Cerita Hijabers Asal Uzbekistan, Pernah Dikira Teroris dan Dipaksa Lepas Hijab
Merdeka.com - Seorang hijabers asal Uzbekistan bernama Hong Hana bercerita tentang pengalaman kurang menyenangkan saat memutuskan pindah ke Korea Selatan.
Hal tersebut ia sampaikan ketika menjadi narasumber di program acara KBS World. Setelah dibagikan, kisahnya pun menjadi ramai diperbincangkan di media sosial. Berikut informasi selengkapnya:
Cerita Hijabers di Korea Selatan
Hong Hana merupakan perempuan asal Uzbekistan yang memutuskan untuk pindah ke Korea Selatan sejak tahun 2007 silam. Dalam sebuah program acara bertajuk Hello Counselor, Hana mengungkapkan kejadian kurang menyenangkan yang pernah dialaminya ketika baru pindah ke negeri ginseng tersebut.
"Ketika pertama kali datang ke Korea saya sangat senang dan berpikir bahwa ini adalah negara aman. Kemudian, saya menyadari kenyataan bahwa itu sedikit berbeda dari yang saya lihat di drama," kata Hana dikutip dari Youtube KBS Indonesia (28/5/2021).

Youtube/KBS World Indonesian ©2021 Merdeka.com
Diperlakuan Diskriminasi

Youtube/KBS World Indonesian ©2021 Merdeka.com
Dalam acara tersebut, Hana mengungkapkan bahwa saat baru pindah ke Korea ia sempat mendapatkan perlakuan diskriminatif. Menurut Hana, penampilannya yang memakai hijab itu menjadi penyebab utama dirinya mendapat perlakuan tersebut. "Hijab saya jelas merupakan alasan utama. Suatu hari saya sedang berjalan. Seorang pria berteriak dan berkata, ‘Hei, apa yang ada di kepalamu? Apa yang Anda kenakan?’" kata Hana.
Pernah Dipaksa Lepas Hijab
Kemudian, Hana bercerita bahwa dirinya juga pernah mendapat perlakuan kasar dari seorang wanita yang memaksanya untuk melepas jilbabnya. "Saya sedang membeli bahan makanan di toko, lalu seorang perempuan mendatangi saya dan menarik hijab saya. Saya terkejut dan berkata ‘Ini Hijab saya. Ada apa?’ Lalu dia berkata, ‘Kamu di Korea. Kamu harus melepasnya’. Dia mengatakan kepada saya untuk tidak menggunakan hijab," jelasnya.
Dituduh Sebagai Teroris

Youtube/KBS World Indonesian ©2021 Merdeka.com
Salah satu pengalaman terburuk yang pernah dialami Hana ketika tinggal di Korea ialah ketika ia pernah dituduh sebagai seorang teroris. "Saya pernah pergi ke kantor pemerintah untuk mengurus dokumen. Ketika saya sampai ke sana, seorang staf perempuan melihat saya dan bertanya apakah saya teroris. Saya tidak dapat berkata-kata. Dia juga ingin memeriksa dompet saya. Saya berkata kepadanya bahwa dia tidak punya hak untuk mengatakan atau melakukan hal-hal itu,"
Setelah kejadian itu, Hana mengaku bahwa dirinya sangat kesal hingga enggan keluar dari rumahnya selama satu bulan lamanya.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya