Mengenal Lebih Dalam Penyakit Takikardia yang Diidap Artis Jessica Iskandar

Takikardia sendiri merupakan kondisi dimana denyut jantung berdetak di atas normal yakni melebihi 100 kali per menit.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Mengenal Lebih Dalam Penyakit Takikardia yang Diidap Artis Jessica Iskandar
Ilustrasi sakit jantung. ©2012 Merdeka.com

Artis sekaligus presenter cantik Jessica Iskandar baru-baru ini mengungkapkan kondisi kesehatan terbarunya. Wanita kelahiran 1988 ini diketahui didiagnosa menderita penyakit takikardia.

Takikardia sendiri merupakan kondisi dimana denyut jantung berdetak di atas normal yakni melebihi 100 kali per menit. Kondisi ini disebut tidak normal karena bilik jantung berdetak lebih cepat dari biasanya.

Jessica didiagnosis menderita takikardia setelah ia menjalani pemeriksaan medis karena merasa ada yang tidak normal dengan detak jantungnya.

Lantas, apakah itu penyakit takikardia dan bagaimana gejalanya? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman klikdokter:

Apa itu Takikardia?

Takikardia merupakan kondisi saat jantung berdetak lebih cepat secara ekstrem bahkan saat penderitanya tidak melakukan aktivitas berat sekalipun. Merangkum dari Medical News Today, takikardia mengacu pada detak jantung lebih dari 100 denyut per menit. Denyut jantung sehat sebagian besar orang dewasa berkisar antara 60 hingga 90 denyut per menit.

Jika denyut jantung terlalu cepat dan diatas normal, maka menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Selain itu, otot jantung juga akan bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen.

Jenis Takikardia

Denyut jantung yang berada di atas rata-rata tentu saja berbahaya bagi penderitanya. Namun, takikardia diberdakan menjadi beberapa macam berdasarkan penyebab dan bahayanya. Berikut penjelasannya: 1. Sinus TakikardiaSinus takikardia berasal dari simpul sinoatrial jantung atau alat pacu alami jantung. Kondisi ini terjadi saat seseorang melakukan olahraga, merasakan takut, atau merasa cemas.Sinus takikaria dianggap sebagai kondisi yang tidak berbahaya karena jantung berdetak dengan benar. Meski begitu, ada beberapa penyebab tidak biasa dari kondisi ini seperti anemia, kerusakan otot jantung, pendarahan hebat, atau masalah pada kelenjar tiroid.

2. Supraventrikular Takikardia (SVT)

Takikardia jenis ini terjadi di bilik atas jantung dan lebih umum diderita oleh anak-anak dan perempuan. Melansir dari Health Direct, dua jenis SVT yang umum diderita adalah flutter atrium dan fibrilasi atrium. Pada flutter atrium, jantung berdetak dengan sangat cepat tapi teratur. Sedangkan fibrilasi atrium adalah jenis takikardia yang bersifat sementara. Meski begitu, beberapa episode febrilasi atrium mungkin tidak akan berakhir kecuali mendapatkan perawatan.

3. Ventrikel Takikardia

Ventrikel Takikardia merupakan kondisi yang terjadi ketika terjadi karena adanya masalah dengan 'sinyal listrik' di ventrikel jantung dan menyebabkan detaknya menjadi lebih cepat. Hal tersebut biasanya dapat mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.The National Libary of Medicine AS mengklasifikasikan kondisi ini sebagai penyebab utama kematian jantung mendadak. Ventrikel Takikardia biasanya terjadi sangat singkat. Tetapi, jika terjadi lebih dari beberapa detik merupakan salah satu gejala kondisi yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa.

Penyebab Takikardia

Takikardia bisa disebabkan karena beberapa hal, diantaranya:

  • Efek samping obat tertentu
  • Gangguan aliran listrik jantung
  • Kelainan bawaan pada jantung
  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Hipertiroidisme
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Gangguan elektrolit
  • Pengguna narkoba jenis kokain, ekstasi, dan stimulan lainnya

Gejala Takikardia

Sebagian besar kasus takikardia tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, beberapa diantaranya menimbulkan gejala berupa:

  • Sesak napas
  • Nyeri di bagian dada
  • Merasa berdebar
  • Pusing
  • Tubuh merasa lemas
  • Kesadaran menurun
  • Pingsan

Pencegahan dan Pengobatan Takikardia

 Takikardia bisa dicegah dengan menghindari mengonsumsi zat-zat yang dapat memicu denyut jantung meningkat. Misal, nikotin, obat stimulan, ekstasi, dan alkohol. Sedangkan untuk pengobatannya, biasanya ditentukan berdasarkan penyebabnya. Jika mengalami gejala takikardia, seseorang tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit. Secara umum, tujuan pengobatan dilakukan adalah untuk memperlambat denyut jantung dan mencegah takikardia berulang lagi.Dokter biasanya akan memberikan suntikan obat-obatan yang berfungsi untuk menstabilkan detak jantung. Namun, untuk beberapa kondisi tertentu  tak jarang terapi kejut jantung (kardioversi) bahkan tindakan operasi juga perlu dilakukan.

Rekomendasi