Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pseudobulbar Affect, Penyakit Mudah Tertawa dan Menangis Tanpa Sebab

Pseudobulbar Affect, Penyakit Mudah Tertawa dan Menangis Tanpa Sebab Tertawa bersama. © uniquefacts.net

Merdeka.com - Tertawa sering menjadi gambaran seseorang bahagia. Terlebih jika melihat hal-hal lucu atau tingkah lucu seseorang. Tentu manusia pada umumnya akan tertawa. Tetapi bagaimana jika seseorang tertawa tanpa sebab?

Film Joker menjadi salah satu contoh karakter yang mengalami gangguan sehingga membuatnya tertawa meskipun dalam keadaan sedih. Gangguan tersebut disebut dengan pseudobulbar affect.

Dilansir dari Alodokter, Pseudobulbar Affect (PBA) merupakan gangguan pada sistem saraf seseorang sehingga membuat seseorang sering tiba-tiba tertawa atau menangis tanpa sebab. Penderita sering mengalami perubahan emosi secara tiba-tiba. Penderita tiba-tiba merasa cemas, malu, depresi hingga mengisolasi diri dari lingkungan.

Penyebab Pseudobulbar Affect (PBA)

affect pba rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dilansir dari Hellosehat, penyebab pseudobulbar affect (PBA) yaitu akibat adanya kerusakan pada korteks prefrontal. Korteks prefrontal adalah area otal yang membantu mengendalikan emosi. Perubahan zat kimia otak yang terkait dengan suasana hati serta depresi juga dapat berperan.

Selain itu cedera yang memengaruhi otak juga dapat menyebabkan pseudobulbar affect. Penyakit yang sering dikaitkan dengan pseudobulbar affect yaitu demensia, tumor otak, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Gejala Pseudobulbar Affect (PBA)

affect pba rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dilansir dari beberapa sumber, terdapat beberapa gejala pseudobulbar affect :1. Sering tertawa atau menangis secara tiba-tiba tanpa ada penyebabnya.

2. Tertawa atau menangis dengan waktu lebih lama dari orang normal.

3. Tertawa dengan keras saat merasa sedih atau tertekan, dan menangis ketika merasa gembira.

4. Berubah frustasi atau marah-marah secara tiba-tiba.

5. Ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan suasana hati. Gejala-gejala pseudobulbar affect tersebut pada umumnya muncul secara tiba-tiba dan tanpa disadari, sehingga sering disalahartikan dengan gangguan mental seperti bipolar atau depresi.

Pengobatan Pseudobulbar Affect (PBA)

affect pba rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pengobatan penderita pseudobulbar affect biasanya dengan pemeriksaan dokter. Kemudian dokter akan memberikan obat antidepresan dan obat quinidine sulfate seperti dextromethorphan untuk mengendalikan gejala pseudobulbar affect.

Selain dengan cara medis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan gejala pseudobulbar affect :

Mengubah Posisi Duduk atau Berdiri

duduk atau berdiri rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Cara ini dilakukan dengan mengubah posisi duduk atau berdiri, kemudian bernapas secara perlahan dan dalam. Cara ini cukup efektif untuk meredakan emosi yang meledak secara tiba-tiba.

Berbicara dengan Orang Terdekat

orang terdekat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penderita yang mengidap pseudobulbar affect atau PBA perlu menjelaskan kepada orang terdekat tentang kondisi yang dialaminya. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terkejut ketika gejala pseudobulbar affect tiba-tiba muncul.

Buat Tubuh Lebih Rileks

Pada penderita pseudobulbar affect, tertawa keras atau menangis dapat membuat otot-otot wajah dan tubuh menjadi tegang. Oleh sebab itu, penderita pseudobulbar affect perlu melakukan Teknik relaksasi khususnya pada otot dahi dan bahu setelah gejala tersebut berakhir.

(mdk/add)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP