Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Arsena Kasal), Laksamana Muda Iwan Isnurwanto berbagai cerita mengenai ketertarikannya terhadap musik dangdut. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan video di kanal Youtube resmi Panglima TNI.
Bahkan, Laksamana Iwan mengatakan, bahwa ia mungkin akan memilih karier sebagai penyanyi dangdut jika dirinya tidak bergabung bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Simak ulasan selengkapnya:
Advertisement
Laksda Iwan Suka Dangdut
Melalui kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa, Laksda Iwan Isnurwanto menceritakan awal mula dirinya sangat tertarik dengan musik dangdut.
Hal ini bermula ketika di kampung halamannya di Bojonegoro, Jawa Timur ia sering mendengar orang memutar lagu-lagu hits dari Rhoma Irama, Mansyur A, Elfi Sukaesih, Ida Laila, dan lain sebagainya.
"Di desa dulu kan kalau ada manten atau sunatan sering (diputar) lagu itu pakai itu (pengeras suara) jadi semua orang bisa denger. Nah dari situ jadi sering dengerin lagu dangdut," kata Laksda Iwan.
Advertisement
Jika Tidak Jadi Tentara Jadi Penyanyi Dangdut
Bahkan, Laksda Iwan mengatakan jika ia tidak bergabung bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) maka ia mungkin akan menjalani karier sebagai penyanyi dangdut. "Mungkin kalau saya saat itu enggak jadi tentara mungkin saya jadi pemusik dangdut kali ya karena taunya cuma musik dangdut pada saat itu," ungkapnya.
Meski memilih untuk menjadi prajurit TNI, kecintaan Laksda Iwan tentu tidak lenyap. Ia bahkan diketahui sempat menuliskan lagu berjudul 'Temaram di Perbatasan'. Lagu itu disebut ditulis oleh Iwan ketika ia sedang bertugas di Pulau Sebatik wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.
Advertisement
Profil Laksda Iwan Isnurwanto
Sebagai informasi, Laksda Iwan Isnurwanto sendiri merupakan mantan Komandan KRI Nanggala 402, kapal selam TNI AL yang tenggelam pada April 2021 lalu. Ia merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIV/tahun 1998. Ia berasal dari Korps Pelaut khususnya kapal selam. Laksda Iwan pernah bertugas menjabat sebagai Ass Padiv Kom KRI Nanggala 402 (1990-1992), Padiv Kom KRI Nanggala (1992-1993), Padiv Sen KRI Nanggala (1993-1994) dan WS Kadepleksen KRI Nanggala (1994-1996). Karier Iwan makin moncer ketika pangkatnya naik menjadi mayor. Ia kemudian ditunjuk sebagai Kadepops KRI Nanggala (1996—1997), Palaksa KRI Naga Banda 404 (1997-1999) lalu kembali menjadi Kadepops KRI Nanggala (1999-2000) dan Palaksa KRI Nanggala (2000-2005). Jabatan terakhir yang diemban Iwan di kapal selam adalah Komandan KRI Cakra 401 (2005-2007). Ia kemudian memulai karirnya di luar kapal selam, yakni sebagai Koorspri KSAL (2009-2010) hingga Kepala Staf Koarmada II (2019-2020), Danseskoal (2020-2021) dan Panglima Komando Armada II (2021-2022).Sejak 13 Juni 2022 lalu, ia resmi diangkat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena). Ia kini bertugas membantu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (ksal) Laksamana TNI Yudo Margono
Advertisement