Sebagian dari masyarakat masih ada yang belum bisa mengenali perbedaan psikolog dan psikiater. Padahal, ini merupakan dua profesi yang jelas berbeda. Meski keduanya berkaitan erat dengan kesehatan mental, namun ada perbedaan mendasarnya.
Salah satu perbedaannya adalah dalam batas penanganan yang diberikan. Tidak ingin salah mengenal? Penasaran dengan perbedaan psikolog dan psikiater lainnya?
Melansir dari berbagai sumber halodoc dan alodokter, Jumat (16/10/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Mengenal Psikolog
Melansir dari halodoc, pada psikolog ini akan menangani kasus-kasus kejiwaan. Para psikolog dapat mendiagnosis gejala psikologis pasien serta melakukan psikoterapi sebagai penanganannya. Karenanya, psikolog berkompeten melakukan sejumlah tes psikologi di mana hasilnya diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah pada pasiennya.
Sejumlah tes yang biasa dilakukan oleh psikolog berupa tes IQ, tes kepribadian, minat bakat dan sebagainya. Dikatakan bidang pekerjaan psikolog yang paling dekat dengan psikiater yakni psikologi klinik. Kendati begitu perlu untuk dipahami, psikolog tidak bisa meresepkan obat-obatan. Hal ini karena seorang psikolog lebih berfokus pada terapi psikososial untuk mengendalikan pikiran, perilaku dan emosi pasien dalam menangani kasus kejiwaan.
Advertisement
Mengenal Psikiater
Sebelum mengenal lebih jauh tentang perbedaan psikolog dan psikiater, lebih baik kalian memahami apa itu psikiater. Seorang psikiater akan mengetahui segala hal terkait diagnosis dan perawatan yang dapat dilakukan. Khususnya pada setap kondisi psikologis pasien yang cenderung rumit. Misalnya saja seperti bipolar dan skizofrenia.
Di sejumlah negara, psikiater merupakan pekerjaan legal dan klinis. Sehingga mereka akan bertanggung jawan atas keseluruhan perawatan kesehatan mental sang pasien. Oleh karena itu, psikiater diperbolehkan bertanggung jawab dalam mendiagnosis gangguan mental pasien. Selain itu, psikiater juga diperbolehkan menentukan pengobatan yang akan dilakukan.
Advertisement
Pendidikan Psikolog dan Psikiater
Perbedaan psikolog dan psikiater yang pertama yakni terkait dengan pendidikan yang ditempuh. Untuk menjadi seorang psikolog, kalian harus menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Psikolog. Setelahnya, melanjutkan ke jenjang program profesi untuk mempelajari secara langsung serta mempraktikan kerja psikolog. Sedangkan untuk menjadi psikiater, kalian harus menempuh pendidikan kedokteran. Setelahnya, kalian melanjutkan mengambil spesialisasi kejiwaan. Sebab, psikiater merupakan spesialisasi dari ilmu kedokteran. Setelah mendapatkan gelas sarjana dokter umum, dibutuhkan lagi waktu selama 4 tahun untuk menjalani residen yang dikhususkan pada bidang psikiatri. Setelah lulus residen, seorang psikiater nantinya akan bergelar dokter dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).
Advertisement
Ruang Lingkup Psikiater
Melansir dari alodokter, tugas pokok psikiater yakni mendiagnosis serta mengobati pasien yang mengalami gangguan mental. Seorang psikiater juga bisa melakukan pencegahan pada gangguan yang dialami pasien.
Berikut beberapa gangguan mental yang biasanya ditangani oleh psikiater:
- Depresi
- Demensia
- Skizofrenia
- Fobia
- Gangguan kecemasan
- Gangguan kepribadian
- Gangguan tidur dan makan
- Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
- Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Kecanduan obat-obatan
- Kecanduan minuman beralkohol
Selain itu, psikiater juga kerap dilibatkan pada penanganan penyakit yang bisa berkaitan dengan kondisi psikologis pasien. Mulai dari penyakit kronis, gangguan pada otak, kanker hingga HIV/AIDS.
Advertisement
Ruang Lingkup Psikolog
Dilansir dari Alodokter, psikolog mempunyai pengetahuan terkait pencegahan, diagnosis serta penanganan masalah kesehatan mental. Seorang psikolog juga bisa mencari tahu, menganalisa penyebab dan memberikan solusi pada masalah psikologis seseorang. Biasanya melalui gaya hidup atau perubahan sikapnya.Adapun beberapa gangguan psikologis yang biasanya ditangani oleh psikolog:
- Skizofrenia
- Fobia
- Gangguan kecemasan seperti OCD, PTSD, fobia, serangan panik
- Gangguan suasana hati seperti bipolar dan depresi
- Gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia
- Gangguan psikologis terkait kejadian traumatis seperti KDRT, pelecehan seksual dan bencana alam
- Gangguan kepribadian seperti kepribadian ambang
- Kecanduan seperti alkohol, obat-obatan dan judi
- Konflik pasien baik dengan teman, keluarga ataupun orang lain