7 Benda yang Perlu Diberi Jarak dari Dinding agar Tidak Cepat Berjamur, Jangan Menempel Rapat

Jamur sering tumbuh di dinding lembap, merusak perabot dan kesehatan. Ketahui benda-benda yang perlu diberi jarak dari dinding agar sirkulasi udara optimal dan rumah bebas jamur.

Fitriyani Puspa Samodra
7 Benda yang Perlu Diberi Jarak dari Dinding agar Tidak Cepat Berjamur, Jangan Menempel Rapat
Ilustrasi Jamur di Dinding. (Unsplash/Becca Lavin)

Rumah yang terlihat bersih belum tentu bebas dari persoalan kelembapan. Salah satu kebiasaan yang sering luput diperhatikan adalah menempatkan berbagai perabot terlalu rapat dengan dinding. Padahal, benda yang perlu diberi jarak dari dinding agar tidak cepat berjamur cukup banyak, terutama perabot berukuran besar dan benda yang menggunakan material berpori.

Ketika perabot menempel langsung pada dinding, ruang sempit di belakangnya menjadi minim sirkulasi udara. Kondisi tersebut dapat membuat kelembapan bertahan lebih lama, terutama pada dinding yang berbatasan dengan bagian luar rumah, kamar mandi, atau area yang memang cenderung lembap.

Masalahnya bukan hanya membuat dinding terlihat kusam atau muncul bercak hitam. Jamur juga dapat merusak benda yang ditempelkan atau diletakkan terlalu dekat dengan permukaan lembap. Karena itu, mengatur jarak antara perabot dan dinding merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi rumah sekaligus memperpanjang usia berbagai barang. Berikut ulasan Merdeka.com, Senin (21/9/2026).

1. Lemari Pakaian

Tips Simpan Pakaian di Lemari Agar Tetap Awet dan Bersih
Ilustrasi lemari pakaian. (dok. Pexels.com / Victoria Borodinova / https://www.pexels.com/photo/assorted-clothes-hanged-inside-cabinet-3315286/ / Vriskey Herdiyani)

Lemari pakaian termasuk perabot yang sebaiknya tidak didorong sampai benar-benar menempel pada dinding. Bagian belakang lemari sering sulit diperiksa dan dibersihkan, sementara pakaian di dalamnya dapat menyimpan kelembapan apabila belum benar-benar kering ketika dimasukkan.

Risikonya semakin besar jika lemari ditempatkan pada dinding yang berbatasan langsung dengan area luar rumah. Teks dari North Dakota State University Extension menjelaskan bahwa lemari, terutama yang berada pada dinding luar, dapat menjadi area yang mendukung pertumbuhan jamur. Suhu di dekat dinding luar dapat lebih dingin sehingga kondisi kelembapan di dalam lemari juga dapat mendukung pertumbuhan jamur.

Karena itu, berikan celah di belakang lemari agar udara tetap dapat bergerak. Jangan pula memasukkan pakaian yang masih lembap ke dalam lemari. Barang yang disimpan harus dalam keadaan bersih dan kering.

Selain menjaga jarak, sesekali buka pintu lemari untuk membantu pertukaran udara. Periksa pula bagian sudut, alas, dan belakang lemari jika muncul bau apek atau bercak mencurigakan.

2. Lemari Buku dan Rak Penyimpanan

Rak buku berbahan kayu, papan partikel, atau material berpori juga sebaiknya tidak ditempatkan terlalu rapat dengan dinding. Buku dan bahan kertas sendiri mudah terpengaruh oleh kondisi lembap sehingga area penyimpanannya perlu dijaga tetap kering.

Celah di belakang rak membantu mengurangi area yang pengap. Ruang tersebut juga membuat pemilik rumah lebih mudah mengetahui jika dinding mulai mengalami kebocoran, kondensasi, atau pertumbuhan jamur.

Jika rak berada di dekat kamar mandi atau dinding luar, pemeriksaan perlu dilakukan lebih rutin. Bau apek yang muncul dari belakang rak dapat menjadi tanda bahwa terdapat persoalan kelembapan yang perlu dicari sumbernya.

3. Kasur dan Tempat Tidur

Kasur yang langsung menempel pada dinding juga perlu mendapat perhatian. Kasur merupakan benda berukuran besar dan permukaannya dapat menyerap kelembapan dari lingkungan maupun keringat tubuh.

