Menengok Tas Kerja Presiden Rusia Vladimir Putin, Ternyata Berisi Tombol Nuklir
Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan penangkal strategis untuk meningkatkan status siaga. Tujuannya untuk menyiagakan kekuatan pencegahan yang meliputi persenjataan nuklir negara.
Hal tersebut dilakukan Putin setelah melihat reaksi global usai dirinya menginvasi Ukraina. Baru-Baru ini terungkap bahwa Putin bisa mengendalikan serangan nuklir melalui tombol dalam tas kerjanya.
Berikut potretnya:
Presiden Rusia Lakukan Operasi Militer

©2021 AFP/Pool
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan perintah operasi militer di wilayah Donbas yang terletak di timur Ukraina pada Kamis, (24/2) lalu.
Sejumlah ledakan pun dilaporkan terjadi di ibu kota Ukraina Kiev dan di Kota Kharkiv tak lama usai Putin mengumumkan perintah operasi militer tersebut.
Hal itupun langsung memicu reaksi global. Kurang dari empat hari setelah dimulai, invasi telah memicu respons politik, strategis, hingga ekonomi. Beberapa negara bahkan disebut memberikan 'sanksi' kepada Rusia.
Dalam sanksi ekonomi terkuat, Amerika Serikat dan Eropa mengatakan bahwa mereka akan mengusir bank-bank besar Rusia dari sistem pembayaran global utama SWIFT.
Vladimir Putin Siagakan Pasukan Nuklir
Melihat respons Barat, Putin memerintahkan militernya untuk menetapkan status 'siaga khusus' - level kewaspadaan tertinggi kepada pasukan penangkal strategis.Pasukan penangkal (deterrence force) sendiri bertugas untuk mengalahkan musuh-musuh Rusia dengan berbagai jenis senjata, termasuk nuklir. Pasukan itu tergabung dalam Pasukan Ofensif Strategis (Strategic Offensive Force) dan Pasukan Defensif Strategis (Strategic Defensive Force).Hal itu dilakukan Putin setelah melihat respon dan langkah-langkah dari Barat yang menurutnya sangat tidak bersahabat terhadap negaranya. Sehingga, hal itu semakin menimbulkan kekhawatiran global.
Tas Kerja Vladimir Putin Bisa Kendalikan Nuklir
Rusia merupakan salah satu negara yang memiliki gudang senjata nuklir terbesar di dunia. Mereka memiliki sejumlah rudal balistik yang menjadi tulang punggung kekuatan pencegahan.Jaringan TV Rusia sempat memberikan gambaran tas kerja presiden isinya bisa mengendalikan serangan nuklir. Hal ini disajikan di televisi secara rinci untuk pertama kalinya oleh Zvezda, saluran TV yang dijalankan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.Tas kerja disebut Cheget dalam bahasa Rusia berisi tombol nuklir itu diperlihatkan ke publik untuk pertama kalinya. Di dalam tas itu disebut berisi sistem seluler untuk mengendalikan serangan yang bisa memicu perang.

Youtube/CTGN ©2022 Merdeka.com
Sering Dibawa Oleh Putin
Tas kerja berisi tombol pengendali serangan itu disebut sudah dikembangkan sejak awal 1980-an. Dan kali ini, ialah pertama kalinya ditunjukkan ke hadapan publik. Tas tersebut memiliki kode kunci yang dipersonalisasi dan dijaga di bawah pengawasan petugas keamanan bersenjata yang menemani Putin ke mana pun dia bepergian. Sistem tersebut dikatakan sepenuhnya mengendalikan persenjataan nuklir Moskow. Dalam siaran TV, disebutkan bahwa tas kerja berisi pengendali nuklir itu rupanya bisa diakses oleh tiga pejabat tertinggi di Federasi Rusia. Para pejabat Rusia itu saat ini adalah Putin, Menteri Pertahanan Sergey Shoygu, dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Valeriy Gerasimov.
Cara Kerja

Youtube/CTGN ©2022 Merdeka.com
Melansir dari Youtube CGTN, Presenter TV Alexei Yegorov menjelaskan, salah satu komponen dalam tas kerja tersebut adalah kartu flash yang menjadi kunci untuk menjalankan sistem. Disebutkan, aspek yang paling tidak biasa dari tas kerja tersebut adalah fakta bahwa tombol peluncuran sebenarnya berwarna putih dan bukan merah seperti yang diperkirakan.Pembawa acara TV berkomentar bahwa ini adalah pertama kalinya perangkat semacam itu diizinkan untuk dibuka di televisi.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya