Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Dibullying Kakak Kelas, Jenazah Diautopsi

Kepolisian menyelidiki dengan mengautopsi jenazah bocah tersebut untuk memastikan penyebab kematian diduga akibat bullying.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Dibullying Kakak Kelas, Jenazah Diautopsi
Keluarga bocah sd di pemalang dibullying. (tangkapan layar video).

Seorang murid Sekolah Dasar (SD) berinisial MHA (7), di Kabupaten, Pemalang, Jawa Tengah meninggal dunia diduga mengalami perundungan atau bullying. Kepolisian menyelidiki dengan mengautopsi jenazah bocah tersebut untuk memastikan penyebab kematian diduga akibat bullying.

Kabar kematian bocah MHA viral di media sosial setelah diunggah sejumlah akun Twitter. MHA disebutkan meninggal dunia pada Rabu (30/9). Sebelum meninggal dunia, anak itu mengeluh sakit pada perut hingga akhirnya mendapat perawatan medis di RSUD M Azhari sembilan hari sejak Kamis (1/10). Selama mengeluhkan sakit, anak itu bahkan tiba-tiba menjadi pendiam.

Kepada dokter memeriksanya, MHA mengaku mengalami perudungan. Dia mengaku area perut dipukul dan ditendan kakak kelas di sekolah.

Keluarga bocah sd di pemalang dibullying. (tangkapan layar video).
Keluarga bocah sd di pemalang dibullying. (tangkapan layar video).

Jenazah Diautopsi

Kepolisian masih menyelidiki kronologi dugaan perundungan hingga menyebabkan siswa kelas 2 SD itu meninggal dunia. "Masih dalam penyelidikan serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi keluarga untuk mengungkap kejadian meninggalnya anak korban dan berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela dalam keterangannya dikutip, Kamis (1/10).

Dugaan perudungan bocah SD itu berawal dari laporan keluarga korban. Kepolisian menerima laporan berjanji menangani kasus secara profesional dan sesuai prosedur hukum berlaku.

"Bila ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujar dia.

Terkait hasil autopsi dilakukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jateng, kepolisian belum berkenan membeberkan hasilnya.

"Fokus kita usai autopsi jenazah kita serahkan keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Rekomendasi