Jika salah satu sisinya menempel rapat pada dinding, sirkulasi udara di area tersebut menjadi terbatas. Akibatnya, bagian belakang kasur dapat lebih lama kering dibandingkan permukaan yang terbuka.

Jarak antara tempat tidur dan dinding membuat udara lebih mudah bergerak. Selain itu, celah tersebut memungkinkan bagian belakang kasur diperiksa dan dibersihkan secara berkala.

Untuk kamar yang cenderung lembap, jangan hanya memindahkan kasur. Pastikan sumber kelembapan juga ditangani. EPA menekankan bahwa pengendalian kelembapan merupakan kunci utama untuk mencegah pertumbuhan jamur.

4. Sofa dan Kursi Berbahan Kain

Model Sofa yang Cocok untuk Ruang Tamu Rumah Minimalis Desain Daybed
Model Sofa yang Cocok untuk Ruang Tamu Rumah Minimalis Desain Daybed/ AI

Sofa yang ditempatkan menempel pada dinding sering membuat area belakangnya menjadi bagian yang terlupakan ketika membersihkan rumah. Padahal, bahan kain atau material berpori dapat menyimpan kelembapan lebih lama dibandingkan permukaan keras.

Berikan ruang antara sofa dan dinding agar udara dapat bersirkulasi. Celah tersebut juga memudahkan proses pembersihan debu serta pemeriksaan apabila dinding mulai menunjukkan bercak lembap.

Hal serupa berlaku untuk kursi besar, bangku berlapis kain, dan furnitur lain yang memiliki bagian belakang lebar. Jika ruangan memiliki kelembapan tinggi, perabot semacam ini sebaiknya tidak diposisikan terlalu rapat dengan dinding.

5. Kulkas dan Mesin Cuci

Peralatan elektronik berukuran besar seperti kulkas dan mesin cuci juga membutuhkan ruang di sekitarnya. Namun, alasan pemberian jarak bukan hanya untuk mencegah jamur.

Peralatan tersebut membutuhkan ruang untuk sirkulasi udara dan pembuangan panas sesuai petunjuk produsen. Area di sekitar mesin juga perlu dijaga agar tidak terus-menerus terkena cipratan atau rembesan air.

Khusus mesin cuci, periksa bagian belakang dan lantai di sekitarnya secara berkala. Selang atau sambungan yang bocor dapat menciptakan sumber kelembapan. EPA menyarankan agar kebocoran dan masalah air diperbaiki sesegera mungkin serta benda yang terkena air dikeringkan secara menyeluruh.

Untuk jarak penempatan, ikuti petunjuk pemasangan dari produsen karena kebutuhan ruang setiap perangkat dapat berbeda.

6. Bingkai Foto dan Lukisan

Bingkai foto, lukisan, poster, atau benda dekoratif yang ditempel pada dinding juga perlu diperhatikan, terutama jika dinding rumah memiliki masalah lembap.

Bagian belakang bingkai berada sangat dekat dengan permukaan dinding sehingga udara yang bergerak di belakangnya terbatas. Apabila dinding mengalami kondensasi atau rembesan, kelembapan dapat tertahan pada bagian belakang bingkai.

Material kertas, kanvas, kayu, dan bahan berpori lainnya dapat mengalami kerusakan jika terus-menerus berada dalam kondisi lembap. Karena itu, jangan hanya memperhatikan tampilan bagian depan dekorasi. Periksa pula bagian belakang dan permukaan dinding secara berkala.

Jika terdapat bau apek, bercak, atau perubahan warna, lepaskan dekorasi dari dinding dan cari sumber kelembapannya.

7. Kardus dan Barang yang Disimpan di Sudut Ruangan

Ilustrasi kardus bekas | pexels.com
Ilustrasi kardus bekas | pexels.com

Kardus sering digunakan untuk menyimpan pakaian, buku, dokumen, perlengkapan rumah tangga, atau barang musiman. Namun, kardus yang diletakkan terlalu dekat dengan dinding lembap dapat menjadi masalah karena materialnya mudah menyerap air.

NDSU Extension menyarankan agar barang yang disimpan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan. Barang yang menjadi lembap di dalam kotak dapat tetap basah dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur.

Karena itu, hindari menumpuk kardus langsung menempel pada dinding, terutama di sudut ruangan yang jarang mendapat aliran udara. Untuk penyimpanan jangka panjang, pastikan ruangan tidak lembap dan barang yang dimasukkan benar-benar kering.

Berapa Jarak yang Sebaiknya Diberikan?

