Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perut Buncit Bisa Disebabkan Karena Kurang Tidur, Ini Cara Mengatasinya

Perut Buncit Bisa Disebabkan Karena Kurang Tidur, Ini Cara Mengatasinya Ilustrasi perut buncit. © ummi online

Merdeka.com - Perut buncit bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti pola hidup yang tidak sehat dan konsumsi makanan manis secara berlebih. Selain itu, perut buncit ternyata juga bisa disebabkan karena kurang tidur. Tak hanya berpengaruh pada penampilan, perut buncit juga cukup berbahaya terhadap kondisi kesehatan secara umum.

Hal ini dikarenakan adanya timbunan lemak berlebih di area perut. Perut buncit sendiri disebabkan oleh penumpukan lemak pada bagian perut. Lemak di bagian perut ini terdiri dari dua macam, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral.

Lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit. Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh sehingga tidak terlihat. Lemak viseral inilah yang sering dihubungkan dengan kondisi obesitas di perut.

Timbunan lemak tersebut bahkan diketahui dapat memicu beberapa penyakit tertentu, seperti jantung. Untuk itu, penting bagi semua orang mengetahui penyebab dan cara mengatasi perut buncit. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari Medical News Today dan berbagai sumber, Selasa (18/1/2022):

Penyebab Perut Buncit

1. Malas Olahraga

Seperti halnya obesitas pada tubuh, perut buncit timbul oleh karena asupan makanan yang melebihi energi yang diperlukan untuk aktivitas fisik. Apabila Anda makan terlalu banyak, khususnya makanan yang tinggi gula dan kolesterol dan kurang berolahraga, Anda akan mengalami penumpukan lemak pada tubuh, termasuk lemak di perut.

Penyebab utama dari perut buncit sebenarnya adalah malas berolahraga. Sebab, lemak dari makanan yang dikonsumsi tidak akan terbakar dan akan tertimbun di satu bagian, yakni perut.

Lemak visceral sangat mudah terbakar selama melakukan aktivitas fisik. Olahraga aerobik terbukti membantu membakar lemak perut dengan efektif. Lakukan lah aktivitas fisik termasuk olahraga untuk membakar lemak di perut.

2. Diet yang Buruk

Perut buncit juga bisa disebabkan karena cara diet yang salah. Orang yang mengurangi karbohidrat dan memperbanyak asupan gula serta makanan berlemak berisiko punya perut buncit. Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh sehingga tidak terlihat. Lemak viseral inilah yang sering dihubungkan dengan kondisi obesitas di perut.

3. Stres

Faktor stres mampu menyebabkan berat badan naik sehingga membuat lemak terus menumpuk. Saat mengalami stres, kadar hormon kortisol meningkat. Hormon ini meningkatkan nafsu makan, terutama konsumsi makanan manis, tinggi kalori, dan tinggi lemak. Karena tingginya nafsu makan, Anda terus menambah asupan kalori dari makanan berlemak. Kalori yang berlebih akan menyebabkan penumpukan lemak di perut. Selain itu, menurut studi dalam jurnal Obesity hormon kortisol alias hormon stres bisa meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh dan melebarkan ukuran sel lemak. Inilah mengapa tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh erat kaitannya dengan meningkatnya lemak perut.4. Kurang Tidur Sebuah penelitian di Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan durasi tidur dengan berat badan. Kualitas maupun durasi tidur sama-sama berperan dalam mengontrol lemak tubuh. Seseorang yang kurang tidur juga cenderung punya pola makan tidak sehat. Hal itu tentu akan membuat seseorang lebih mudah menimbun lemak.

5. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, pria lebih rentan memiliki perut buncit pada usia lebih dari 40 tahun. Sebab, berkurangnya hormon testosteron pada pria menyebabkan lemak berlebih di tubuh lebih mudah tersimpan dan menumpuk menjadi lemak visceral.6. Konsumsi AlkoholAlkohol ternyata juga bisa meningkatkan jumlah lemak pada perut. Hal ini disebutkan karena alkohol meningkatkan kalori makanan yang dikonsumsi sebelum atau sesudah meminumnya. Lalu, alkohol juga terbukti  menurunkan hormon glucagon-like peptide 1 (GLP-1) dan hormon leptin. Rendahnya kedua hormon ini membuat tubuh mudah lapar. Selain itu, konsumsi alkohol juga akan meningkatkan asupan glukosa sehingga menyebabkan penumpukan lemak di dalam perut.Selain alkohol, merokok juga disebut menjadi salah satu faktor risiko penyebab obesitas. Seorang perokok lebih punya risiko untuk gemuk di area perut.

7. Adanya Bakteri di Usus

Seperti yang diketahui bahwa di dalam usus manusia hidup ratusan bakteri. Beberapa bakteri ada yang bermanfaat bagi kesehatan, ada juga yang merugikan. Para peneliti menemukan, bahwa orang gemuk cenderung memiliki jumlah bakteri Firmicutes di usus lebih banyak dari pada orang dengan berat badan ideal. Penelitian juga menunjukkan bahwa jenis bakteri tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori dari makanan sehingga mampu menaikkan berat badan, termasuk lemak perut.Di beberapa kasus, perut buncit ternyata juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Ada sejumlah bukti ilmiah bahwa gen berperan dalam peningkatan risiko obesitas. Hal yang sama juga berlaku pada risiko penyakit kronis.

Cara Mengatasi Perut Buncit

1. Lakukan Olahraga TeraturPerut buncit bisa diatasi dengan rutin melakukan olah raga. Cobalah untuk melakukan aktivitas olah raga minimal 30 menit setiap hari. Selain membakar lemak, olah raga meningkatkan massa otot. Jika massa otot Anda bertambah, Anda akan membakar kalori lebih banyak sekaligus mengurangi tumpukan lemak pada perut.2. Perhatikan Asupan MakananAsupan makanan juga perlu diperhatikan. Kurangi makan makanan yang tinggi gula. Makanan yang Anda pilih harus mengandung serat, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral yang seimbang.3. Pastikan Tidur Cukup Tidur bermanfaat untuk kesehatan termasuk dalam upaya untuk mengecilkan perut Anda. Orang yang tidur cukup sebanyak 6-7 jam per hari terbukti memiliki sedikit lemak visceral daripada orang yang tidur kurang dari lima jam per hari.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP