Advertisement
Unggahan tersebut juga menjadi perbincangan hangat bagi sebagian masyarakat. Mengingat saat itu hubungan Soekarno dengan Buya Hamka sempat renggang.
Melansir dari akun X (dulunya Twitter) @UmarSyadatHsb__, Jumat (15/12), simak ulasan informasinya berikut ini.
Pemilik akun X @UmarSyadatHsb__ membagikan potret yang memperlihatkan sosok Buya Hamka yang sedang memimpin salat jenazah. Rupanya, itu adalah momen Buya Hamka menjadi Imam salat jenazah Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno.
Advertisement
jelasnya dalam keterangan foto
X (dulunya Twitter) @UmarSyadatHsb__
Potret lawas itu sontak mencuri perhatian banyak orang. Terlebih mengingat akan tindakan Soekarno kepada Buya Hamka sebelum meninggal dunia.
Advertisement
"Dipenjara tanpa tuduhan yang jelas. Saat yg menjarakannnya minta beliau jadi imam sholat jenazah ia penuhi jadi imam sholat jenazah dan ia maafkan semua tindakan zolim kepada dirinya. A man with a big heart," tulisnya.
X (dulunya Twitter) @UmarSyadatHsb__
Advertisement
"Di salat kan boleh siapa aja, tapi perbuatan tetap harus di pertanggung jawabkan 😂," tulis akun @banggado.
"Orang baik dan Ikhlas," tulis akun @MochammadFathu9.
"Ada buya Hamka, ada buya Natsir yg notabene adalah pernah diperlakukan semena mena ketika masa si mayit masih hidup dan berkuasa," tulis akun @RudiAngah.
Sebagaimana diketahui, Buya Hamka dikenal sebagai sosok yang selalu berusaha menghindari konflik sekecil apa pun dengan siapa pun selama hidupnya.
Selain itu, pria bernama lengkap Abdul Karim Amrullah ini juga dikenal sebagai pemaaf dan tidak pernah menaruh dendam.
Advertisement
Terbukti saat Buya Hamka mendapat kabar tentang kematian Presiden Soekarno pada 16 Juni 1970.
Dalam buku 'Ayah' karya Irfan Hamka, saat itu, ajudan Bung Karno datang langsung ke rumah Hamka dan menyampaikan pesan terakhir sang proklamator secara langsung.
merdeka.com
Advertisement
demikian isi pesan Bung Karno kepada Hamka yang disampaikan ajudan.
merdeka.com
Saat menerima kabar kematian Bung Karno, tanpa berpikir panjang, Hamka langsung berangkat ke Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tempat jenazah Bung Karno disemayamkan. Setibanya di Wisma Yaso, sejumlah pelayat telah memenuhi rumah duka, termasuk Presiden Soeharto.
Advertisement
merdeka.com
Advertisement
Langkah Hamka ini kemudian mendapat tentangan dari teman-temannya. Banyak yang menyayangkan tindakannya tersebut.
Soekarno dianggap sebagai seorang yang munafik, yang lebih dekat dengan golongan anti Tuhan dibandingkan umat Islam.
"Hanya Allah yang mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Yang jelas, sampai ajalnya, dia tetap seorang muslim. Kita wajib menyelenggarakan jenazahnya dengan baik," jawab Hamka.
merdeka.com
Advertisement
Advertisement
Meski sempat dituduh dan dipenjarakan, Buya Hamka tetap menyanjung jasa Presiden Soekarno yang ditinggalkannya bagi bangsa ini.
Di antara peninggalan Soekarno yang dianggap penting bagi umat Islam adalah, Masjid Baitul Rahim yang berada di Istana Negara dan Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.
"Mudah-mudahan jasanya dengan kedua masjid tersebut, dapat meringankan dosa Soekarno," ucap Hamka yang kemudian mendoakan sahabatnya tersebut.
Dipenjara tanpa tuduhan yg jelas. Saat yg menjarakannnya minta beliau jadi imam sholat jenazah ia penuhi jadi imam sholat jenazah dan ia maafkan semua tindakan zolim kepada dirinya. A man with a big heart.
— Umar Al Chelsea (@UmarSyadatHsb__) October 10, 2021
(Keterangan foto saat Buya Hamka jadi Imam Sholat Jenazah Bung Karno) pic.twitter.com/G3JUQ7hqC9