Kisah Nenek Pasien Virus Corona Tolak Pasang Ventilator, Mengalah Pada yang Muda

Seorang nenek tua yang merupakan pasien virus corona atau covid-19 menolak untuk dipasangkan ventilator. Ia menolak karena memiliki alasan yang begitu mulia. Ingin tahu kisah selengkapnya?

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Kisah Nenek Pasien Virus Corona Tolak Pasang Ventilator, Mengalah Pada yang Muda
Ilustrasi Nenek. ©CC0 Public Domain

Virus corona atau covid-19 yang menjadi pandemi dunia saat ini telah menjatuhkan banyak korban. Seseorang dengan usia yang tak lagi muda akan sangat rentan terkena virus corona. Hal tersebut disebabkan karena kondisi imun dalam tubuhnya sudah tak sebaik orang yang masih muda.

Sebuah kisah haru terjadi baru-baru ini, pasalnya seorang nenek tua yang merupakan pasien virus corona atau covid-19 menolak untuk dipasangkan ventilator. Ia menolak karena memiliki alasan yang begitu mulia. Ingin tahu kisah selengkapnya? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.

Virus corona akan sangat mudah dan rentan menyerang orang-orang yang sudah berusia tua. Hal tersebut karena sistem kekebalan tubuh mereka tengah menurun dan tak sebaik saat mereka masih muda.

Seperti salah seorang nenek yang terinfeksi virus corona. Pasalnya ia merupakan pasien covid-19 dengan usia yang sudah menginjak 90 tahun.

Wanita berusia 90 tahun di Belgia ditetapkan positif terjangkit virus corona. Di usianya yang sudah tak terhitung muda itu, kondisinya semakin memburuk.

Hal tersebut membuat dirinya harus mendapatkan perawatan yang intes, salah satunya dengan pemasangan ventilator. Namun, siapa sangka sang nenek justru menolak dipasangkan ventilator dalam kondisinya yang memburuk.

Wanita berusia 90 tahun dengan nama Suzanne Hoylaerts asal Belgia tersebut sempat mengatakan alasannya menolak pemasangan ventilator itu. Ia mengungkapkan alasan yang membuat seluruh dokter merasa terharu.

"Saya tidak ingin menggunakan respirasi buatan. Simpan untuk pasien yang lebih muda. Aku sudah memiliki kehidupan yang baik," ungkap Suzanne.

Pada akhirnya, Suzanne tutup usia setelah dirawat selama dua hari di rumah sakit. Sontak kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

Judith, sang putri juga merasakan duka yang cukup mendalam atas kepergian sang ibunda. Ia begitu merasa kehilangan sosok Suzanne.

Judith juga mengaku dirinya tak bisa mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya kepada sang ibunda. Duka semakin terasa saat Judith tak bisa menghadiri pemakaman sang ibunda. Hal tersebut tengah disampaikan Judith pada surat kabar Belanda Het Laatste Nieuws.

"Saya tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya, dan saya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menghadiri pemakamannya."

Rekomendasi