Seorang wanita asal Indonesia bernama Melisa memamerkan kemampuannya dalam mengendarai mobil terbang buatan China.
Melansir dari video unggahan pribadinya di Instagram @melisanovianti, Melisa mengunjungi kantor Xpeng guna melihat unit mobil terbang yang belakangan ramai dibicarakan publik di China.
Mobil tersebut memiliki wujud mirip helikopter dengan empat buah baling-baling di setiap sisinya. Sekilas mobil tersebut mirip dengan drone namun dapat dikemudikan dengan mengatur kecepatan dan ketinggiannya.
Alhasil video tersebut banyak menjadi sorotan lantaran model kendaraan listrik tersebut sangat futuristik dan unik.
"Punten, ada yg mau numpang naik mobil terbang aing⁉️🤗Khusus yg udah Follow, ku jemput sesuai titik😙," tulis unggahannya.
Advertisement
Usai video tersebut diunggah di media sosial, banyak netizen tanah air yang meramaikan kolom komentar.
Tak sedikit yang penasaran dengan cara mengemudi dan fasilitas yang dimiliki mobil tersebut.
"Penasaran bunyi klakson nya tante," tulis akun @andriannursyaban_
"Mobil biasa aja gw belum beli ini udah muncul mobil terbang 😭," tulis akun @semingguyanglalu
"Wahh polisi gak suka beginian kak gabisa nilang 😭," tulis akun @key13_la
"Keren😍😍😍aku udah diatap rumah nih kak,,,jemput yak😂😂," tulis akun @Lalala7846
"Kita masih adaptasi sm mobil listriknya Eh mbaknya udah terbang aja," tulis akun @nvasindhy
"the real kesenjangan sosial ini,kita msh di darat dia dah mengudara😭😭😂😂 wkwkww," tulis akun @krulnr
"Mobil drone?? Wah keren bgtt kalo bgt kalo ada di Indonesia bisa di jadikan travel aku mudik ke Lampung biar ga naik kapal lagi 🤣," tulis akun @ayu_sutidi
Advertisement
Perusahaan kendaraan listrik Xpeng Aero HT berhasil menciptakan mobil terbang dan resmi dierkenalkan pada gelaran pameran teknologi tahunan Consumer Electronic Show (CES 2025) di Las Vegas, Amerika Serikat.
Anak perusahaan kendaraan listrik Xpeng tersebut rencananya akan mulai meluncurkan unitnya pada tahun depan. Sejak tahun 2022, Xpeng Aero HT telah mengungkapkan konsep prototipe mobil terbang mereka.
Lewat pameran teknologi ini, mereka akan menunjukkan kendaraan yang mampu terbang, serta memiliki target untuk memulai produksi massal mobil terbang tersebut tahun depan dan mengirimkannya kepada pelanggan.
Ambisi perusahaan ini cukup besar, dengan rencana untuk memproduksi hingga 10.000 unit mobil terbang setiap tahunnya, dengan harga sekitar 2 juta yuan (sekitar Rp 4 miliar) per unit.
Sebagai informasi tambahan, kendaraan terbang modular ini telah berhasil melakukan uji coba penerbangan publik perdananya bulan lalu. Hingga saat ini, perusahaan telah menerima lebih dari 2.000 pre-order untuk kendaraan inovatif ini.