibu saya Sarjana Pertanian, karyawan Bank. Karyawan Bank, benar-benar karyawan Bank," ungkap dokter Tirta."Ya harusnya kan bisa untuk beli buku segala kan," kata Bang Karni."Mahal Bang, bukunya itu zaman (tahun) 2009 100 dollar Bang. Saya belum ada e-book, e-book saat itu. Harus beli buku fisik segini, beli buku, beli buku. Wah 5 bulan itu bisa 5 buku, 500 dollar. Jadi saya kan penginnya uang jajan ditabung, habis itu uang semesteran jadi ada sendiri dan ternyata keterusan Bang sampai sekarang," paparnya.

Video Pengakuan Dokter Tirta

Berikut video pengakuan dokter Tirta yang sempat berjualan gorengan demi bisa membeli buku kuliah.

Rekomendasi