Tidak ada satu ukuran celah yang berlaku untuk semua jenis perabot. Kebutuhan jarak bergantung pada jenis benda, kondisi dinding, material perabot, sirkulasi udara, serta petunjuk pemasangan dari produsen.

Untuk furnitur rumah tangga, celah beberapa sentimeter dapat membantu menciptakan ruang untuk sirkulasi dan pemeriksaan. Pada peralatan elektronik, gunakan jarak yang ditentukan produsen karena berkaitan dengan ventilasi dan keselamatan perangkat.

Yang lebih penting, jangan menganggap celah sebagai pengganti pengendalian kelembapan. EPA merekomendasikan kelembapan relatif dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen, dan jika memungkinkan berada pada kisaran 30–50 persen.

Jika terlihat embun atau air pada jendela, dinding, maupun pipa, segera cari penyebabnya. Kondensasi dapat menjadi tanda bahwa kelembapan ruangan terlalu tinggi. Meningkatkan ventilasi dan pergerakan udara juga dapat membantu mengurangi kondensasi.

Jangan Hanya Menjauhkan Perabot, Cari Sumber Kelembapannya

Memindahkan perabot dari dinding merupakan tindakan pencegahan yang sederhana, tetapi tidak menyelesaikan masalah apabila sumber air tetap ada. Dinding yang terus terkena kebocoran, rembesan, atau kondensasi tetap dapat menjadi tempat tumbuh jamur meskipun furnitur sudah diberi jarak.

EPA menyebutkan bahwa membersihkan jamur tanpa memperbaiki masalah air atau kelembapan dapat menyebabkan masalah jamur muncul kembali.

Karena itu, periksa kemungkinan kebocoran atap, pipa, saluran air, dinding kamar mandi, hingga ventilasi ruangan. Di kamar mandi, peningkatan ventilasi melalui kipas atau jendela juga dapat membantu mencegah kelembapan berlebihan.

Dengan demikian, konsep benda yang perlu diberi jarak dari dinding agar tidak cepat berjamur sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pengelolaan kelembapan rumah secara keseluruhan. Menjaga celah udara, mengeringkan barang, memperbaiki kebocoran, dan memastikan ventilasi bekerja dengan baik akan memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.

Pertanyaan Seputar Jamur pada Dinding dan Perabotan

1. Apakah semua perabot harus diberi jarak dari dinding?

Tidak selalu dengan ukuran yang sama. Perabot berukuran besar seperti lemari, rak, sofa, dan kasur lebih membutuhkan ruang di belakangnya agar udara dapat bergerak dan bagian yang tersembunyi dapat diperiksa. Untuk peralatan elektronik, jarak sebaiknya mengikuti petunjuk pemasangan dari produsen.

2. Mengapa jamur sering muncul di belakang lemari?

Bagian belakang lemari cenderung minim sirkulasi udara dan sulit diperiksa atau dibersihkan. Jika dinding berada dalam kondisi lembap atau mengalami kondensasi, kelembapan dapat bertahan di area tersebut dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. EPA mencatat permukaan dinding di belakang furnitur sebagai salah satu lokasi yang memungkinkan munculnya jamur tersembunyi.

3. Apakah memberi jarak antara furnitur dan dinding bisa mencegah jamur sepenuhnya?

Tidak. Memberi jarak dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara, tetapi jamur tetap dapat tumbuh jika terdapat sumber kelembapan. Kebocoran, rembesan, dan kondensasi tetap perlu diperbaiki.

4. Bagaimana jika dinding sudah berjamur di belakang lemari?

Pindahkan lemari agar area tersebut dapat diperiksa dan sumber kelembapan ditemukan. Untuk area jamur yang relatif kecil, EPA menyebut pembersihan mandiri dapat dilakukan dengan mengikuti panduan yang sesuai. Namun, jika pertumbuhan jamur mencakup lebih dari sekitar 10 kaki persegi, terdapat kerusakan air yang besar, atau ada kondisi khusus seperti dugaan kontaminasi sistem HVAC, pertimbangkan bantuan profesional.

5. Apakah cukup menggunakan pengharum atau penyerap lembap?

Produk penyerap lembap dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi kelembapan pada ruang tertentu, tetapi tidak menggantikan pengendalian sumber air. Ventilasi, perbaikan kebocoran, pengeringan barang, dan pengaturan kelembapan ruangan tetap penting. EPA menekankan bahwa pengendalian kelembapan merupakan langkah utama dalam pengendalian jamur.

 

 

Rekomendasi