Bagi generasi milenial, tentu sudah tidak asing dengan Habib Jafar. Salah satu pendakwah ini cukup dikenal di media sosial, khususnya Instagram. Berbeda dari yang lain, Habib Jafar terlihat begitu santai dan lebih fokus memberikan ajaran Islam kepada anak-anak muda.
Saking santainya, Deddy Corbuzier sempat kaget melihat penampilan Habib Jafar saat datang ke rumahnya. Lantas bagaimana tanggapan Habib Jafar saat Deddy Corbuzier terkejut? Simak ulasan informasi yang dilansir dari akun YouTube Deddy Corbuzier berikut ini.
Advertisement
Dalam sesi podcast di akun YouTube Deddy Corbuzier, ayah satu anak ini tak menampik kenyataan jika dirinya kaget melihat penampilan Habib Jafar. Bagaimana tidak, Habib Jafar datang ke rumah Deddy Corbuzier hanya dengan mengenakan kaos lengan panjang, bukan baju koko khas pendakwah lainnya.
"Tapi, lu menarik banget deh. Maksudnya gini bro, sebagai seorang Habib saya tidak menyangka Anda akan datang ke studio podcast dengan baju sweater, hoodie, masker, celana jeans. Kayaknya santai banget, padahal Anda menyandang gelas Habib. Ini kan sesuatu yang agak-agak sulit gitu kan," ungkap Deddy Corbuzier.
Advertisement
Melihat Deddy Corbuzier terkejut, Habib Jafar lantas memberikan tanggapannya. Menurutnya, hal itu tergantung pada bagaimana seorang Habib membawa dan melihat gelarnya tersebut. Melihat sebagai tanggung jawab atau kebanggaan.
"Sebenarnya, tergantung pada kita melihat pada posisi gelar Habib itu. Melihatnya sebagai sebuah tanggung jawab atau melihatnya sebagai suatu kebanggaan," kata Habib Jafar dengan santai."Kalau gua melihatnya sebagai suatu kebanggaan, maka gua akan menggunakan itu untuk hal-hal pragmatis bagi diri gua, untuk mencari keuntungan-keuntungan. Contoh, karena omongan gua pasti didengar oleh orang-orang khususnya dalam konteks agama, maka gua akan ngomong seenaknya saja. Atau sisi lain, gua merayakan penghormatan orang kepada gua. Karena orang menghormati kita, ya sudah gua rayakan itu, gua memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi gua. Kalau melihat itu sebagai sebuah kebanggaan," jelasnya lebih lanjut.
Advertisement
Namun, gelar yang disandang Habib Jafar lebih dianggapnya sebagai sebuah tanggung jawab. Bukan sebagai kebanggaan karena banyak orang mendengar perkataan yang disampaikannya."Tetapi, bagi gua itu tanggung jawab sih," kata Habib Jafar.
Advertisement
Rasa penasaran Deddy Corbuzier akan penampilan Habib Jafar belum sirna. Deddy kembali menanyakan alasan Habib Jafar lebih sering terlihat mengenakan pakaian kasual dibanding pakaian muslim.
"Tapi kenapa lu tidak memilih untuk maksudnya menggunakan pakaian yang lebih muslim gitu. Kenapa pakainya celana jeans, kan celana jeans katanya ke barat-baratan," tanya Deddy Corbuzier."Gua mau bilang gini, pertama bahwa gua enggak ngerti sih apa yang dimaksud pakaian muslim," kata Habib Jafar memulai jawaban.
Advertisement
Lebih lanjut, Habib Jafar menjelaskan sebagian besar pakaian muslim yang dikenakan oleh masyarakat Indonesia itu hasil dari penggabungan budaya. Mulai dari baju koko hingga peci yang kerap digunakan oleh umat Islam Indonesia."Misalnya baju koko. Baju koko itu pakaian Tionghoa gitu sebenarnya kan. Ada irisannya gitu sama Tionghoa secara kebudayaan," kata Habib Jafar."Itu sama seperti peci, sebenarnya adalah nasional Indonesia gitu kan," tambah Deddy Corbuzier
Advertisement
Menurut Habib Jafar, fashion orang muslim tidak diatur dalam agama Islam. Asalkan mereka mengerti batas aurat dan harus menutupnya dengan sempurna.
"Jadi, bagi gua yang disebut pakaian muslim itu yang pertama Islam tidak mengatur fashion kita sebenarnya. Islam itu bukan kuantitas, bukan lu berpakaian sarung, berpakaian jubah dan lain sebagainya," jelas Habib Jafar."Tetapi bagi gua, fashion dalam Islam itu ada kualitas yakni lu menutup aurat selesai. Apapun itu (pakaiannya)," sambungnya.
Advertisement
Habib Jafar lantas memberikan alasan penampilan kasual yang kerap dikenakannya. Hal ini berkaitan dengan target dakwah Habib Jafar yang lebih tertuju pada anak muda generasi milineal. Bahkan, Habib Jafar lebih sering berdakwah di kafe-kafe daripada di masjid."Dan kenapa gua lebih memilih berpakaian seperti ini karena begini gua memilih segmentasi dakwah anak muda, generasi milenial dan melalui YouTube kebanyakan. Gua berdakwah juga di kafe-kafe, jarang gua di masjid," ungkapnya
Advertisement
Bukan tanpa alasan yang tidak jelas. Habib Jafar menjelaskan jika ustaz sudah terlalu banyak di masjid. Saking banyaknya, jatah seorang ustaz untuk berdakwah hanya satu hingga dua kali dalam setahun.
"Jadi gini, bagi gua segmen itu yang sering enggak digarap. Kita sudah overload ustaz di masjid kayaknya. Overload jumlah ustaz di masjid tuh. Sampai satu tahun, seorang ustaz bisa hanya mendapatkan satu atau dua kali jatah ceramah salat Jumat. Karena terlalu banyak," jelasnya.