12 Jenis-Jenis Jamur yang Lezat Beserta Manfaatnya bagi Manusia

Memanjakan lidah dengan cita rasa unik. Ditambah bonus kandungan nutrisi dari jamur yang rendah kalori, rendah lemak, rendah natrium, dan bebas kolesterol.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
12 Jenis-Jenis Jamur yang Lezat Beserta Manfaatnya bagi Manusia
Jenis-Jenis Jamur. Grocycle ©2020 Merdeka.com

Kebanyakan orang hanya mengenal jamur kancing atau jamur tiram saja. Sebenarnya masih banyak lagi jenis jamur yang perlu diketahui. Beberapa jamur bisa dimakan dan memiliki rasa unik. Mulai dari manis hingga pedas, bahkan ada yang memiliki rasa seperti lobster.

Varietas jenis-jenis jamur lain dapat digunakan untuk manfaat pengobatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Bahkan mungkin berguna untuk mengobati kanker dan penyakit serius lainnya.

Tak ada salahnya mencicipi jenis-jenis jamur lain yang belum pernah dicoba sebelumnya. Memanjakan lidah dengan cita rasa unik. Ditambah bonus kandungan nutrisi dari jamur yang rendah kalori, rendah lemak, rendah natrium, dan bebas kolesterol. Mereka juga penuh serat, vitamin, dan mineral.

Meski sebenarnya ada lebih dari 10.000 jenis-jenis jamur yang tersebar di seluruh dunia. Namun hanya beberapa di antaranya saja yang bisa dikonsumsi dan memberi manfaat bagi kesehatan.

Berikut beberapa jenis-jenis jamur yang lezat beserta manfaatnya bagi manusia.

1. Jamur Kancing

Jenis jamur yang pertama dan tidak asing lagi ialah jamur kancing disebut juga jamur bayi atau jamur putih. Sejauh ini, jamur kancing termasuk jenis jamur paling umum yang hampir pasti Anda temukan di toko bahan makanan.

Mereka diiris dan digunakan sebagai taburan pizza, saus spageti, dan sebagian besar hidangan lain. Jamur kancing putih memiliki rasa yang pedas dan rasa yang empuk saat dimasak.

Dilansir dari SehatQ, bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti menurunkan risiko kanker, memelihara kesehatan jantung, mengendalikan kadar gula darah, dan masih banyak lagi.

2. Jamur Cremini

Mengutip dari Grocycle, jamur cremini, juga disebutjamur crimini sebenarnya adalah bagian dari spesies yang sama dengan jamur kancing (Agaricus bisporus). Tetapi dengan variasi coklat dan rasa yang sedikit lebih dalam.

Semua jamur kancing dulunya berwarna coklat sampai tahun 1926. Saat seorang petani jamur di Pennsylvania menemukan sekelompok kancing putih tumbuh di tempat tidurnya, kemudian dia kloning dan mulai dijual sebagai varietas baru.

3. Jamur Chicken of the Woods

Sesuai dengan namanya, "ayam hutan" atau "chicken of the woods" (Laetiporus), rasanya seperti ayam. Dikutip dari Myvegua, jamur ini memiliki bentuk kecil dan kerap ditemukan di hutan.

4. Jamur Truffle

Jenis jamur selanjutnya terbilang unik, dialah jamur truffle. Mereka tumbuh dan hidup di bawah tanah seperti kentang. Agak sulit untuk menemukan truffle, sehingga butuh bantuan anjing untuk menemukannya di hutan.

Gali truffle dari tanah dan gunakan dalam hidangan pasta. Hanya sepotong yang sangat kecil sudah cukup. Truffle bisa dibeli dari toko makanan kelas atas, namun harganya sangat mahal.

Dikutip dari Doktersehat, jamur truffle kaya akan karbohidrat, protein, serat, asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Nutrisi lain yang terkandung di dalamnya seperti vitamin C, fosfor, natrium, kalsium, magnesium, mangan, dan zat besi.

5. Jamur Portobello

Jenis-jenis jamur berikutnya dari agaricus bisporus, portobello adalah varietas tertua. Meskipun dulunya hanya diimpor dari Italia, sekarang tumbuh di seluruh Amerika Serikat.
Ukurannya cukup besar dan cita rasa seperti daging. Sehingga kerap dimasukkan dalam sandwich, pizza, saus pasta, omelet, dan banyak lagi.

