Bacaan Niat Puasa Asyura, Asal Hukum dan Zikir-zikir yang Dianjurkan

Puasa Asyura memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Addina Zulfa Fa'izah
Bacaan Niat Puasa Asyura, Asal Hukum dan Zikir-zikir yang Dianjurkan
Ilustrasi puasa. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Zurijeta

Puasa Asyura merupakan puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Puasa Asyura memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Baca ayat suci Alquran di sini.

Disebutkan dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW ketika ditanya tentang puasa Asyura, beliau menjawab, "Puasa tersebut) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu."

Sebelum menjalankan puasa Asyura, umat Islam tentu harus mengetahui beberapa hal terkait puasa Asyura. Untuk mengetahui lebih jelas tentang puasa Asyura, Merdeka.com telah merangkumnya dari nu.or.id.

Berikut ulasan lengkapnya.

Niat Puasa Asyura

Niat adalah salah satu rukun puasa dan ibadah lain pada umumnya. Tentang puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), terdapat perbedaan pendapat ulama perihal ta'yin.

Sebagian ulama mengatakan bahwa seseorang harus mengingat "puasa sunnah Asyura" saat niat di dalam batinnya. Sementara sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta'yin.

Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang yang akan berpuasa Tasu'a dan Asyura untuk melafalkan niatnya. Berikut contoh niat puasa Asyura.

وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Seseorang yang tiba-tiba ingin menjalankan sunnah puasa Tasu'a atau puasa Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah. Hal ini karena kewajiban niat di malam hari hanya untuk puasa wajib.

Sedangkan untuk puasa sunnah, niat diperbolehkan dilakukan pagi atau siang sejauh seseorang tersebut belum makan, minum atau melakukan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak subuh.

Seseorang yang mendadak ingin berpuasa Tasu'a atau Asyura dapat melafalkan niat berikut ini.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَ

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."

Asal Hukum Puasa Asyura

Berdasarkan nu.or.id, ulama-ulama berpendapat bahwa awalnya puasa Asyura itu hukumnya wajib, sebelum diwajibkannya puasa Ramadan pada tahun kedua hijriah. Setelah diwajibkan puasa Ramadan, puasa Asyura ini menjadi puasa sunnah 'muakkad' (sangat dianjurkan). Ini adalah pendapat kebanyakan ulama. Tetapi, ada pendapat lain pula yang menyebutkan bahwa puasa Asyura memang sejak dulu hukumnya sunnah 'muakkad', tidak wajib, sampai diwajibkan puasa Ramadan, maka hukumnya kembali sunnah biasa. Akan tetapi, pendapat ini lemah, seperti yang telah ditegaskan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Keutamaan Puasa Asyura

Diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharam". (HR Muslim)Keutamaan puasa Asyura yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Diriwayatkan at-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu" (HR at-Tirmidzi).Riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika ditanya tentang puasa Asyura, beliau memberikan jawaban, "(Puasa tersebut) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).Perlu diketahui, yang dimaksud dengan menghapus dosa di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Namun, jika seseorang tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan adanya keringanan dari dosa-dosa besar. Dan jika tidak, maka akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Zikir-zikir yang Dianjurkan

Banyak umat-umat terdahulu yang diterima taubatnya pada hari Asyura. Oleh sebab itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak zikir dan istighfar di hari Asyura. Seperti yang telah dianjurkan oleh Imam Al-Ajhuri, beliau mengatakan bahwa "Barang siapa yang membaca pada hari Asyura: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ(Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung dan penolong)Sebanyak 70 kali, niscaya Allah SWT akan menjaganya dari keburukan tahun tersebut. Berikut beberapa zikir yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Asyura:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ..... ٠٠اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ..... ٠٠أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..... ٠٠رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ..... ٠٠حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ..... ٠حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ..... ٠رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ....٠٠٠

Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

Terdapat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada hari Asyura (10 Muharram), di antaranya. 1. Diciptakannya Nabi Adam AS di surga.2. Diterimanya taubat Nabi Adam AS. 3. Naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh AS dengan bukit Judi setelah banjir besar dan turunnya ke muka bumi usai banjir bandang. 4. Dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari perut ikan paus. 5. Diterimanya taubat umat Nabi Yunus AS. 6. Dilahirkannya Nabi Ibrahim AS. 7. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari api yang membakarnya (oleh Raja Namrud).8. Dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari sumur setelah dimasukkan ke sumur oleh saudara-saudaranya. 9. Dipertemukannya Nabi Yusuf AS dengan keluarganya kembali. 10. Disembuhkannya Penglihatan Nabi Ya'qub AS.11. Dihilangkannya 'madlorot' yang mendera Nabi Ayyub AS. 12. Diampuninya Nabi Daud AS.13. Terbelahnya laut merah untuk Nabi Musa AS saat dikejar oleh Fir'aun.14. Tenggelamnya Fir'aun di dasar laut merah saat mengejar Nabi Musa AS. 15. Dilahirkannya Nabi Isa AS.16. Diangkatnya Nabi Isa AS ke langit. 17. Dibolak-balikannya tubuh para pemuda Bani Israil yang bersembunyi di dalam gua (Ashabul Kahfi).18. Diciptakannya ruh Nabi Muhammad SAW. 19. Dikandungnya Nabi Muhammad SAW di rahim Aminah radliyallahu 'anha.20. Wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW (Sayyiduna Husein radliyallahu 'anh).

Rekomendasi