Protein adalah salah satu nutrisi yang penting. Sebab, protein dibutuhkan tubuh untuk mengatur sistem metabolisme pada tubuh serta membantu darah untuk menyuplai oksigen ke seluruh organ penting.
Namun, bagaimana jika tubuh kekurangan protein sejak dini?
Selalu cukupi kebutuhan protein pada anak agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan rangkuman dari akibat kekurangan protein pada anak:
Advertisement
Sistem Kekebalan Tubuh Akan Sulit untuk Stabil
Dilansir dari Liputan6, protein akan digunakan untuk sebagai zat pembentuk antibodi. Telah diketahui bersama, bahwa anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna.
Protein yang ada di dalam tubuh berfungsi untuk mengidentifikasi dan menghancurkan antigen yang berbahaya seperti patogen yang masuk ke dalam tubuh.
Maka dari itu apabila anak kekurangan protein, maka hormon yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya akan menjadi semakin rendah dan dapat menimbulkan masalah kesehatan kelak ketika ia semakin dewasa.
Advertisement
Stunting
Stunting adalah akibat kedua dari tubuh anak yang kekurangan protein. Akibat ini dapat terjadi apabila proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak terganggu. Sehingga, tubuhnya cenderung tidak dapat tumbuh secara optimal dan lebih pendek daripada anak-anak lainnya.
Dikutip dari Alodokter, hal ini dikarenakan protein yang berfungsi sebagai bahan baku berbagai jaringan, hormon, dan neurotransmitter tidak tercukupi dengan baik di dalam tubuh.
Maka dari itu, selalu cukupi kebutuhan protein pada anak demi tumbuh kembangnya hingga usia dewasa nanti.
Advertisement
Penyembuhan Luka Terhambat
Masa anak-anak adalah waktu dimana anak memiliki kemauan dan kemampuan untuk bermain dan mencari hal-hal yang disenanginya. Tidak heran apabila anak-anak sering mendapatkan luka yang didapatkan dari aktivitas bermainnya.
Jelas, untuk menyembuhkan luka ini tubuh membutuhkan protein yang cukup. Maka dari itu, akibat selanjutnya dari kekurangan protein pada anak adalah penyembuhan luka yang dapat terhambat.
Advertisement
Gangguan Fungsi Otak
Dikutip dari Alodokter, gangguan fungsi otak juga dapat menjadi akibat dari kekurangan protein pada anak. Hal ini juga dapat terjadi sejak di dalam kandungan.
Asam amino yang terkandung pada protein disinyalir dapat membentuk beragam jenis neurotransmitter yang baik bagi perkembangan otak. Di antaranya yakni dapat berperan untuk mengantarkan stimulus atau pesan ke sel saraf otak maupun otot yang ada di seluruh tubuh.
Tentu saja, semakin banyak neurotransmitter yang terbentuk di dalam tubuh maka akan semakin baik pula fungsi dan kerja otak untuk siap menerima berbagai pengetahuan baru.
Advertisement
Gangguan Kesehatan Mental
Akibat selanjutnya dari kekurangan protein pada anak adalah dapat terjadinya gangguan kesehatan mental. Sebab, kurangnya protein akan mengakibatkan gangguan fungsi otak.
Sementara itu, fungsi otak yang terganggu dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental. Sebab, asam amino yang banyak terkandung pada protein diperlukan tubuh untuk membentuk dopamin dan serotonin .
Kedua hormon tersebut dipercaya dapat membangkitkan suasana hati dan mental. Maka dari itu, kekurangan kedua hormon ini dapat berakibat menurunnya kondisi suasana hati yang memicu gangguan sikap dan perilaku pada anak.
Advertisement
Gangguan Pertumbuhan Gigi
Masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan berbagai jaringan yang ada di dalam tubuh. Salah satunya adalah pertumbuhan dan perkembangan gigi menuju sempurna.
Akibat yang ditimbulkan anak mengalami kekurangan protein adalah terhambatnya pertumbuhan gigi. Sebab, telah dijelaskan sebelumnya bahwa protein merupakan zat yang dibutuhkan untuk dijadikan bahan baku bagi pertumbuhan jaringan-jaringan tubuh yang baru.
Hal ini dapat diantisipasi dengan pemberian makanan ataupun minuman yang mengandung protein tinggi seperti susu. Beri asupan susu kepada anak secara rutin setiap hari pada pagi dan malam hari menjelang tidur.
Advertisement
Obesitas
Akibat kekurangan protein pada anak selanjutnya adalah munculnya risiko obesitas. Sebab, dikutip dari Liputan6, kekurangan protein dapat meningkatkan nafsu makan yang berlebihan pada anak.
Hal ini tentu saja menjadi kebiasaan buruk. Sebab, bukan makanan sehat yang menjadi incaran anak-anak untuk mencukupi hasrat makannya melainkan karbohidrat dan gula yang berlebihan.
Dengan kadar karbohidrat dan gula yang tinggi pada tubuh, maka hal ini dapat berakibat buruk bagi tubuh seperti meningkatnya risiko diabetes sejak dini yang disebabkan oleh obesitas.
Advertisement
Jam Tidur yang Kacau
Anak yang memiliki jam tidur berlebih atau bahkan kurang disinyalir dapat disebabkan oleh kurangnya asupan protein di dalam tubuh. Maka dari itu, hindari akibat dari kurangnya asupan protein ini dengan memberi makanan yang bernutrisi tinggi serta memiliki kandungan protein di dalamnya.
Anda dapat memberi asupan telur, susu, keju, kacang-kacangan, dan lain sebagainya pada anak. Selain itu, pastikan pula untuk mencukupi kebutuhan asupan lainnya seperti vitamin, karbohidrat, mineral, dan lemak agar tidak menghambat tumbuh dan kembangnya.