Gadis Ini Bagikan Potret Kota Gaza Sebelum Dihancurkan Israel: 'Sekarang Semua Tempat Indah Itu Telah Hilang

Keindahan di berbagai sudut kota Gaza yang begitu menenangkan hati kini telah hancur akibat Israel.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Gadis Ini Bagikan Potret Kota Gaza Sebelum Dihancurkan Israel: 'Sekarang Semua Tempat Indah Itu Telah Hilang
Gadis Ini Bagikan Potret Kota Gaza Sebelum Dihancurkan Israel: 'Sekarang Semua Tempat Indah Itu Telah Hilang' (Merdeka.com)

Sebagian besar wilayah Gaza, Palestina, kini hancur total. Kerusakan terjadi di berbagai daerah hingga kini mengubah Gaza menjadi puing-puing reruntuhan.

Seorang gadis cantik berbagi cerita mengenai kondisi Gaza sebelum genosida Israel terjadi.

Keindahan di berbagai sudut kotanya begitu menenangkan hati.

Simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Gadis Cantik Ungkap Kondisi Gaza

Pemilik akun Instagram @byplestia beberapa waktu lalu berbagi kisah.

Melalui sejumlah potret yang diunggahnya, gadis bernama lengkap Plestia Alaqad itu menunjukkan kondisi kota Gaza tepat sebelum Israel melakukan invasi.

Gadis itu bahkan menyebut secara terang-terangan jika yang terjadi kini ialah genosida.

"Foto-foto ini adalah pengingat Anda bahwa ada kehidupan di Gaza sebelum semua genosida ini," tulisnya.

"Foto-foto ini adalah pengingat Anda bahwa ada kehidupan di Gaza sebelum semua genosida ini," tulisnya.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelum tragedi kemanusiaan itu berlangsung, ada kehidupan nyata dari masyarakat Gaza yang dikenang gadis cantik tersebut.

Sebelum akhirnya warga Palestina terpaksa mengungsi dari satu daerah ke daerah lainnya, terungkap jika satu per satu penduduknya memiliki kehidupan yang damai.

Sekadar menghabiskan waktu di kafe sambil bermain game bersama atau berbincang dengan teman.

Sekadar menghabiskan waktu di kafe sambil bermain game bersama atau berbincang dengan teman.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, nampak pula kegiatan berupa menikmati pemandangan di bibir pantai.

Menghabiskan waktu di pantai dengan hati tenang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Gaza.

Menariknya, masyarakat di sana juga pernah saling memberi hiburan di tempat umum. Salah satunya yakni dengan menikmati penampilan dari seorang gadis cilik yang begitu pemberani.

Menariknya, masyarakat di sana juga pernah saling memberi hiburan di tempat umum. Salah satunya yakni dengan menikmati penampilan dari seorang gadis cilik yang begitu pemberani.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di samping itu, restoran hingga gedung-gedung nampak tertata dengan baik.

Tragisnya, gadis tersebut lantas membubuhkan kalimat penutup dengan kondisi terkini yang memilukan.

Seluruh bangunan hingga fasilitas publik yang pernah dinikmatinya kala itu diungkapnya telah hancur. 

Seluruh bangunan hingga fasilitas publik yang pernah dinikmatinya kala itu diungkapnya telah hancur. <br>
Dok. Istimewa

"Sekarang, semua tempat di foto-foto ini telah dihancurkan," tutupnya.

"Sekarang, semua tempat di foto-foto ini telah dihancurkan," tutupnya.
Dok. Istimewa

Sejumlah potret dari kota Gaza yang indah dan damai tersebut turut menuai doa mendalam dari publik. Tak sedikit yang berharap jika Gaza dapat kembali seperti semula.

"Foto-foto yang indah. Semoga kamu dapat kembali ke rumah dengan nyaman dan bahagia kembali," tulis akun @maireadcarroll112

"Kita semua akan kembali bersatu di Gaza secepatnya. Kita semua," tulis akun @unrwausa

"Terima kasih telah berbagi Gaza yang indah dengan kami. Keindahannya tak akan terlupakan. Aku berharap agar keindahannya dapat segera terwujud kembali," tulis akun @abooktree 

Serangan Brutal Israel

Israel diketahui melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza pasca 7 Oktober 2023. Meski resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata segera, Israel tak mengubrisnya.

Lebih dari 37 ribu warga Palestina di Gaza, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas, dan hampir 83 ribu lainnya luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Israel telah melakukan genosida di Gaza. Mahkamah Internasional dalam putusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasinya di Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum mereka diserang pada 6 Mei.

Rekomendasi