Dahsyatnya Situs Jolotundo di Jawa Timur, Tempat Air Terbaik Kedua Setelah Zam-zam

Situs Jolotundo terletak di Trawas, Mojokerto dan memiliki air dengan kualitas terbaik kedua setelah air Zam-zam yang ada di Mekkah, Arab Saudi. Berikut ulasannya.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Dahsyatnya Situs Jolotundo di Jawa Timur, Tempat Air Terbaik Kedua Setelah Zam-zam
Dahsyatnya Situs Jolotundo di Jawa Timur, Tempat Air Terbaik Kedua Setelah Zam-zam. ©2023 Merdeka.com/instagram.com/majapahitstudyclub

Kabupaten Mojokerto memiliki sejumlah situs sejarah yang sampai sekarang masih tersisa dan terawat dengan baik. Salah satunya adalah Situs Jolotundo.

Situs yang terletak di Trawas, Mojokerto ini bahkan dikatakan memiliki air dengan kualitas terbaik kedua setelah air Zam-zam yang ada di Mekkah, Arab Saudi.

Bagaimana sejarah dan penampakan Situs Jolotundo dan apa khasiat air yang ada di situs tersebut? Simak ulasannya sebagai berikut.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @majapahitstudyclub memperlihatkan sebuah situs sejarah atau candi di Jawa Timur yang diberi nama Situs Jolotundo.

Situs tersebut terletak di Bukit Bekel, lereng Barat Gunung Penanggungan Dusun Balekambang Desa Seloliman Kecamatan Trawas Mojokerto, Jawa Timur.

Situs Jolotundo merupakan tempat bersejarah yang berfungsi sebagai petirtaan Raja Udayana dari Bali. Hal tersebut tercantum dalam patahan inkripsi yang berangka tahun 977 Masehi dan tertulis kata Mrgayawati dan Udayana.

Di dalam situs tersebut memiliki sumber mata air dengan kualitas terbaik di dunia. Bahkan, dikatakan bahwa mata air di Situs Jolotundo merupakan mata air terbaik kedua setelah air Zam-zam di Mekkah, Arab Saudi.

Oleh karena itu, masyarakat setempat kerap mengambil air yang ada di Situs Jolotundo dan dipercaya memiliki khasiat tersendiri. Di situs tersebut, pengelola juga menyediakan kolam untuk mandi para pengunjung.

“Dipercaya, dua sendang di Candi Jolotundo, merupakan tempat mandi petinggi dan kerabat kerajaan untuk mensucikan diri. Kolam di sisi kiri Candi untuk tempat mandi laki laki, sedangkan di sisi kanan untuk tempat mandi perempuan," kata Pengelola Situs Jolotundo, Ahmad yang dikutip dari laman liputan6.

Pada tahun 1977-an, merupakan tahun eksisnya raja Udayana dari Bali. Udayana merupakan ayah dari Airlangga yang menjadi raja di Jawa Timur. Candi Jolotundo diperuntukkan bagi Raja Airlangga setelah dinobatkan menjadi raja Kahuripan.

Raja Udayana juga menikah dengan seorang perempuan bernama Mahendradata Gunapriya Dharmapatni putri dari Jawa Timur. Hal itu menjadi indikasi bahwa Udayana memiliki kedekatan dengan Jawa Timur.

Selain itu, di Situs Jolotundo terdapat banyak sekali relief seperti Arjunawiwaha, Ramayana, dan kathasaritsagara.

Rekomendasi