Pin yang Dikenakan Pria di Belakang Presiden Trump Jadi Sorotan, Ramai Disebut Lambang Freemason
Netizen soroti pin atau lencana dari seorang pejabat pemerintahan AS yang disebut mirip lambang Freemason.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali jadi sorotan di media sosial. Kali ini, sebuah foto tangkapan layar merekam momen salah satu wawancaranya diperbincangkan warganet usai dibagikan di akun X @HustleBitch_.
Bukan karena pernyataannya, namun netizen justru dibuat salah fokus dengan pin atau lencana di baju seorang pria yang berdiri di belakang Trump saat sedang diwawancara. Sebab, banyak yang menduga jika logo dalam pin tersebut ialah lambang dari organisasi rahasia Freemason.
Dalam foto yang dibagikan, tampak seorang pejabat pemerintah AS bernama Ronald Donato Vitiello berdiri tepat di belakang Trump yang sedang menjalani sesi wawancara. Pengunggah lalu menyoroti lencana yang ada di bagian kiri jas Vitiello sambil mempertanyakan arti dari lambang tersebut.
"What does this badge mean? (Apa arti dari lencana ini?)," tulis keterangan unggahan.
Vitiello sendiri adalah mantan agen patroli perbatasan AS yang menjabat sebagai wakil direktur dan pelaksana direktur Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS dari 30 Juni 2018 hingga 12 April 2019.
Pada 2018, Donald Trump pernah menganugerahi Vitiello Penghargaan Peringkat Presiden untuk Eksekutif Terhormat dalam Layanan Eksekutif Senior.
Vitiello Ramai Disebut Pakai Lencana Lambang Freemason
Setelah dibagikan, postingan tersebut langsung ramai mendapat beragam komentar dari warganet. Salah satu di antaranya bahkan membagikan kumpulan foto lencana dari organisasi-organisasi resmi kenegaraan di AS.
Namun, lambang pada lencana yang dipakai Vitiello tidak ada di dalam daftar tersebut. Banyak orang lalu berspekulasi dan meyakini jika lambang yang tertera dalam lencana Donato adalah milik organisasi Freemason.
Sebagai informasi, Freemason sendiri merupakan organisasi rahasia yang kerap jadi sorotan dunia. Beberapa pihak kerap mengaitkan Freemason dengan teori konspirasi, illuminati.
Para kritikus menuduh Freemason sebagai elitisme dan memiliki pengaruh yang tidak semestinya dalam urusan politik serta ekonomi. Selain itu, beberapa kelompok agama juga menuduh bahwa anggota kelompok itu menyembah setan.
Menurut LiveScience, anggota organisasi ini termasuk politikus, insinyur, ilmuwan, penulis, hingga filsuf. Banyak di antara mereka yang berperan dalam peristiwa dunia, seperti revolusi, perang, dan gerakan intelektual.
Organisasi Freemason juga telah menjadi fokus teori konspirasi yang sering dikaitkan dengan agenda globalis atau kendali politik terselubung. Banyak pihak percaya perang-perang besar yang terjadi dunia adalah salah satu skenario mereka.