Gadis Cantik Owner PO. Bus Ini Ungkap Awal Kariernya, Susah Senang Tanggung Sendiri
Merdeka.com - Memiliki bisnis tentu menjadi impian hampir setiap orang. Meski sulit, namun mereka akan terus maju untuk bisa membangun usahanya. Seperti kisah awal karier gadis cantik Widia Antarista.
Tak dipungkiri, bisnisnya ini dilalui dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Demi tidak membebani orang tua, susah senang membangun bisnis ini ditanggung sendiri olehnya.
Lantas bagaimana kisah awal karier gadis cantik pemilik PO. Bus ini? Simak wawancara eksklusif Widia Antarista kepada merdeka.com berikut ini.
Awal Karier Bisnis
Widia Antarista membagikan kisah awal kariernya memulai berbisnis. Awalnya, ikut bekerja bersama sang ayah di pertambangan. Saat itu Widia memilih untuk berhenti dari bangku kuliah yang tengah dijalaninya.
"Jadi awal mulanya itu aku kan tinggal di Kalimantan, terus lulus sekolah tahun 2015 lulus SMA, sempat 2 bulan itu kuliah terus aku berhenti," kata Widia.

Youtube/©2021 Merdeka.com
"Kepikiran saja bikin usaha atau kerja yang bisa menghasilkan gitu, soalnya (aku) enggak suka yang belajar, tidur gitu-gitu terus akhirnya aku keluar," kata Widia
Dia juga mengaku mengerjakan berbagai pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki.
"Aku kerja sama bapakku, tapi yang aku kerjain itu beli-beli sparepart gitu. Terus kerja juga di tambang gitu sopiri bapakku, terus apa ya pokoknya pekerjaan banyak lah pekerjaan laki-laki gitu," ungkapnya.
Punya Bisnis
Widia mengatakan, ayahnya menyarankan untuk membuka usaha di bidang transportasi. Dengan modal yang diberikan oleh orang tuanya, Widia akhirnya mulai menjalankan bisnis tersebut.
Youtube/©2021 Merdeka.com
"Terus enggak lama 2016 ingin usaha gitu macam-macam, kayak warung, tapi enggak tahu kenapa tiba-tiba kepikiran ingin usaha bus. Tapi itu bapakku yang usulkan. Enggak lama 6 bulanan itu punya dua unit dan resmi launching Desember 2016," kata Widia."Aku dimodali, tapi nanti aku kembalikan ke orangtua. Jadi istilahnya orangtua ku kayak bank gitu jadi aku dapat pinjaman dan nanti aku kembalikan. Jadi diumur yang sangat muda aku sudah dilepas gitu saja," tambahnya.
Sedih Senang Tanggung Sendiri
Widia mengatakan, terkadang merasa begitu sedih saat publik mengira dirinya hanya figuran dalam bisnis tersebut. Padahal dia yang berjuang membangun dan mengembangkan usaha PO. Bus ini. Bahkan susah senangnya juga dia yang menanggung.
YouTube Widia Antarista ©2021 Merdeka.com
"Aku enggak sukanya orang kalau ngiranya abahku kayak yang punya, jadi dikira saya figuran saja di dalam kerjaan bus ini," ujarnya."Padahal susah sedih senangnya saya tanggung sendiri. Dari awal berdiri sampai sekarang," sambungnya.
Tak Ingin Bebani Orang Tua
Widia mengaku hal ini dilakukan karena tidak ingin membebani orang tua. Terutama sang ayah. Sehingga dari dulu Widia sudah belajar mengendalikan sendiri, menyelesaikan masalah sendiri. Meski terkadang dibantu oleh karyawan dengan berdiskusi bersama.
YouTube Widia Antarista ©2021 Merdeka.com
"Karena enggak mau bebani orang tua terutama bapak saya," ungkapnya."Jadi ya dari dulu belajar mengendalikannya sendiri, belajar menyelesaikan masalah juga sendiri," lanjutnya."Kadang diskusi sama karyawan saya untuk minta saran," paparnya.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya