Tampaknya pengacara kondang Indonesia, Luhut M.P. Pangaribuan tengah nostalgia. Ia baru-baru ini mengunggah sebuah foto lawas di akun media sosial miliknya.
Foto tersebut dikatakan diambil 30 tahun yang lalu. Bukan di Indonesia, foto ini diambil di Amerika Serikat. Dalam foto lawas yang diunggahnya, Ia tidak berpose sendiri.
Ada tiga pria lainnya dalam foto. Bahkan, salah satu pria tersebut adalah seorang aktivis terkenal.
Lantas bagaimana foto bersejarah 30 tahun lalu di Amerika Serikat dan ada pengacara top di RI bersama aktivis terkenal tersebut? Melansir dari akun Instagram luhutmppangaribuan, Selasa (21/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Pengacara top Indonesia mengunggah foto lawas dirinya bersama dengan teman-temannya di akun Instagram pribadinya. Dijelaskan bahwa foto tersebut diambil 30 tahunan yang lalu di Harvard Square, Amerika Serikat.
"ALUMNI HARVARD Sq. Foto ini diambil 30 tahunan lalu di Harvard sq Boston, Ma, USA," tulisnya dalam keterangan foto.
Meski diambil 30 tahunan yang lalu, rupanya foto tersebut baru saja didapat oleh Luhut M.P. Pangaribuan. Menariknya, foto lawas ini dikirim oleh salah satu aktivis terkenal Indonesia, Hariman Siregar.
"Tapi yang baru dikirim kemarin lagi oleh Hariman Siregar. Katanya karena diingatkan Google," ungkap Luhut.
"Foto itu memang layak dikenang. Karena dalam kegiatan bersejarah," lanjutnya.
Advertisement
Luhut rupanya berpose bersama para aktivis Indonesia. Selain Hariman Siregar, dua rekan lainnya yang ada dalam foto juga disebutkan merupakan seorang aktivis. Dua sosok tersebut adalah Syahganda Nainggolan dan Indro Tjahjono.
"Selain Hariman Siregar, tokoh Malari dan saya dalam foto, ada Dr. Syahganda Nainggolan dan Dr. Indro Tjahjono yang keduanyaa dulu aktivis ITB," jelasnya.
"Foto di Boston ini adalah bagian perjalanan kami di USA dari seminar di universitas Winconsin sebelum terjadi reformasi 1998 di Indonesia. Di Seminar itu sebelumnya ada juga Prof Emil Salim, Dr Rizal Ramli dan aktivis lainnya," papar Luhut.
Advertisement
Lebih lanjut, Luhut menceritakan di balik foto tersebut. Diungkapkan, mereka memiliki sebutan sendiri yakni alumni Harvard Sq.
"Kami menyebut demikian karena di harvard square itu Syahganda mengalahkan seorang pecatur yang selalu sedia di square itu menantang lawan, pecatur yang jenggotan dan kumis panjang di mana main catur adalah kerjaannya sehari-hari di situ," ujar Luhut.
"Kami serentak tertawa ketika Syahganda menang tapi disambut kemarahan oleh yang bersangkutan. Marah karena kami sebelumnya memang ikut bisikin langkah Syahganda. Nampaknya itu yang jadi alasan kemarahannya. Tapi sejak itu kalau kami ketemu menyatakan itu adalah wisuda sebagai alumni Harvard sq," sambungnya.
Menurutnya, foto ini tetap menjadi kenangan indah khususnya bagi mereka. Terlebih tak lama setelah foto itu diambil, reformasi politik di Indonesia terjadi.
Di mana sebelumnya, hal itu menjadi topik seminar di Universitas Winconsin dan mereka menjadi pembicaranya.
"Foto itu buat kami tetap adalah kenangan yang indah. Apalagi nggak lama setelah itu terjadi reformasi politik di Indonesia topik seminar di Universitas Winconsin sebelumnya di mana kami sebagai pembicara. Majulah Indonesia," tutupnya.
Advertisement
Dalam foto lawas tersebut, Luhut terlihat berada tengah membawa plastik. Bak model, Ia berpose sembari memasukkan tangan ke dalam saku celananya. Siapa sangka, pria tersebut kini telah menjadi seorang pengacara top di Indonesia.
Pria yang memiliki nama lengkap Luhut Marihot Parulian Pangaribuan ini merupakan lulusan Sarja Hukum dari Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di University of Nottingham, Inggris untuk meraih gelar magister hukum.
Belum berpuas diri, Ia kembali melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar doktor ilmu hukum di Universitas Indonesia. Siapa sangka, Luhut lantas memutuskan untuk berkarier sebagai advokat meski sempat ingin menjadi seorang hakim.
Sebagai seorang advokat, Luhut banyak membela masyarakat luas. Mulai dari rakyat biasa, pejabat, para aktivis hingga koorporasi. Ia tercatat mulai aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada tahun 1992.
Pada tahun 1992-1997, Ia menjadi sekretaris Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Di sisi lain, pada tahun 1993-1997, Ia juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Pada tahun 1997, Luhut lantas memberanikan diri untuk mendirikan kantor hukum bernama 'Luhut Marihot Parulian Pangaribuan (LMPP) di Jakarta.
Atas perjuangannya di LBH ini, Luhut mendapatkan dua penghargaan yakni Human Rights Award dari American Bar Association (ABA) dan Lawyer Committee for Human Rights di New York pada tahun 1992.
Menariknya, Luhut juga dikenal sebagai aktivis. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan di berbagai organisasi. Bahkan, Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pada tahun 2015-2020.