Momen Paspampres Didorong Prabowo Sampai Nunduk Minta Maaf, Gara-Gara Tepis Tangan Jenderal Turki saat Ingin Foto

Kejadian tak terduga Presiden Prabowo dorong Paspampres karena halangi Jenderal Turki berfoto bersama.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Momen Paspampres Didorong Prabowo Sampai Nunduk Minta Maaf, Gara-Gara Tepis Tangan Jenderal Turki saat Ingin Foto
Prabowo Saksikan MoU Jet Tempur Generasi Kelima Indonesia-Turki di Indo Defence 2025 (Merdeka.com)

Seorang Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) mendapat teguran keras dari Presiden Prabowo Subianto saat acara pameran Indo Defence 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (11/6) lalu.

Peristiwa itu terjadi saat Prabowo bersama tamu undangan dari luar negeri tengah berkeliling booth atau gerai milik perusahaan industri pertahanan Turkiye.

Salah seorang jenderal polisi Turki tiba-tiba ada yang hendak merangkul Prabowo namun secara spontan langsung ditepis dengan keras oleh seorang Paspampres.

Mengetahui hal tersebut, Prabowo langsung mendorong Paspampres itu. Setelah kejadian itu, Paspampres tersebut tampak menunduk dan meminta maaf kepada Prabowo.

Usai kejadian itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi dalam Bahasa Inggris. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat menghormati tamu tanpa memandang asalnya.

Dalam selentingannya, Prabowo bahkan menyentil peristiwa kolonialisme yang terjadi di masa lalu.

"Kita sangat hormat sama tamu. Saking hormatnya, ada tamu yang ratusan tahun tidak mau pergi dari Indonesia. Terpaksa, kita harus bertempur."

"Tapi saya katakan, saya tegaskan, bagi kita perang itu adalah yang terakhir," kata Prabowo.

Acara tersebut sekaligus menjadi tempat penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Republik Turkiye.

Kedua negara sepakat dalam pengembangan jet tempur generasi kelima Turkiye yaitu KAAN.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penekanan nota kesepahaman yang dilakukan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Industri Pertahanan (Savubna Sanayii Baskanligi) Turkiye, Haluk Gorgun.

Rekomendasi