6. Jamur Maitake

Jenis-jenis jamur yang bisa dikonsumsi berikutnya ialah jamur maitake. Dari jauh, jamur ini terlihat seperti kepala kubis. Dibudidayakan, serta ditemukan di hutan, jamur ini sering dijual berkelompok dengan tutupnya yang lembut dan berbulu tumpang tindih.

Dilansir dari Epicurious, jamur maitake memiliki aroma tanah dan rasa gamy, berasal dari barat laut Amerika Serikat dan Jepang.

7. Jamur Tiram

Jamur oyster atau jamur tiram dapat ditemukan di alam liar yang tumbuh di sisi pohon, selain dibudidayakan.

Seperti namanya, memiliki warna keputihan dan berbentuk kipas, serta memiliki bau dan rasa yang lembut. Jamur tiram banyak ditemukan di masakan Jepang dan Cina seperti sup dan tumis.

Dikutip dari SehatQ, jamur tiram baik untuk kesehatan, seperti memperkuat imun, mencegah kanker, antibakteri, mengandung antioksidan, dan masih banyak lagi.

8. Jamur Chanterelle

Melansir dari Grocycle, jamur chanterelle memiliki warna kuning cerah yang khas. Mereka punya rasa manis dan pedas yang cocok dengan telur. Mereka mampu bertahan lebih lama di lemari es daripada kebanyakan jenis jamur lain, sekitar 10 hari.

Ada beberapa jamur yang terlihat sangat mirip, disebut jack o lantern dan chanterelle palsu. Jika dimakan, bisa menyebabkan diare dan kram parah. Perhatian yang baik untuk mengidentifikasi chanterelles liar secara teliti sebelum memakannya.

9. Jamur Morel

Jamur morel termasuk jenis-jenis jamur liar yang paling dicari. Mereka tidak dibudidayakan dan dijual di toko-toko.

Morel memiliki rasa seperti kacang dan tanah. Teksturnya seperti daging tapi masih empuk. Ada "morel sejati" dan "morel palsu" yang beracun, jadi jika Anda akan mencarinya, penting untuk mengetahui perbedaannya.

Jamur morel dipercaya sebagai obat pencahar, emolien untuk melembabkan kulit, mempercepat penyembuhan luka, dan beberapa tonik tubuh.

10. Jamur Landak

Jamur landak atau hedgehog mushroom, memiliki nama ilmiah Hydnum repandum, dikenal juga sebagai "gigi manis".

Dikutip dari Countryliving, jamur landak mudah dikenali berkat tutup kuning atau oranye, bagian bawah bergigi, dan bau buah. Cara mengonsumsinya cukup ditumis dengan mentega, sudah terkenal lezat.

11. Jamur Shiitake

Jenis jamur yang biasanya digunakan dalam masakan Asia. Mereka juga dianggap memiliki manfaat pengobatan dalam pengobatan tradisional, seperti anti-kanker, melawan gangguan sakit autoimun, mencegah dan meringankan anemia, penyakit thrombosis, dan sebagainya.

Jamur shiitake memiliki tekstur seperti daging portobello. Mereka memiliki rasa yang lebih berasap dan bersahaja saat dimasak. Jamur shiitake paling sering dijual kering.

12. Jamur Lingzhi atau Reishi

Jamur reishi atau lingzhi sering dianggap sebagai standar emas dalam hal jamur obat. Jenis-jenis jamur yang sudah banyak dibudidayakan sebagai bahan obat tradisional.

Jamur lingzhi adalah polypore, artinya jamur keras seperti gabus yang tumbuh di sisi pohon dan sulit untuk dimakan. Ini cukup langka di alam liar, tetapi untungnya sekarang dibudidayakan di kayu gelondongan keras atau serbuk gergaji dalam skala komersial.

Tidak semua efek jamur reishi telah diuji secara ilmiah, tetapi beberapa kegunaan konon termasuk mengobati kelelahan, menurunkan kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahkan diklaim mampu melawan HIV dan AIDS, kemudian menurunkan tekanan darah dan peradangan, serta untuk mengobati penurunan gejala saluran kemih.

Itulah beberapa jenis-jenis jamur yang terkenal paling lezat dan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan. Beberapa di antara jenis-jenis jamur memang mahal dan hanya tumbuh di alam liar. Sehingga bisa Anda alihkan untuk konsumsi jenis jamur lain sebagai ganti. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Rekomendasi