Advertisement
Sebagai orang tua tentu saja harus lebih memperhatikan anak-anak mereka. Jangan sampai mereka menjadi pelaku bullying yang sangat berdampak buruk bagi kehidupannya dan sekitar. Bukan hanya itu saja, orang tua juga harus memperhatikan tingkah laku anak dengan secara seksama. Takutnya mereka justru menjadi korban bullying dan tidak mau cerita kepada para orang tua.
Bullying atau perundungan sendiri bisa terjadi kepada siapa saja. Aksi tersebut juga tidak memandang kalangan usia, gender maupun ras. Biasanya penyebab utama seseorang menjadi korban bullying salah satunya adalah ada sesuatu pada dirinya yang membuatnya berbeda dari mayoritas masyarakat. Jika sudah menjadi target bullying, korban bisa mengalami cedera fisik, masalah emosional, masalah sosial hingga bahkan memiliki risiko bunuh diri dan kematian.
Itu artinya bullying mampu berdampak buruk pada kesehatan fisik dan emosional. Baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu cara agar orang tua dapat mengetahui anak menjadi korban bullying atau tidak adalah dengan menjalin komunikasi baik dengannya. Jadilah pendengar yang baik bagi anak-anak. Stan Devis penulis Youth Voice Project: Student Insights Into Bullying and Peer mengatakan bahwa apabila ada masalah, orang tua pastikan untuk mendengarkannya baik-baik sebelum mengambil tindakan.
Advertisement
Akan tetapi, tidak sedikit anak yang justru menjadi pribadi yang tertutup dan pendiam ketika menjadi korban bullying. Hal ini tentu membuat para orang tua terkadang tidak sadar akan masalah yang tengah dialami oleh si kecil. Karenanya, para orang tua sebaiknya mengetahui tanda anak menjadi korban bullying dan ciri-ciri anak rentan terkena perundungan. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (22/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Advertisement
Tanda anak jadi korban bullying yang pertama adalah tidak lagi melakukan hobi atau kesenangannya. Apabila anak-anak kehilangan minat pada hobi atau makanannya, coba orang tua memperhatikan mereka. Orang tua juga bisa mencoba mengajak anak komunikasi tentang apa yang tengah dialaminya.
Advertisement
Tanda anak jadi korban bullying yang kedua adalah menjadi sering mengalami sakit kepala atau perut. Hal ini akibat dari stres yang dialami oleh anak. Perlu diketahui, stres bisa menyebabkan sakit secara fisik seperti sakit kepala atau sakit perut. Saat anak-anak diperlakukan buruk bisa juga mereka terkadang akan berpura-pura sakit. Tujuannya adalah untuk menghindari situasi di mana kemungkinan Ia akan ditindas.
Advertisement
Apabila anak-anak mulai terlihat malas pergi ke sekolah, para orang tua perlu untuk mewaspadai. Bukan hanya malas pergi, orang tua juga perlu waspada bila anak sering terlambat sekolah atau melewatkan kelas. Hal ini lantaran kemungkinan Ia menjadi korban bullying. Tindakan tersebut dilakukannya hanya untuk menghindari perundungan.
Advertisement
Orang tua perlu waspada apabila hubungan anak dengan teman-temannya tidak lagi baik. Perselisihan dengan teman memang hal yang wajar terjadi. Akan tetapi, orang tua tetap perlu membicarakannya apakah ada sesuatu serius yang terjadi pada mereka. Khususnya pada anak kalian.
Advertisement
Tanda anak jadi korban bullying selanjutnya adalah merasa buruk tentang dirinya sendiri. Sadar atau tidak, tindakan bullying mampu menurunkan harga diri seseorang. Apabila sesekali anak menjadi korban bullying, mereka akan menginternalisasi itu dan berpikir bahwa ada yang salah pada dirinya.
Advertisement
Tanda anak jadi korban bullying berikutnya adalah media sosial mereka menjadi tidak aktif. Perubahan drastis dalam penggunaan teknologi khususnya media sosial dapat menjadi satu pertanda anak tengah tidak nyaman. Bisa jadi Ia sedang terganggu oleh sesuatu hal. Orang tua perlu waspada apabila anak menjadi terlihat marah, gugup hingga frustasi setelah mereka bermain ponsel.
Advertisement
Pada beberapa kasus anak yang sering kali menjadi korban bullying, mereka justru juga akan menyakiti orang lain.
Tindakan tersebut sebagai reaksi mereka terhadap bullying yang dialaminya selama ini. Sebagai orang tua tentu saja harus bisa lebih mengawasi anak-anak. Apabila orang tua mengetahui bahwa si kecil mengintimidasi orang lain, pastikan Ia bertanggung jawab atas perbuatannya. Selain itu, orang tua juga bisa mengajak komunikasi dan memberi tahu bahwa hal tersebut bukanlah tindakan yang benar.
Advertisement
Advertisement
a. Terlihat berbeda dari teman-teman yang lain b. Terlihat lemah c. Terlihat depresi d. Memiliki sedikit teman e. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik f. Menderita gangguan perkembangan dan mental g. Orientasi seksual tertentu