Seorang guru di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, bernama Nicholas, mendapat sorotan publik setelah videonya yang diduga mengejek seorang remaja tunarungu saat siaran langsung (live) di media sosial viral pada Rabu (24/12).
Dalam video tersebut, Nicholas disebut melontarkan ucapan bernada merendahkan terhadap remaja bernama Cahyo, yang diketahui memiliki keterbatasan bicara.
Tindakan itu memicu reaksi keras dari warganet dan masyarakat. Pihak sekolah SMK Negeri 1 Rembang, tempat guru tersebut bernaung, ikut terdampak karena nama sekolah terseret dalam polemik.
Sejumlah pihak menilai perilaku itu tidak pantas dilakukan oleh seorang tenaga pendidik yang seharusnya memberi teladan.
Setelah menuai kecaman, Nicholas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Video permintaan maaf tersebut diunggah oleh akun Instagram @Fakta.indo, Rabu (24/12).
Dalam pernyataannya, ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada pihak sekolah, para guru, siswa, serta secara khusus kepada Cahyo dan keluarganya.
Advertisement
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua:
Saya, Nicholas, menyampaikan permohonan maaf saya,
Kepada sekolah SMK Negeri 1 Rembang Kepada Kepala Sekolah Bapak Ibu Guru Pengajar Siswa-siswi SMK Negeri 1 Rembang Atas perlakuan saya saat saya live pada tanggal 17 Desember 2025, yang mengakibatkan seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Rembang terkena imbas. Dari semua perbuatan saya yang tidak terpuji dan lebih khusus kepada anak Cahyo. Bapak memohon maaf yang setulus-tulusnya atas kejadian, atas keikhlafan Bapak melakukan hal tersebut Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melindungi kita semua Sekali lagi, mohon saya dimaafkan Demikian,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Reporter Magang: Ahmad Subayu