Pria Ini Rela Menjadi Pemulung Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Menjadi pemulung merupakan salah satu profesi yang dipilih oleh beberapa orang untuk membiayai hidup.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Pria Ini Rela Menjadi Pemulung Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
Pria Ini Rela Menjadi Pemulung Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup, Ternyata Bukan Orang Sembarangan (Merdeka.com)

Miliki gelar Raden, Pria ini rela menjadi pemulung dengan penghasilan Rp30 ribu perhari.

Menjadi pemulung merupakan salah satu profesi yang dipilih oleh beberapa orang untuk membiayai hidup. Meski hasilnya relatif lebih sedikit dari pekerjaan lainnya, namun jika dilakukan dengan tekun hasilnya juga dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

Menjadi pemulung merupakan salah satu profesi yang dipilih oleh beberapa orang untuk membiayai hidup. Meski hasilnya relatif lebih sedikit dari pekerjaan lainnya, namun jika dilakukan dengan tekun hasilnya juga dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup.<br>
Dok. Istimewa

Seperti salah satu pemulung bernama Raden Dadang Sukendar (48) asal Subang, Jawa Barat memilih menjadi pemulung, lantaran terdampak PHK dari pekerjaan di hotel sebagai penerima tamu.

Selain itu, ternyata Raden Dadang bukan dari keluarga sembarangan, sang ayah merupakan seorang dosen Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1960. Penasaran, berikut ulasannya dilansir dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis (25/04).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, Raden Dadang mengaku pernah bekerja di hotel.

"Saya pernah kerja di hotel Diamond bagian reception penerima tamu," kata Dadang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemudian, Dedi mempertanyakan kepada Raden Dadang kenapa menjadi pemulung, padahal bekerja di hotel lebih baik.

"Kan bapak asalnya bekerja di hotel kenapa berhenti menjadi pemulung," tanya Dedi

"Karena dipensiunkan di usia 48 tahun, jadi bos saya itu mencari yang lebih muda," jawab Dadang.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Memiliki gelar Raden, Dadang ternyata bukan dari keluarga sembarangan.

"Berarti dulunya dari keluarga mapan dong," tanya Dedi.
"Kalau masih ada orangtua, dulU bapak saya dosen Universitas Indonesia (UI)," jawab Dadang.

Mendengar pengakuan Dadang, politisi partai Gerindra kaget dan mempertanyakan siapa nama orangtua.<br><br>
Dok. Istimewa

"Raden Sumedi Prawijaya menjadi dosen pada tahun 1960," kata Dadang. 

Rekomendasi